Campak disebut juga Rubeola atau measles. Campak adalah penyakit infeksi pada anak-anak yang bisa berakibat serius dan menyebabkan kematian pada anak-anak.
Penyebab
Virus Rubeola, yang merupakan virus RNA dari genus Morbilivirus dalam famili Paramyxoviridae
Gejala
Tanda-tanda dan gejala-gejala nya:
- · Demam
- · Batuk dan Pilek
- · Radang tenggorokan (Sore throat)
- · Mata merah dan berair (konjungtivitis)
- · Bintik putih kecil dengan bagian tengah putih kebiruan berlatarbelakang merah di bagian dalam mulut, di sisi bagian dalam pipi. Ini disebut bintik Koplik.
- · Ruam (muncul saat demam tinggi, semakin hari warnanya semakin gelap tengguli dan memudar setelah 1 minggu)
Infeksi virus muncul secara bertahap selama 2 hingga 3 minggu seperti berikut:
- · Fase infeksi dan inkubasi. Virus campak berinkubasi selama 10-14 hari pertama sejak terinfeksi. Gejala dan tanda-tanda campak tidak terlihat selama fase ini.
- · Fase tanda dan gejala nonspesifik. Campak biasanya diawali dengan demam ringan dan sedang, seringkali bersamaan dengan batuk yang terus menerus, pilek, mata merah (konjungtivitis) dan sore throat. Gejala ringan ini berlangsung selama 2 atau 3 hari.
- · Fase sakit akut dan ruam. Ruam berupa bintik-bintik merah kecil, beberapa sedikit menonjol dari permukaan kulit. Bintik dan benjolan berkelompok cukup rapat sehingga memberi kesan kulit seperti berbercak-bercak merah. Ruam pertama kali muncul di bagian wajah.
Selang beberapa hari kemudian, ruam akan menyebar turun ke lengan dan badan , lalu ke paha, betis dan kaki. Pada saat yang bersamaan , suhu tubuh akan naik dengan cepat, hingga mencapai 40o – 41o C. Ruam campak secara bertahap akan memudar dan menghilang, diawali dari wajah hingga terakhir paha dan telapak kaki.
- · Fase penularan. Orang yang terkena campak bisa menyebarkan virus ke orang lain selama 8 hari, dimulai 4 hari sebelum ruam muncul dan berakhir saat ruam telah muncul selama 4 hari.
Penularan
Campak adalah penyakit yang sangat menular, 9 dari 10 orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien campak, akan tertular campak. Virus ditularkan melalui kontak langsung dengan percikan air (droplet) atau menyebar melalui udara saat orang yang terinfeksi bernafas, batuk ataupun berbangkis (bersin). Virus campak di udara tetap dapat menular dan menginfeksi hingga 2 jam setelah penderita campak pergi dari tempat tersebut.
Komplikasi
Komplikasi umum yang biasanya terjadi adalah
- Infeksi telinga
- Bronkitis, laringitis atau croup
- Pneumonia
- Encephalitis
- Masalah pada kehamilan. Campak bisa mengakibatkan kelahiran prematur, berat bayi lahir kurang dan kematian
Campak bisa berakibat serius sehingga membutuhkan rawat inap, bahkan pada anak yang tadinya sehat.
- · Satu dari tiap 1000 kasus campak akan menyebabkan encephalitis akut, yang kerap kali menyebabkan kerusakan pada otak.
- · Satu atau dua dari tiap 1000 anak yang terinfeksi campak akan meninggal karena komplikasi pernafasan (pneumonia).
- · Subacute sclerosing panencephalitis (SSPE) , walaupun jarang terjadi, namun merupakan penyakit degeneratif pada sistem saraf pusat yang ditandai dengan kemunduran perilaku dan kecerdasan serta kejang. Umumnya muncul 7 hingga 10 tahun setelah infeksi campak.
Tanda kegawat daruratan
Segera bawa ke rumah sakit apabila ada tanda kegawat daruratan seperti:
– Sesak napas
– Dehidrasi berat
– Penurunan kesadaran
– Kejang lama dan berulang
Terapi
- Terapi suportif seperti pemberian paracetamol untuk membuat anak nyaman.
- Asupan cairan yang cukup, untuk mencegah terjadinya dehidrasi
- Vitamin A pada kasus campak parah yang memerlukan perawatan di Rumah Sakit.
- Antibiotik hanya diberikan saat terjadi komplikasi infeksi bakteri
Pencegahan
- Isolasi : anak atau orang yang terkena campak harus diisolasi, karena penularan yang cepat bisa terjadi 4 hari sebelum ruam muncul dan 4 hari sesudah ruam muncul.
- Imunisasi campak : pastikan anak-anak telah memperoleh imunisasi campak tepat waktu. (syl)
Sumber:
1. www.mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/symptoms-causes/syc-20374857
2. www.cdc.gov/measles/about/signs-symptoms.html , www.cdc.gov/measles/hcp/index.html
3. Gambar koplik : https://phil.cdc.gov/details.aspx?pid=3187

