Indikasi: kejang umum tonik klonik, kejang parsial, status epileptikus.
Kontra Indikasi: porfiria; hindari pemberian injeksi/infus pada sinus bradikardia, blok sinoatrial jantung, blok jantung derajat 2-3.
Perhatian: hati-hati penggunaan pada gangguan hati, wanita hamil dan menyusui, diebetes mellitus. Monitor darah tepi, hipotensi, dn gagal jantung. Pada pemberian intravena, pastikan bahwa fasilitas resusitasi tersedia.
Dosis:
- kejang umum tonik klonik dan kejang parsial
Per oral. Dewasa dosis awal 3-4 mg/kg per hari (sekali minum atau dibagi 2 dosis), tingkatkan bertahap selama 2 minggu sesuai kebutuhan (dengan pemantauan kadar fenitoin dalam darah). Dosis rumatan 200-500 mg sehari.
Anak dosis awal 3-5 mg/kg per hari dibagi dalam 2 dosis, tingkatkan bertahap sesuai respon klinis dan kadar fenitoin darah. Dosis rumatan 4-8 mg/kg/ hari, maksilam 300 mg sehari. Sebaiknya diminum saat atau setelah makan.
- status epileptikus
Injeksi intravena perlahan atau infus intravena, dengan memantau tekanan darah dan EKG.
Dewasa 15 mg/kg dengan kecepatan tidakk lebih dari 50 mg/menit. Dosis rumatan 100 mg. Setelah 6-8 jam, berikan per oral atau injeksi intravena, dosis dan kecepatan pemberian dikurangi tergantung berat badan.
Anak 15 mg/kg dengan kecepatan pemberian 1mg/kg/menit (tidak lebih dari 50 mg/menit).
Neonatus 15-20 mg/kg dengan kecepatan pemberian 1-3mg/kg/menit.
Sediaan:
Kapsul 25 mg, 50 mg, 100 mg
Injeksi 50 mg/ml dalam vial 5 ml
Liquid oral 2-30 mg/5 ml
Tablet 25 mg, 50 mg, 100 mg
Tablet kunyah 50 mg
Efek Samping: gangguan lambung, sakit kepala, sedasi, bingung, pandangan kabur/ganda, halusinasi, demam, akne, bicara cadel, gangguan perilaku, hiperglikemia (salah satu tanda overdosis).
Interaksi:
Tabel 5. Interaksi Fenitoin dengan Berbagai Obat1
| Nama Obat | Interaksi dengan Fenitoin |
| Amitriptilin | Melawan efek antikejang (ambang kejang menjadi lebih rendah), kadar amitriptilin dalam plasma dapat menurun |
| Carbamazepine | Dapat menguatkan risiko toksisitas tanpa menambah efek antikejang; kadar fenitoin dalam plasma berkurang tapi mungkin juga meningkat, kadar carbamazepine seringkali menurun. |
| Kloramfenikol | Kadar fenitoin dalam plasma meningkat (risiko toksisitas meningkat) |
| Kontrasepsi oral | Mengurangi efek kontraseptif |
| Diazepam | Kadar fenitoin dalam plasma dapat meningkat atau berkurang oleh diazepam |
| Ibuprofen | Efek fenitoin dapat menguat |
| Hidrokortison | Efek hidrokortison berkurang |
| Isoniazid | Metabolisme fenitoin dihambat sehingga efeknya menguat |
| Rifampisin | Metabolisme fenitoin dipercepat sehingga kadarnya dalam plasma berkurang |
