CAPING (24): PANEL DEMAM, MENEMBAK TANPA TARGET?

Dear all, Selamat pagi. Semoga semua berbahagia. Demam kan kondisi yang sering dialami oleh semua orang. Anehnya, belum banyak anggota masyarakat yang mencari tahu dan belajar kenal. I : Dok, semalam anak saya menggigil. Terus demam tinggi. Saya panik, Dok. Saya bawa ke DSA (dokter spesialis anak-red). Udah cek lab, Dok. W : Tarik napas. Pilu. Kasihan kamu, Nak (mbatin). Saya cek rekam medisnya, ooh diperiksa “PANEL DEMAM”. Apa sih itu? Pemeriksaan darah pasien demam yang sifatnya sapu jagat. Semua diperiksa. – Darah tepi lengkap. (Katanya, buat tahu infeksi bakteri atau virus). Padahal, penyakit harian seperti batuk pilek, diare muntah, penyebabnya virus. Infeksi virus apalagi common cold, kan bisa sampai 2 minggu on-off demam. Kalau common cold, tidak butuh cek lab darah. Katanya, kalau leukosit (darah putih -red)nya tinggi, pasti infeksi bakteri. – NS1. Buat Dengue. Seharusnya, kita cek lab dengue, kalau secara klinis memang cocok dengan infeksi Dengue. (Akan dibahas di seri tentang Dengue) – WIDAL. Buat tahu tifus. Padahal, Widal TIDAK bisa dipakai untuk mendiagnosis Typhoid. Lagipula umur 1,5 thn, jangan mikir Typhoid. Lagipula, demam 1 hari kok mikir typhoid (berapapun usianya). Lengkapnya, kita bahas typhoid di kesempatan lain. Alhasil, sebagaimana sudah bisa diduga, hasil lab: – darah tepi: dalam batas normal. Biasanya yang begini ya infeksi virus. – dengue negatif – typhoid – Naah… kalau widal kan keluarnya angka mis: Salmonella typhi O 1/80 Salmonella typhi H 1/160 Salmonella paratyphi … Dan seterusnya, dan seterusnya… IGNORE SAJA TES JADUL INI. Semua orang Indonesia, kalau tes Widal, pasti positif karena pasti sudah punya antibodi terhadap bakteri penyebab typhoid (yaitu bakteri Salmonella). Kesimpulan: 1. Pegangan utama untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan (diagnosis), bukan pemeriksaan lab. 2. Pegangan utama diagnosis = anamnesis dan pemeriksaan fisik. 3. Hanya sedikit penyakit yang butuh pemeriksaan lab untuk menunjang diagnosis. Misal: – hepatitis (untuk tahu apakah hepatitis A, B, atau C) – serangan jantung – infeksi berat macam sepsis Dan seterusnya, dan seterusnya yang notebene, bukan penyakit harian. 4. Apabila berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik, ada kecurigaan terhadap suatu penyakit yang membutuhkan pemeriksaan lab, baru kita tes. Misalnya, klinis curiga ISK, kita periksa lab urin. Jangan dibalik. Belum tahu arahnya ke infeksi di organ apa (demam 1 hari, gejala bapil, atau diare muntah, belum muncul), sudah cek lab. Tembak! Meski belum tahu apa yang mau dibidik. Tembak! Meski tdk tahu musuhnya dimana dan siapa. Jadi… Kenapa ada panel demam? Kenapa ayooo?!! Ada yg mau urun jawabannya? Semakin tajam kemampuan klinis seorang nakes (tenaga kesehatan -red), semakin terarah pengambilan keputusannya. Salam 5T* Wati * 5T: 1.Tepat diagnosis 2. Tepat tatalaksana 3. Tepat pilihan obatnya 4. Tepat durasi dan dosis 5. Tepat harga