Kemanjuran dari terapi zinc, echinacea dan vitamin C dalam perawatan common cold telah dipelajari. Studi mempelajari anak-anak yang tidak menggunakan tiga produk teresebut dibandingkan kepada anak-anak yang menggunakan. Secara keseluruhan, tidak terbukti bahwa salah satu maupun ketiga produk tersebut membantu anak-anak atau orang dewasa yang mengalami common cold.  Pada orang dewasa, formulasi spesifik dari zinc gluconate glycine lozenges terbukti mengurangi durasi dari gejala cold, tapi tidak terbukti pada anak. Efek samping dari penggunaan zinc termasuk rasa yang tidak enak, sakit kepala, ketidaknyamanan pada mulut, dan diare.  Dalam studi ini, zinc diberikan beberapa kali dalam sehari. Rasa yang tidak enak ditambah dengan dosis yang sering adalah perawatan yang sangat sulit diberikan pada anak-anak.Tambahan studi menunjukkan bahwa pada setiap grup umur dengan formulasi zinc lozenges yang berbeda-beda perlu dilakukan untuk mengambil kesimpulan megenai perawatan ini. Tahun 2002, Cochrane Database memberikan ulasan mengenai echinace untuk mencegah dan menangani common cold. Dapat disimpulkan bahwa persiapan echinace lebih baik dari pada tidak diberikan.  Namun demikian, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan klinis pada anak-anak tidak terbukti efektif. Tidak ada bukti bawa Vitamin C dapat memperpendek durasi dari common cold atau dosis yang tinggi dapat mencegah common cold.

Echinacea untuk mencegah dan menangani common cold

Persiapan dari tanaman Echinacea digunakan secara luas di beberapa negara Eropa dan Amerika Utara untuk common colds. Persiapan Echinacea dapat dibeli di pasar dan dibedakan berdasarkan beberapa tipe (spesies) dan bagian (jenis rumput, akar, atau kedua-duanya) yang digunakan dari tanaman tersebut, metode manufaktur yang berbeda (pengeringan, ekstraksi alkohol, atau melakukan penekanan langsung dari tanaman segar dan diambil sari/jusnya), dan kadang ada beberapa tanaman yang dtambahkan.  Dilakuan tinjauan percobaan klinis yang terkontrol untuk menginvestigasi tingkat keefektifan dari beberapa persiapan Echinacea dalam mencegah dan menangani common colds. Dua percobaan menyelidiki apakah dengan mengkonsumsi Echinacea selama 8 hingga 12 minggu dapat mencegah colds, dan ternyata tidak ditemukan efek yang jelas. Sebagian besar percobaan menyelidiki apakah mengkonsumsi persiapan Echinace setelah terkena gejala cold (di awal) dapat memeperpendek durasi atau mengurangi beratnya gejala, dibandingkan dengan placebo.  Sepertinya terlihat bahwa persiapan berdasarkan jenis rumput dari Echinacea purpurea dapat efektif untuk orang dewasa, tapi tidak ditemukan bukti yang jelas bhawa persiapan tersebut memberikan manfaat dan efektif jika diberikan pada anak-anak. Efek samping jarang terjadi, tapi dilaporkan munculnya ruam pada satu percobaan yang dilakukan pada anak-anak.

Vitamin C untuk Mencegah dan Menangani Common Cold

Istilah ‘common cold’ tidak mengarah pada pendefinisian penyakit secara pasti, tapi lebih kepada karakteristik dari penyakit tersebut yang lazim bagi kebanyakan orang. Common cold juga penyebab utama kunjungan ke dokter di Negara-negara Barat dan penyebab tidak masuknya seseorang ke kantor dan sekolah. Biasanya disebabkan oleh virus pada saluran pernapasan di mana antibiotik tidak diperlukan. Opsi penganganan potensial pada penyakit ini adalah kesehatan publik.

Sejak vitamin C ditiadakan di tahun 1930-an, vitamin C kembali diusulkan untuk diberikan apda infeksi saluran pernapasan. Vitamin C menjadi popular di tahun 1970-an ketika pemenang hadiah Nobel, Linus Pauling, memberikan kesimpulan dari percobaan awal dan terkontol mengenai placebo bahwa vitamin C dapat mencegah dan meringankan common cold. Lebih dari dua lusin percobaan dilakukan setelah itu. Vitamin C telah digunakan secara umum dan digunakan baik sebagai agen prefentif mau pun terapi.

Tinjauan ini adalah terbatas pada percobaan placebo yang terkontrol pemberian 0.2 g per hari atau lebih dari vitamin C. Proses penelanan (ingestion) dari vitamin C tidak memberikan pengaruh pada kejadian common cold di dalam populasi normal. Namun demikian, ditemukan efek sedang – namun konsisten – dalam mengrangi durasi dan beratnya gejala common cold. Dalm lima percobaan dengan peserta yang terpapar pada periode singkat tekanan fisik yang ekstrim, vitamin C mengurangi setengah resiko dari common cold.

Percobaan dengan dosis tinggi vitamin C yang diberikan dalam bentuk terapi, mulai dari terkena gejala awal, menunjukan tidak memberikan efek yang konsisten baik dalam durasi maupun beratnya gejala common cold. Namun demikian, baru beberapa percobaan terapi yang telah dilakuka, dan tidak ada satupun yang menguji pada anak-anak, walaupun efek profilaksis vitamin C lebih besar pada anak. Satu percobaan besar pada orang dewesa melaporkan manfaat yang kurang jelas mengenai pemberian dosis pengobatan di saat munculnya gejala, dan dua percobaan mengggunakan pemberian suplemen dalam 5 hari dilaporkan memberikan manfaat. Dibutuhkan percobaaan-percobaan lagi untuk menyimpulkan fungsi yang didapatkan dari pemberian vitamin C, dalam arti pemberian segera setelah gejala muncul.

Tidak ada Bukti yang Kuat dari Penelitian bahwa Mengkonsumsi Zinc dapat Meringankan Gejala Common Cold.

Hasil ulasan menunjukkan tidak ada bukti yang kuat yang mengidikasikan bahwa zinc lozenges mengurangi durasi dari common cold. Orang yang mengkonsumsi zinc lozenges kebanyakan mengeluh mengenai iritasi mulut, rasa yang tidak enak, dan merasa sakti dan mengalami diare. Dibutuhkan penelitian lainnya untuk menentukan apakah zinc lozenges dapat mengurangi durasi dari common cold dan potensi dari zinc lozenges yang memberikan efek samping pada kesehatan. (RK)

Sumber : Cochrane, AAP

Share artikel ini: