Tiba-tiba Putri meminta pada ibu untuk membelikan mini bra, padahal dia baru kelas 4 SD. Di tempat yang lain, sepulang bermain bau badan Putra tercium lebih kuat daripada biasanya. Apa yang terjadi pada mereka?
Selamat datang masa puber! Saat di mana anak-anak makin tumbuh berkembang, baik fisik maupun psikis. Masa puber adalah masa penuh ketidakpastian bagi para ABG (anak baru gede) ini, mari kita bantu mereka untuk melaluinya dengan aman dan nyaman.
Tahapan masa puber
Umumnya kita tahu kalau saat puber akan terjadi perubahan-perubahan secara fisik berikut ini: rambut tumbuh pada tempat-tempat baru; bau badan yang lebih kuat; menstruasi , payudara membesar pada anak perempuan; suara yang lebih berat pada anak laki-laki, dan sebagainya. Apa yang menyebabkan itu terjadi? Mari kita baca ringkasan kejadian dalam tubuh ini:
Biasanya masa puber dimulai setelah anak perempuan berusia 8 tahun atau setelah anak laki-laki berusia 9 atau 10 tahun, yakni saat bagian otak yang disebut hipothalamus mengeluarkan gonadotropin-releasing hormone (GnRH). Saat GnRH menuju kelenjar pituitary (kelenjar kecil di bawah otak yang menghasilkan hormon yang mengendalikan kelenjar-kelenjar lain di seluruh tubuh), dikeluarkan 2 hormon pubertas lainnya yaitu luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH). Selanjutnya yang terjadi adalah:
- Pada anak laki-laki: hormon melalui aliran darah menuju ke testis dan mengirimkan sinyal untuk mulai memproduksi sperma dan hormon testosteron.
- Pada anak perempuan: hormon menuju indung telur (organ berbentuk oval yang terletak di kanan dan kiri rahim) dan mematangkan serta melepaskan telur dan memproduksi hormon estrogen, yang membentuk dan mempersiapkan tubuh untuk kehamilan.
Pada saat hampir bersamaan , kelenjar adrenal baik pada anak laki-laki maupun perempuan mulai memproduksi sekelompok hormon yang disebut adrenal androgen. Hormon-hormon tersebut menstimulasi pertumbuhan rambut di selangkangan dan ketiak pada laki-laki maupun perempuan.
Pada anak laki-laki
Perubahan fisik pada anak laki-laki biasanya dimulai dengan membesarnya testis dan mulai tumbuhnya rambut di selangkangan, diikuti dengan pertumbuhan tubuh yang pesat di usia antara 10 dan 16 tahun, rata-rata sekitar 1-2 tahun setelah anak perempuan mulai puber. Lengan, tungkai kaki, tangan dan kaki juga berkembang lebih cepat daripada bagian tubuh lainnya. Bentuk tubuh mulai berubah, bagian bahu mulai melebar dan berat badan serta otot bertambah.
Sekitar 50% anak laki-laki pada masa puber mengalami pembengkakan pada bagian payudara, ini hanya terjadi sementara dan disebut gynecomastia.Tapi umumnya akan menghilang setelah sekitar 6 bulan.
Suara yang “pecah” juga adalah tanda bahwa suaranya sedang berubah dan akan menjadi lebih dalam (berat). Rambut-rambut yang gelap, tebal dan agak keriting akan tumbuh di atas penis dan pada skrotum, kemudian akan disusul pada ketiak dan pada area janggut. Penis dan testis akan membesar, dan ereksi (yang sudah dialami oleh anak laki-laki sejak bayi) akan terjadi lebih sering. Ejakulasi – keluarnya sperma bersama dengan semen – juga akan muncul.
Banyak juga anak laki-laki yang mengkhawatirkan ukuran penis mereka. Mereka perlu diyakinkan bahwa nanti penisnya akan berkembang. Kekhawatiran muncul terutama saat membandingkan dengan teman yang perkembangannya lebih cepat. Kalau anak tersebut telah dikhitan, dia mungkin akan mempertanyakan juga kulit yang menutupi ujung penis (anak lain) yang tidak dikhitan.
Pada anak perempuan
Pubertas umumnya dimulai lebih awal pada anak perempuan, sekitar usia antara 8 dan 13 tahun. Pada kebanyakan anak perempuan , tanda pertama puber ditandai dengan pertumbuhan payudara, tapi bisa juga tandanya adalah tumbuhnya rambut di selangkangan. Saat payudara mulai berkembang, seorang anak perempuan akan mempunyai benjolan kecil, padat dan lembut pada satu atau kedua puting susunya; jaringan payudara ini akan membesar dan menjadi berkurang kepadatannya sekitar satu atau dua tahun ke depan. Rambut yang gelap, tebal dan keriting akan muncul pada labia (kulit yang melipat mengelilingi vagina), dan kemudian rambut yang serupa akan tumbuh pada ketiak.
Tanda-tanda awal puber akan diikuti 1-2 tahun berikutnya dengan pertumbuhan yang cepat. Tubuh akan mulai membentuk lemak, terutama pada payudara dan sekitar pinggul dan paha, membentuk lekuk wanita. Lengan, tungkai kaki, tangan dan kaki juga akan membesar.
Puncaknya adalah munculnya menarche, menstruasi pertama. Tergantung pada usia berapa dimulai perkembangan pubernya, anak-anak perempuan akan mendapat menstruasi pertamanya pada usia antara 9 dan 16 tahun.
Kekhawatiran yang sering muncul
Perubahan fisik yang dialami anak-anak saat mereka menuju kedewasaan akan bersamaan dengan konsekuensi emosional.
Perubahan fisik. Beberapa anak perempuan senang dengan payudara mereka yang membesar dan bra barunya; sebagian yang lain khawatir semua mata akan tertuju pada dada mereka. Beberapa anak laki-laki senang melihat dirinya menggunakan krim cukur; yang lain kurang nyaman dengan perhatian yang terarah pada rambut-rambut baru yang bermunculan pada tubuh mereka.
Jerawat umum terjadi pada para remaja. Jerawat disebabkan oleh kelenjar dalam kulit yang memproduksi minyak alami, disebut sebum. Hormon-hormon pubertas membuat kelenjar-kelenjar menghasilkan ekstra sebum, yang bisa mengakibatkan pori-pori kulit tersumbat. Mencuci kulit dengan lembut memakai air dan sabun dapat menyingkirkan sisa sebum dan membantu mengurangi pecahnya jerawat.
Higienitas. Saat mandi, anak-anak perlu belajar untuk mandi secara rutin dan memakai deodoran atau antiperspirant. Anak-anak yang belajar mencukur perlu tahu bagaimana menjaga pisau cukur mereka tetap bersih, membuang pisau cukur sekali pakai sebelum tumpul dan tidak efektif untuk mencukur dan tidak meminjamkan pada orang lain.
Ejakulasi. Anak laki-laki bisa mengalami ereksi sejak bayi, saat remaja mereka akan mengalami ejakulasi. Biasanya ejakulasi pertama kali terjadi pada usia antara 11 dan 15 tahun, baik terjadi spontan saat berfantasi seksual, saat masturbasi atau saat malam hari (mimpi basah). Kalau anak tidak tahu tentang mimpi basah sebelum mengalaminya, dia mungkin akan berpikir dirinya mengompol secara tak sengaja atau ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya.
Masturbasi. Saat anak-anak semakin matang secara fisik dan emosional, rasa ingin tahu tentang seksualitas dan tubuh mereka sendiri makin meningkat. Walaupun bayi dan anak-anak muda sering menyentuh alat-alat kelamin mereka dari waktu ke waktu karena mereka menyukai sensasinya, masturbasi juga umum terjadi pada anak-anak remaja.
Sejumlah kecil remaja yang memiliki masalah emosional, bisa “asyik” dalam masturbasi, sama seperti mereka bisa terlalu asyik dengan kebiasaan dan pikiran lainnya. Obsesi terhadap masturbasi dapat menjadi tanda kecemasan atau masalah emosi lainnya. Tapi selain itu, masturbasi biasanya oleh dokter dianggap sebagai bentuk normal eksplorasi seksual. Walaupun beberapa pra remaja maupun remaja memilih masturbasi, sebagian lainnya tidak memilihnya.
Masturbasi sering dianggap sebagai topik pribadi, sehingga banyak anak yang merasa malu untuk membicarakannya, karena mereka khawatir orangtuanya akan marah atau merasa kecewa terhadap mereka. Sebagian anak-anak memilih membicarakannya dengan kakak, teman atau dokter mereka daripada orang tua. Kalau Anda khawatir atau ingin bertanya tentang masturbasi, konsultasikan dengan dokter.
Berbicara tentang pubertas dengan anak
Anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan dapat melihat perubahan yang terjadi pada diri mereka. Amat penting untuk berbicara dengan anak-anak tentang bagaimana tubuh berubah, segera daripada terlambat.
Bersiaplah berbicara pada anak perempuan Anda tentang hal-hal apa yang akan terjadi di masa puber, termasuk menstruasi, saat tanda-tanda awal pertumbuhan dada mulai muncul atau bahkan lebih awal lagi kalau anak Anda terlihat siap atau bertanya. Anak laki-laki seharusnya tahu tentang pertumbuhan penis, ereksi dan “mimpi basah” sebelum usia 12 tahun, atau lebih cepat kalau dia tumbuh lebih cepat. Yang juga penting untuk dibicarakan dengan anak Anda adalah hal-hal yang terjadi pada anak dengan jenis kelamin yang berbeda.
Paling baik membicarakannya secara berseri, tidak dalam satu sesi yang panjang. Idealnya dimulai saat anak masih muda dan mulai menanyakan bagian-bagian tubuhnya . Tiap kali Anda menjelaskan, tambahkan sedikit demi sedikit detail, tergantung tingkat kematangan dan ketertarikan anak pada topik tersebut.
Jika anak Anda mengajukan pertanyaan, jawablah dengan jujur. Kalau Anda merasa tidak nyaman, tidak tahu jawaban atas pertanyaan tersebut atau tidak yakin bagaimana menjelaskannya pada anak Anda, mintalah nasihat pada dokter. (syl)
Sumber:
