Apakah itu Hepatitis B ?
Hepatitis B adalah penyakit serius yang menyerang hati dan disebabkan oleh virus yang dinamakan Virus Hepatitis B. Virus hepatitis B dapat menyebabkan:
Penyakit Akut:
– Nafsu makan menurun
– Lemas
– Diare muntah
– Kuning pada kulit atau mata
– Nyeri otot, sendi dan nyeri perut.
Penyakit kronik (sebagian dapat berkembang menjadi penyakit menahun)
– Kerusakan hati (sirosis)
– Kanker hati
– Kematian
Infeksi kronik lebih umum pada anak-anak dibandingkan dengan dewasa. Orang-orang yang terinfeksi dapat menyebarkan virus Hepatitis B kepada yang lain, meskipun mereka tidak nampak sakit.
Pada tahun 2005 sekitar 51.000 orang terinfeksi Hepatitis B. Sekitar 1.25 juta orang Amerika menderita sirosis akibat Hepatitis B. Setiap tahun 3000 sampai 5000 orang meninggal karena sirosis atau kanker hati yang disebabkan oleh hepatitis B.
Virus Hepatitis B dapat menular melalui darah atau cairan tubuh orang yang terinfeksi. Penularan dapat terjadi melalui:
– Kontak dengan darah dan cairan tubuh ibu selama proses kelahiran.
– Kontak dengan darah dan cairan tubuh melalui luka, gigitan, atau robekan kulit.
– Kontak dengan barang atau benda-benda seperti pisau cukur, sikat gigi dari orang yang terinfeksi.
– Berhubungan sex tanpa pengaman dengan pengidap Hepatitis B
– Bertukaran jarum suntik pada pemakai narkoba.
– Kecelakaan kerja pada tenaga medis dengan alat-alat atau jarum yang terinfeksi virus hepatitis B
Mengapa Perlu vaksinasi?
Vaksin Hepatitis B dapat mencegah penyakit hepatitis B dan berbagai komplikasinya yang serius yaitu sirosis dan kanker. Vaksinasi Hepatitis B dibuat dari bagian virus, bukan seluruh virus tersebut sehingga vaksin hepatitis tidak dapat menimbulkan penyakit hepatitis.
Vaksin hepatitis B diberikan 4 serial, pemberian serial ini memberikan efek proteksi jangka panjang bahkan seumur hidup.
Siapa yang perlu vaksin Hepatitis B dan kapan harus diberikan?
– Semua anak harus mendapatkan vaksin hepatitis B yang pertama saat lahir dan melengkapi serial imunisasinya di usia 6-18 bulan. Imunisasi hepatitis B yang pertama harus diberikan sebelum usia 12 jam dan diberikan setelah penyuntikan vitamin K1. Bayi yang lahir dari ibu pengidap hepatitis B harus mendapatkan imunglobulin (Hb Ig) selain vaksin hepatitis B.
– Anak-anak dan remaja sampai usia 18 tahun yang belum mendapatkan vaksin hepatitis B harus segera mendapatkan vaksin hepatitis B.
– Orang Dewasa yang memiliki risiko tinggi terhadap Hepatitis B perlu divaksinasi:
- Pasangan sexual dari pengidap Hepatitis B
- Homosexual
- Pemakai narkoba suntik
- Penderita penyakit hati kronik atau penyakit ginjal
- Pekerjaan yang berhubungan dengan darah manusia
- Yang merawat penderita hepatitis B
- Pasien yang sedang menjalani dialysis (cuci darah)
- Penghuni rumah perawatan bagi orang cacat
- Orang yang akan berpergian ke tempat endemis Hepatitis B
- Penderita HIV
– Semua orang yang ingin terlindungi dari penyakit Hepatitis B perlu divaksinasi.
Siapa saja yang tidak boleh mendapatkan vaksin ini?
– Siapa saja yang alergi terhadap ragi atau salah satu komponen dalam vaksin.
– Jika pada dosis hepatitis B yang pertama muncul reaksi alergi hebat
– Saat sakit berat pemberian vaksin ditunda
Wanita hamil yang perlu proteksi Hepatitis B juga perlu mendapatkan vaksinasi.
Risiko Vaksinasi Hepatitis B
Hepatitis B adalah vaksin yang cukup aman. Sebagian besar orang tidak mendapatkan efek samping apapun dari vaksin ini.
Namun beberapa keluhan berikut pernah dilaporkan:
– Nyeri di tempat suntikan (1 dari 4 orang)
– Demam ( 1 dari 15 orang)
– Reaksi alergi pernah dilaporkan 1 dari 1 juta orang.
Vaksin seperti sediaan obat lainnya dapat menimbulkan efek samping, namun lebih ringan dibandingkan dengan menderita penyakit Hepatitis B.
Apa yang harus saya lakukan jika terjadi reaksi alergi yang berat?
– Hubungi dokter anda jika ada keluhan yang berat seperti demam tinggi dan gangguan perilaku atau tanda reaksi berat seperti sesak nafas, mengi, urtikaria, pusing sampai pingsan. (WK)
Sumber : www.cdc.gov
