(fansidar, suldox, plasmodin)
Indikasi : pengobatan malaria falciparum dikombinasikan dengan obat antimalaria lainnya.
Perhatian : pada pasien dengan kelainan darah (hindari penggunaan kecuali dalam pengawasan spesialis dan hentikan pemakaian jika muncul gejala kelainan darah); ruam, nyeri tenggorokan, luka dimulut, dan sesak nafas; G6PD defisiensi, defisiensi folat.
Kehamilan : Keuntungan pengobatan malaria melebihi efek samping obatnya. Hindari pemberian pada trimester pertama kehamilan karena berpotensi menyebabkan cacat janin.
Menyusui: monitor bayi terhadap risiko kuning. Hindari pada pada ibu yang menyusui bayi prematur.
Kontraindikasi : alergi terhadap sulfa atau pirimetamin, gangguan hati atau ginjal yang berat.
Dosis :
Pengobatan malaria falciparum tanpa komplikasi : (kombinasi dengan antimalaria lainnya) :
– Dewasa : sulfadoksin 1.5 gram + pirimetamin 75 mg, tiga tablet dosis tunggal.
– Anak 5-10 kg : setengah tablet
– Anak 11 -20 kg : 1 tablet
– Anak 21-30 kg : 1.5 tablet
– Anak 31-45 kg : 2 tablet, semua dosis tunggal.
Sediaan :
– Tablet 500 mg + 25 mg
Efek Samping :
Ruam, gatal, kerontokan rambut, jarang : sindrom steven Johnson, nekrotik epidermal toksik, gangguan saluran cerna seperti mual, muntah, sariawan; jarang : hepatitis, leucopenia, trombositopenia, megaloblastik anemia, purpura. Kelemahan, sakit kepala, demam, radang sendi, infiltrate pada paru, sesak nafas pada penghentian obat.
Interaksi obat
– Arthemeter : pabrik arthemeter tidak menganjurkan penggunaan bersamaan.
– Siklosporin : meningkatkan risiko kerusakan ginjal.
– Glibenclamide : meningkatkan efek glibenclamide
– Methotrexate : meningkatkan risiko kekurangan folat dan meningkatkan toksisitas methotrexate.
– Fenitoin : meningkatkan efek antifolat
– Sulfadiazine : meningkatkan efek antifolat
– Co-trimoxazole : meningkatkan efek antifolat
– Thiopental : meningkatkan efek thiopental
– Trimetropim : meningkatkan efek antifolat
Warfarin : meningkatkan efek antikoagulan
