(cholestat, cholexin, detrovel, esvat, ethical, lesvatin, lipinorm, mersivas, normofat, phalol, pontizoc, preschool, rechol, rendapid, selvim, simbado, simchol, sinova, sintrol, valemia, vaster, vidastat, zaptrol, zocor)

Indikasi : digunakan untuk mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah pada pasien yang berisiko tinggi akibat penyakit atherosclerosis maupun diabetes mellitus.

Kontraindikasi : penyakit hati (atau gangguan fungsi hati yang menetap), porfiria.

Kehamilan : hindari pada kehamilan, karena bisa menyebabkan cacat janin akibat gangguan pembentukan kolesterol.

Menyusui : tidak ada informasi yang memadai. Pabrik pembuatnya menganjurkan untuk menghindari saat kehamilan.

Perhatian : riwayat gangguan fungsi hati akibat penggunaan alcohol, monitoring fungsi hati pada diawal pemakaian, 12 minggu sesudahnya, dan 6 bulan kemudian, penggunaan perlu dihentikan apabila serum transaminase meningkat sampai tiga kali batas normal. Hati-hati penggunaan pada hipotiroid, meningkatkan risiko kerusakan otot (pasien perlu untuk melaporkan nyeri otot yang tidak dapat dijelaskan), gangguan fungsi ginjal, minum bersama grapefruit.

Dosis :

–          Pencegahan penyakit jantung : dewasa : 20-40 mg satu kali sehari setiap malam, sesuaikan dosis setelah 4 minggu terapi (maksimal 80 mg perhari malam hari).

–          Dosis maximum simvastatin bila digunakan bersamaan dengan

o   Siklosporin, danazol, fibrat, asam nikotinat : 10 mg perhari.

o   Amiodaron, verapamil : 20 mg perhari.

o   Diltiazem : 40 mg perhari.

(karena penggunaan bersamaan dengan obat tersebut diatas meningkatkan risiko kerusakan otot)

Sediaan : tablet 5 mg, 10 mg, 20 mg, 40 mg.

Efek terhadap kerusakan otot :

Hentikan pemakaian simvastatin jika terdapat gejala gangguan otot atau jika pemeriksaan kreatinin kinase meningkat (lebih dari 5 kali lipat dari pada batas normal tertinggi). Pengobatan dengan simvastatin sebaiknya tidak dilakukan jika terdapat peningkatan kadar kreatinin kinase atau pada pasien yang berisiko tinggi terjadi kerusakan otot. Efek rhabdomyolisis (pemecahan otot) meningkat jika terdapat gangguan fungsi ginjal atau  hipotiorid.

Efek samping : gangguan otot yaitu : nyeri otot, gangguan fungsi otot, peradangan pada otot, pecahnya sel-sel otot; nyeri perut; buang-buang angin; sulit buang air besar; diare; mual; muntah; kembung; pancreatitis; meningkatnya enzim hati; hepatitis; jaundice; sakit kepala; pusing; gangguan saraf tepi; asthenia (rasa lemah); kesemutan; anemia; gatal-gatal; kebotakan; ruam; reaksi alergi terhadap simvastatin.

Interaksi obat:

Penggunaan bersamaan dengan obat berikut dapat meningkatkan risiko kerusakan otot :

–          Siklosporin

–          Clotrimazole

–          Eritromisin

–          Indinavir

–          Lopinavir

–          Nelfinavir

–          Ritonavir

–          Saquinavir

–          Verapamil

Penggunaan bersama warfarin meningkatkan risiko perdarahan.

Share artikel ini: