Ikterus = Jaundice = kuning

Neonatorum = bayi baru lahir

Hiperbilirubinemia : kadar bilirubin dalam darah yang diatas batas normal

10 Fakta tentang kuning pada bayi baru lahir (ikterus neonatorum):

  1. Bilirubin adalah hasil dari pemecahan sel darah merah. Bilirubin terdiri dari 2 macam yaitu bilirubin indirek dan bilirubin direk. Ikterus neonatorum terjadi akibat naiknya kadar bilirubin indirek.
  2. Terdapat dua jenis ikterus neonatorum yaitu ikterus fisiologis (normal) dan patologis (terdapat penyakit yang mendasarinya).
  3. Kuning yang disebabkan oleh naiknya kadar bilirubin direk disebut kolestasis dan TIDAK PERNAH normal.
  4. Separuh (50%) bayi baru lahir mengalami ikterus neonatorum fisiologis. Bayi premature memiliki risiko lebih tinggi mengalami ikterus.
  5. Tidak semua bayi kuning diberikan fototerapi, indikasi pemberian fototerapi bergantung pada kadar bilirubin, usia gestasi dan usia bayi dalam jam.
  6. Sinar yang dapat memecah bilirubin hanyalah sinar biru.
  7. Kuning muncul pertama di sklera (bagian putih pada mata), semakin tinggi kadar bilirubin maka kuning akan meluas ke tubuh bagian bawah (wajahà leher à dada à perut à pahaà kaki).
  8. Bilirubin larut lemak dapat masuk ke dalam otak dan mengganggu sel saraf dan dapat menimbulkan cacat permanen yang disebut dengan kernikterus, kondisi ini jarang pada ikterus neonatorum (kurang dari 2 dari 100.000 kelahiran hidup).
  9. Risiko kernikterus terjadi pada kadar bilirubin lebih dari 30 mg/dL.
  10. Terdapat dua jenis ikterus yang berkaitan dengan ASI yaitu Breastfeeding Jaundice dan Breastmilk Jaundice.

5 ciri kuning normal pada bayi baru lahir:

  1. Kuning muncul pada usia lebih dari usia 24 jam
  2. Kadar bilirubin tertinggi usia 4-6 hari
  3. Kuning menghilang usia 2 minggu
  4. Bayi menunjukkan kecukupan ASI (Berat badan naik, Buang air kecil lebih dari 6x sehari, Tinja kuning pada hari ke 3-4)
  5. Bayi bugar (menyusu kuat, gerakan tangan kaki aktif, menangis kuat)

5 ciri kuning patologis pada bayi baru lahir:

  1. Kuning muncul pada 24 jam pertama kehidupan
  2. Bayi tidak bugar (bayi lemah, tidak kuat menyusu, gangguan pernapasan, suhu tidak normal)
  3. Terdapat memar / trauma lahir pada bayi
  4. Terdapat perbedaan golongan darah (ibu golongan darah O dan bayi bukan O) atau terdapat perbedaan rhesus.
  5. Bertambah kuning dengan sangat cepat.

Fakta tentang breastfeeding Jaundice:

  1. Disebabkan oleh karena kurangnya pemberian ASI
  2. Muncul pada minggu pertama kehidupan
  3. Kuning menghilang jika asupan ASI cukup
  4. Diatasi dengan manajemen laktasi yang baik

Fakta tentang Breastmilk Jaundice:

  1. Disebabkan oleh zat pada ASI yang menghambat metabolisme bilirubin
  2. Bayi Bugar dan bayi menunjukkan tanda kecukupan ASI
  3. Kuning muncul usia 4-7 hari.
  4. Kuning menetap sampai usia 10-12 minggu
  5. Kuning tidak disebabkan oleh penyakit lain (dokter sudah menyingkirkan penyebab lain)

DO:

  1. Lanjutkan menyusui
  2. Menyusui 10-12x sehari
  3. Pantau tanda kecukupan ASI
  4. Fototerapi sesuai kadar bilirubin dan usia bayi
  5. Jika bayi tidak memenuh kriteria ikterus fisiologis à konsultasikan kepada dokter

DON’T

  1. Menggantikan fototerapi dengan menjemur di bawah sinar matahari.
  2. Memberikan asupan tambahan seperti air gula, air putih atau susu formula.
  3. Menghentikan pemberian ASI.
  4. Menggunakan satu standar level bilirubin sebagai indikasi fototerapi, padahal batas fototerapi pada bayi prematur lebih rendah dan pada bayi cukup bulan lebih tinggi. Usia bayi dalam jam juga memengaruhi indikasi fototerapi.
  5. Memberikan obat-obatan  seperti questran, fenobarbital, antibiotik.

Tabel dan Resiko Jaundice

Algoritma Jaundice

(WIN)

Sumber:

  1. Neonatal Jaundice. Medscape. 2016
  2. Jaundice. Central of Disease control and prevention.
  3. Kernicterus in 21st century. Journal of Perinatology. 2009
  4. Breastmilk Jaundice. Medscape. 2015
  5. Management Hyperbilirubinemia in newborn infant. American Academy of Pediatrics. 2004
Share artikel ini: