Zaman pasca antibiotik mungkin lebih cocok dikatakan ‘tanpa antibiotik lagi’. Zaman dimana tak satupun antibiotik dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit.

Lebih dari 70 tahun silam, antibiotik pertama (penicillin) ditemukan dan diagung-agungkan sebagai obat dewa yang mampu menyembuhkan penyakit  infeksi. Dua tahun setelah itu, Alexander Fleming, sang penemu obat ‘dewa’ telah memperingatkan kita bahwa bakteri sangat mudah menjadi kebal terhadap antibiotik. Penelitiannya di laboratorium menunjukkan bahwa dosis antibiotik yang tidak tepat akan membuat bakteri berkembang biak semakin kuat dan kebal terhadap antibiotik.

Bakteri dapat kebal terhadap antibiotik berdasarkan seleksi alam. Pada saat terpapar antibiotik, bakteri yang sensitif akan mati, sedangkan bakteri yang kebal (superbugs) akan tetap hidup. Selanjutnya bakteri-bakteri kebal ini akan berkembang biak mentransfer materi genetik kepada bakteri lain sehingga bakteri-bakteri sensitif akan ikut kebal. Penggunaan antibiotik yang tidak bijak (penggunaan antibiotik pada saat yang tidak perlu seperti pada infeksi virus) akan mempercepat proses terbentuknya superbugs.

Untuk mengatasi infeksi akibat bakteri kebal tersebut, antibiotik baru diproduksi, antibiotik yang lebih kuat dan lebih poten. Namun, perkembangan antibiotik baru tidak dapat mengimbangi pesatnya perkembangan superbugs. Sekitar 14 jenis antibiotik telah diperkenalkan sejak tahun 1935 sampai 1968 dan baru bertambah 5 jenis antibiotik baru sampai saat ini. Bakteri membutuhkan waktu sekitar 2 minggu saja untuk kebal terhadap jenis antibiotik baru tersebut.

Penyakit dan kerugian yang ditimbulkan oleh superbugs sangatlah besar. Menurut data Centers for Disease Control (CDC) di Amerika Serikat, terdapat 2 juta pasien terinfeksi superbugs dan 23 ribu diantaranya meninggal dunia. Biaya kesehatan bertambah 20 milyar Dollar AS (sekitar 200 trilyun rupiah) pertahun akibat infeksi bakteri-bakteri super ini. Kerugian produktivitas akibat infeksi superbugs sekitar 35 milyar dollar (350 trilyun rupiah) pertahun.

Menghadapi hal tersebut, berbagai Negara dan organisasi mulai resah. Dr.Margaret Chan, direktur utama World Health Organization mengatakan bahwa kita akan menghadapi zaman pasca antibiotik, artinya tidak ada penyakit yang bisa disembuhkan oleh antibioitk, bahkan cedera lutut ringan pada anak-anakpun berisiko menyebabkan kematian.

Pemerintah Amerika Serikat telah mempublikasikan ancaman superbugs ini. Dr. Tom Frieden, pimpinan CDC mengatakan bahwa kita menuju pada zaman pasca antibiotik, dan untuk sebagian pasien saat ini, sudah merasakannya. Bayangkan suatu saat, bakteri akan kebal terhadap antibiotik terpoten dan terkuat sekalipun. “Kita tidak akan punya antibiotik lagi”

Menurut CDC,  ancaman superbugs tersebut dibagi menjadi 3 kategori yaitu kategori “Darurat”, “Serius” dan kategori “Memprihatinkan”. Bakteri yang termasuk kedalam kategori darurat adalah Carbapenem-resistant Enterobacteriaceae (600 kematian di perawatan intensif pertahunnya), Antibiotic-resistant gonorrhea (hanya respon terhadap antibiotik) dan  Clostridium difficile (14.000 kematian pertahun). Bakteri yang tergolong dalam kategori ancaman yang serius adalah  Acinetobacter, Pseudomonas aeruginosa, vancomycin-resistant enterococci (VRE), Campylobacter, Salmonella and Shigella; Meticilin-resistant Staphylococcus Aureus (MRSA), dan tuberculosis. Infeksi jamur Candida termasuk dalam kategori ini. Kategori memprihatinkan termasuk bakteri vancomycin-resistant staphylococcus aureus (VRSA) dan streptococcus grup A yang dikenal sebagai “flesh eating bacteria”.

Penggunaan antibiotik yang tidak pada tempatnya mempercepat munculnya superbugs. Saat ini lebih dari separuh konsumsi antibiotik baik yang dikonsumsi oleh manusia maupun yang digunakan pada peternakan bukan berdasarkan indikasi yang tepat.

Menurut Frieden, kita bisa mencegah ‘post antibiotic era’ ini dengan bertindak SEKARANG. Beberapa strategi yang dapat dilakukan adalah:

–          Pencegahan penyakit infeksi

–          Pendataan pola resistensi kuman

–          Regulasi penggunaan antibiotik (penggunaan antibiotik yang rasional)

–          Mengembangkan antibiotik baru dan mengembangkan alat-alat diagnosis.

Manakah yang menjadi bagian anda?

(WIN)

Sumber:

  1. Antibiotic Resistance Threats in the United States, 2013. CDC.
    Published online September 16, 2013.
  2. Post antibiotics era. http://www.businessinsider.com/cdc-warns-of-post-antibiotic-era-2013-9#ixzz2gHwDEaWb
  3. We will soon be in a post antibiotic era. http://disinfo.com/2013/09/cdc-warns-we-will-soon-be-in-a-post-antibiotic-era/
  4. Resistance antibiotics, new health threats. http://www.scmp.com/lifestyle/technology/article/1320233/resistance-antibiotics-prompts-new-health-threats
Share artikel ini: