Mengenal Campak / Rubeola

Campak atau measles merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus rubeola. Virus campak sangat mudah menular dan dapat bertahan di dalam sebuah ruangan sampai sekitar 2 jam setelah orang yang menularkan pergi. Campak berbeda dengan campak jerman, virus penyebab campak jerman adalah rubella, dan gejala yang muncul lebih ringan. Di Indonesia seringkali pasien dengan campak jerman di diagnosa campak. Gejala campak timbul 7-14 hari setelah kontak dengan virus (masa inkubasi), ruam kemerahan muncul 3 sampai 5 hari setelah gejala awal muncul.

Gejala campak berbeda pada setiap fase, yaitu:

  • Stadium Prodromal (stadium awal, berlangsung sekitar 2-4 hari)

Terdapat demam diikuti dengan batuk, pilek, mata merah & berair. Dapat juga ditemukan nyeri menelan, sariawan dan ruam di mukosa pipi bagian dalam (koplik’s spot).

  • Stadium Erupsi (stadium saat muncul kemerahan, biasa pada hari ke 4-5)

Timbul ruam makulo-papular, berawal dari belakang telinga menyebar ke seluruh tubuh. Biasanya ditemukan demam yang lebih tinggi dari sebelumnya.

  • Stadium Konvalesens (stadium penyembuhan)

Ruam kulit mulai menghilang / kehitaman lalu mengelupas sekitar 3 hari setelah muncul.

Bahaya dari Campak

  • Komplikasi dari campak yang sering terjadi adalah infeksi telinga, infeksi paru dan radang otak. Infeksi tersebut dapat berujung kematian.

  • Infeksi campak pada kehamilan dapat menyebabkan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah dan kematian janin.

  • Studi terbaru oleh Michael Mina dari Harvard (tahun 2015) dan Rik de Swart dkk dari Erasmus University Medical Center (tahun 2012) menghubungkan bahwa vaksin campak dapat mengurangi angka kejadian infeksi penyakit lain ( pneumococcus, diare dan lainnya ) sebesar 50% di negara miskin dan 90% di negara berkembang. Diduga virus campak dapat menyebabkan immune amnesia. Kondisi dimana memori sistem imun kita, yang sudah beradaptasi dengan patogen, hilang untuk sementara. Ketika terinfeksi oleh sebuah patogen (virus, bakteri, jamur, dll) tubuh kita akan membuat antibodi yang akan melindungi kita. Kemudian terbentuk antibodi “memori”, sehingga dapat mempertahankan tubuh kita pada saat terinfeksi kembali. Diduga virus campak dapat menghapus antibodi “memori” ini, pada beberapa orang kondisi ini bisa bertahan lebih dari beberapa bulan bahkan tahun. Tentunya kondisi ini berbahaya dan berisiko menyebabkan infeksi berat yang mungkin berujung kematian. Salah satu cara mencegahnya yaitu dengan memberikan vaksin campak pada anak sehat.

Vaksinasi untuk Campak

  1. Vaksin campak (Measles)

Berisi : virus Rubeola yang dilemahkan

Pemberian : secara suntikan (intra muskular)

Diberikan pada : usia 9 bulan

Booster : usia 18 bulan dan usia 6-7 tahun (tidak diberikan apabila sudah mendapat MMR)

Efek samping : – kadang terdapat benjolan kecil pada lokasi penyuntikan

  • Setelah 7-10 hari penyuntikan, kadang terdapat demam, ruam kemerahan, pilek dan batuk ringan
  1. Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

Berisi : virus Rubeola yang dilemahkan, digabungkan dengan virus Mumps (gondongan) dan Rubella (campak jerman) yang dilemahkan.

Pemberian : secara suntikan (intra muskular)

Diberikan pada : usia 15 bulan (bila usia 12 bulan belum mendapat vaksin campak dapat diberikan MMR atau MR)

Booster : usia 5 tahun

Efek samping : – kadang terdapat benjolan kecil pada lokasi penyuntikan

  • Setelah 7-10 hari penyuntikan, kadang terdapat demam, ruam kemerahan, pilek dan batuk ringan

Hoax yang beredar

Benarkah vaksin campak dapat menyebabkan autisme? Menurut penelitian dari CDC tahun 2013 vaksin campak tidak menyebabkan Autism Spectrum Disorder (ASD). Sejak tahun 2003 sudah ada 9 penelitian dari CDC tentang hubungan ASD dengan vaksin campak, hasilnya tidak ada hubungan antar keduanya.

Kesimpulan

Apakah kita perlu memberikan vaksinasi untuk campak? Tentu saja. Dengan efek samping yang relatif ringan dan jarang muncul, pemberian vaksin selain dapat mencegah penyakit campak ternyata juga dapat mencegah terjadinya immune amnesia. Dengan pertahanan tubuh / antibodi yang kuat tentunya risiko infeksi berat yang disebabkan patogen lain akan berkurang. (Adit)

 

Sumber:

https://relay.nationalgeographic.com/proxy/distribution/public/amp/science/2019/03/measles-vaccine-protect-disease-immune-amnesia

https://www.cdc.gov/measles/symptoms/complications.html

https://www.cdc.gov/vaccinesafety/concerns/autism.html

https://www.jpeds.com/article/S0022-3476(13)00144-3/pdf?ext=.pdf

Share artikel ini: