1. Efek proteksi dari vaksinasi saat anak-anak mungkin sudah hilang
Efek perlindungan dari sebagian vaksin tidak bertahan seumur hidup. Beberapa vaksin harus diulang (booster) setiap 10 tahun (misalnya pertusis dan difteri) supaya kadar antibodi cukup untuk melindungi tubuh dari infeksi bakteri atau virus.
2. Vaksin yang diperoleh saat anak-anak mungkin belum lengkap
Program vaksinasi pada zaman dulu belumlah selengkap sekarang. Kemajuan teknologi telah menghasilkan berbagai vaksin baru. Dengan demikianproteksi yang dimiliki orang dewasa saat ini terbatas sehingga sangat dianjurkan untuk mendapat vaksinasi sesuai jadwal orang dewasa.
3. Vaksin HPV dapat mengurangi risiko kanker serviks
Vaksin HPV (human papilloma virus) adalah satu-satunya vaksin yang bermanfaat mencegah kanker. Terjadinya kanker serviks (kanker leher rahim) pada wanita telah terbukti berkaitan dengan infeksi HPV. Sehingga bila infeksi HPV mampu dicegah, maka risiko menderita kanker serviks pun berkurang.
4. Melindungi anak dari infeksi penyakit
Beberapa vaksin tidak bisa segera diberikan langsung segera setelah bayi lahir (misalnya vaksin DTP dan vaksin influenza) padahal sejak lahir bayi terpapar berbagai bakteri dan virus. Oleh karena itu cara terbaik untuk melindungi mereka adalah menjaga agar lingkungan mereka tetap sehat dengan cara memvaksinasi orang tua. Inilah efek proteksi tidak langsung yang dihasilkan program vaksinasi.
5. Vaksinasi penting bagi orang-orang yang bekerja di bidang kesehatan
Dokter dan perawat yang berhadapan dengan pasien berisiko tertular berbagai penyakit yang diderita pasien. Jalur penularan kuman dapat lewat udara, kontak kulit langsung, atau lewat darah dan cairan tubuh. Vaksinasi adalah upaya yang efektif untuk mencegah petugas kesehatan menjadi sakit akibat berbagai paparan kuman di rumah sakit atau layanan kesehatan lain.
6. Orang yang menderita penyakit kronis dan perokok rentan tertular penyakit
Penderita penyakit kronis seperti diabetes melitus, gangguan ginjal, asma, penyakit jantung koroner, dll lebih rentan tertular berbagai penyakit karena daya tahan tubuh relatif berkurang. Demikian pula halnya dengan perokok dan orang-orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh. Vaksinasi dapat melindungi mereka dari berbagai infeksi yang berat.
7. Beberapa penyakit baru muncul pada saat dewasa
Herpes zoster umumnya muncul pada saat lanjut usia dan dapat berdampak berat bagi lansia berupa nyeri yang berlangsung terus menerus (postherpetic neuralgia). Pemberian vaksin zoster dapat mengurangi risiko timbulnya herpes zoster dan komplikasinya.
8. Vaksinasi penting ketika berpergian ke negara lain
Risiko penularan penyakit di setiap negara tidak sama. Misalnya risiko terinfeksi bakteri Neisseria meningitidis di Arab Saudi lebih tinggi dibanding Indonesia sehingga mereka yang pergi naik haji wajib mendapat vaksin meningokokus.
9. Mencegah terinfeksi penyakit yang ditularkan lewat hubungan seksual
Virus Hepatitis B yang ditularkan lewat kontak langsung dengan darah, cairan semen, dan cairan vagina jauh lebih mudah menular dibandingkan HIV. Penderitanya kebanyakan tidak menampakkan gejala. Mereka yang aktif secara seksual (sexually active) dapat melindungi diri dengan mendapat vaksin hepatitis B.
(Daniel)
Sumber:
12 Reasons Why Adults Need Vaccines. WebMD http://www.webmd.com/vaccines/features/why-adults-need-vaccines
