Dear all,

Selamat pagi. Semoga semua berbahagia.

Salah satu pertanyaan yang selalu muncul setiap kali memberikan edukasi terkait antibiotik adalah:

“Dok, saya sadar saya keliru. Seharusnya saya tidak berikan antibiotik, kan virus ya, Dok, kalau diare tanpa darah.

Tetapi kan harus dihabiskan ya dok, kalau nggak, nanti kebal”

Ini salah satu kelirumologi terkait penggunaan antibiotik!

Coba kita runut sebagian kelirumologi terparah terkait penggunaan antibiotik:

1. Infeksi virus tetapi tetap mengonsumsi antibotik. Misal, batuk pilek (common cold, influenzae), diare tanpa darah.

2. Infeksi virus tetapi tetap diberi antibiotik dengan berbagai alasan antara lain, untuk mencegah infeksi sekunder (misal: karena Indonesia banyak bakteri).

3. Antibiotik minimal 5 hari. Kalau tidak, nanti bakteri kebal.

4. Pilih antibiotik yang kuat (bakteri resisten terhadap antibiotik seperti amoksisilin).

5. Pilih antibiotik yang bukan generik, supaya lebih mantap (lebih cepat sembuh).

6. Dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya

SIAPAKAH ANTIBIOTIK?

Antibiotik adalah suatu zat (substance) yang membunuh bakteri atau mencegah bakteri agar tidak berkembang biak sehingga dengan mudah dibasmi dan diusir sistem imun kita.

APA BAHAN DASAR ANTIBIOTIK?

Sebagian besar antibiotik dibuat dari mikroba itu sendiri, dari kapang (yeast).

Ini harus DICATAT!

Sebagian besar antibiotik dibuat dari sumber daya alam!

Sebagian kecil lainnya dibuat secara sintetik.

APAKAH BAKTERI RESISTEN ITU?

Perubahan pada mikroba sehingga ia tidak lagi bisa dikenali dan di”hancur”kan oleh antibiotik yang semula mampu meng”hancur”kannya.

Ini fenomena alam. Normal. Semua makhluk hidup kan berevolusi sejalan dengan waktu. Termasuk manusia, termasuk mikroba.

Kalau ini alamiah, mengapa kita harus cemas?

Evolusi itu perubahan yang sifatnya “subtle“. Sangat gradual.

Yang akan menjadi masalah kalau

1. perubahan mikroba ini terjadi di luar situasi dan kondisi normal; evolusinya dipercepat sehingga bakteri yang resisten sangat banyak dan mengganggu kesejahteraan kesehatan kita.

2. bakteri yang resisten ini akan menularkan gen resistennya ke bakteri lain. Sehingga semakin maraklah (jumlah bakteri resisten -red).

APA BAHAYANYA KALAU BAKTERI RESISTEN AB?

Bakteri yang sudah resisten terhadap antibiotik, bisa menyerang semua orang (baca CAPING TENTANG INFEKSI NOSOKOMIAL).

Bedanya (infeksi bakteri resisten -red) dengan infeksi bakteri yang belum resisten:

A. Infeksinya lebih berat

B. Infeksinya sulit diberantas

C. Lama sakit memanjang

D. Risiko kematian jauh lebih tinggi

E. Obat dan AB (antibiotik -red) yang dipakai, jauh lebih kuat (makin kuat obat, makin kuat efek sampingnya)

F. Biaya melonjak tinggi

BAGAIMANA MENGENDALIKAN LAJU RESISTENSI ANTIBIOTIK?

Smart in using the antibiotics!!

Gunakan dengan tepat guna.

Jangan gunakan antibiotik untuk infeksi virus (baca CAPING: Siapa yang paling terpapar pada peresepan antibiotik).

Pilih antibiotik lini pertama (jangan loncat ke antibiotik spektrum luas apalagi antibiotik cadangan/ reserved antibiotics).

Durasi harus tepat sesuai panduan dan sesingkat mungkin, sesuai EBM (Evidence Based Medicine -red)nya.

JADI?

Antibiotik = non renewable resource

ANTIBIOTICS SAVE LIFE; WE HAVE TO SAVE ANTIBIOTICS.

Wati

Share artikel ini: