Kenapa Harus Divaksin?
Measles (campak), mumps (gondongan) dan rubella (campak jerman) adalah penyakit yang serius
Measles
- Virus ini menyebabkan ruam, batuk, pilek, iritasi mata dan demam
- Komplikasinya mulai dari infeksi telinga, pneumonia, kejang, kerusakan otak sampai kematian
Mumps
- Virus ini menyebabkan demam, sakit kepala dan pembengkakan kelenjar parotis
- Komplikasinya mulai dari ketulian, meningitis (radang selaput otak), pembengkakan testis dan ovarium dan kadang kematian
Rubella
- Virus ini menyebabkan ruam, demam ringan dan radang sendi (terutama pada wanita)
- Jika seorang wanita mendapat infeksi rubella saat sedang hamil, maka dia bisa mengalami keguguran atau bayinya dapat menderita kelainan bawaan berat
Penyakit ini menular melalui udara. Vaksin MMR bisa mencegahnya. Sebagian besar anak-anak yang mendapat vaksin MMR tidak akan terkena penyakit ini. Akan tetapi jika vaksinasi dihentikan maka akan banyak anak yang terkena penyakit ini.
Siapa yang Harus Divaksin? Kapan Waktunya?
Anak-anak harus mendapat 2 dosis vaksin MMR:
- Dosis pertama antara usia 12-15 bulan
- Dosis kedua antara usia 4-6 tahun
Ini adalah waktu yang dianjurkan. Tetapi anak-anak dapat memperoleh dosis kedua kapan saja selama jaraknya minimal 28 hari setelah dosis pertama.
Orang dewasa pun harus memperoleh vaksin MMR: pada umumnya orang yang lahir setelah tahun 1956 paling tidak harus mendapatkan 1 dosis vaksin MMR.
Siapa yang Tidak Boleh Divaksin atau Harus Menunda Dulu?
- Orang yang pernah mengalami reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap gelatin, antibiotik neomisin atau terhadap dosis pertama MMR
- Orang yang sakit berat sebaiknya menunda vaksin sampai kondisinya membaik
- Wanita hamil harus menunda vaksin sampai bayinya lahir. Wanita tidak boleh hamil paling tidak 4 minggu setelah mendapat vaksin MMR
- Sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter anda jika ada kondisi berikut: HIV/AIDS, atau penyakit lain yang menurunkan system kekebalan tubuh, sedang minum steroid selama 2 minggu atau lebih, menderita keganasan, sedang kemoterapi atau radioterapi untuk kanker atau gangguan pembekuan darah
- Orang yang baru saja mendapat transfusi darah harus berkonsultasi dengan dokter kapan waktu yang tepat untuk vaksin MMR
Apa Resiko Vaksin MMR?
Seperti halnya obat, vaksin juga memiliki resiko untuk menyebabkan reaksi alergi berat. Akan tetapi resiko vaksin MMR menyebabkan masalah serius atau kematian sangatlah kecil. Vaksin MMR jauh lebih aman dibandingkan ketiga penyakit tersebut. Sebagian besar orang yang divaksin MMR tidak mengalami masalah.
Masalah ringan: demam (1 dari 6 orang), ruam ringan (1 dari 20 orang), pembengkakan kelenjar getah bening leher atau di pipi (jarang). Masalah ini timbul dalam 7-12 hari setelah pemberian vaksin. Pada dosis kedua lebih jarang terjadi.
Masalah sedang: kejang demam (1 dari 3000 dosis), nyeri sementara atau kekakuan sendi, biasanya pada wanita (1 dari 4 orang), trombosit rendah, bersifat sementara (1 dari 30000 dosis)
Masalah berat (sangat jarang): reaksi alergi serius (kurang dari 1 dari 1000000 dosis), hal lain yang belum jelas disebabkan oleh vaksin atau bukan (ketulian, kejang berulang, koma atau penurunan kesadaran, kerusakan otak)
Apa yang Harus Dilakukan jika Muncul Masalah Sedang atau Berat?
Apa yang harus diperhatikan?
- Kondisi yang tidak biasa, seperti demam tinggi, kelemahan atau perubahan perilaku.
- Tanda-tanda reaksi alergi berat: kesulitan bernafas, suara napas kasar atau mengi, urtikaria , pucat, lemah, denyut jantung yang cepat atau pusing
Apa yang harus dilakukan?
- Hubungi dokter atau segera bawa orang tersebut ke dokter
- Ceritakan apa yang terjadi termasuk tanggal vaksinasi diberikan
- Isi laporan VAERS (laporan efek samping vaksin) (YOGA)
Sumber : www.cdc.gov
