Pengalaman masa lalu Anda dengan gempa bumi dapat memberikan rasa aman semu; Anda tidak melakukan apapun atau berlari keluar, namun tetap selamat tanpa cedera. Atau mungkin Anda berlindung di bawah meja dan orang lain berpikir Anda bereaksi berlebihan. Namun, Anda mungkin tidak pernah mengalami jenis guncangan gempa seperti yang terjadi pada gempa bumi besar : gerakan maju mundur beberapa meter per detik yang tiba-tiba dan sangat kuat, yang dapat menyebabkan lantai atau tanah berguncang di bawah Anda, dan setiap obyek tidak aman di sekitar Anda dapat terguling, terjatuh atau melayang di udara yang berpotensi menyebabkan cedera serius. Inilah sebabnya mengapa Anda harus belajar untuk segera melindungi diri setelah guncangan pertama… tidak menunggu untuk melihat apakah guncangan gempa akan menjadi lebih kuat !

Dalam kebanyakan situasi, Anda akan mengurangi resiko cedera jika Anda :

  • DROP down onto your hands and knees : BERLUTUT (sebelum guncangan gempa membuat Adna terjatuh). Posisi ini melindungi Anda dari kemungkinan terjatuh namun memungkinkan Anda untuk tetap bergerak jika diperlukan.
  • COVER your head and neck : LINDUNGI kepala dan leher Anda (dan seluruh tubuh Anda jika mungkin) di bawah meja yang kokoh. Jika tidak ada tempat berlindung, berlututlah dekat dinding pembatas (atau di dekat furnitur yang tidak mungkin menjatuhi Anda) dan lindungi kepala serta leher Anda dengan lengan dan tangan.
  • HOLD ON to your shelter : BERPEGANG pada tempat berlindung Anda (atau kepala dan leher Anda) sampai guncangan berhenti. Bersiaplah untuk bergerak dengan tempat perlindungan Anda jika guncangan gempa menyebabkannya bergeser.

Dimanapun Anda, lindungi diri sendiri ! Anda mungkin berada pada situasi dimana Anda tidak dapat menemukan tempat berlindung di bawah furnitur (atau posisi rendah menjauh dari dinding, dengan lengan menutupi kepala dan leher). Adalah penting untuk memikirkan apa yang akan Anda lakukan untuk melindungi diri dimanapun Anda berada.

MENGAPA PARA AHLI DAN PENYELAMAT MEREKOMENDASIKAN DROP, COVER AND HOLD ON

Mencoba bergerak selama guncangan gempa dapat membahayakan diri Anda: Gempa terjadi tanpa peringatan sebelumnya dan dapat sangat berbahaya sehingga Anda tidak dapat berlari atau merangkak. Anda mungkin akan terjatuh akibat guncangan itu. Jadi, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah Anda berlutut sebelum guncangan gempa membuat Anda terjatuh, dan menemukan tempat berlindung atau menggunakan lengan dan tangan untuk melindungi kepala dan leher Anda. “Drop, Cover, and Hold On” memberi Anda kesempatan terbaik untuk melindungi diri dengan cepat selama gempa… bahkan dalam gempa besar yang dapat menyebabkan furnitur bergerak/berpindah antar ruangan, dan yang dapat menyebabkan bangunan runtuh.

Bahaya terbesar berasal dari benda yang terjatuh dan melayang : Penelitian terhadap cedera dan kematian akibat gempa selama beberapa dekade menunjukkan kemungkinan kita cedera akibat benda yang terjatuh dan melayang (TV, lampu, kaca, lemari buku, dsb) lebih besar ketimbang kemungkinan kita meninggal akibat bangunan runtuh. “Drop, Cover, and Hold On” melindungi kita dari cedera semacam ini.

Bila tidak ada furnitur di dekat Anda, Anda dapat mengurangi resiko cedera akibat kejatuhan benda dengan berlutut dekat dinding pembatas dan melindungi kepala serta leher Anda dengan lengan (dinding luar lebih mungkin runtuh dan memiliki kaca yang dapat pecah). Jika Anda berada di tempat tidur, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah tinggal disitu dan menutupi kepala dengan bantal. Penelitian cedera akibat gempa menunjukkan orang yang bergerak dari tempat tidur justru tidak akan cedera apabila mereka tetap berada di tempat tidurnya.

Anda juga dapat mengurangi resiko cedera dengan mengamankan benda-benda terlebih dahulu. Amankan furniture berat dengan menguncinya ke dinding menggunakan pita pengikat. Gunakan velcro untuk benda yang berada di atas meja, di dalam laci, atau furnitur lain. Pasang “sabuk” pengaman pada lemari untuk menjaganya tetap tertutup.

SATU-SATUNYA pengecualian pada aturan “Drop, Cover and Hold On adalah apabila Anda berada di negara dengan konstruksi yang tidak memadai, dan jika Anda berada di lantai dasar dari bangunan bata tanpa penguat, dengan plafon yang berat. Dalam situasi ini, Anda harus bergerak cepat keluar menuju tempat terbuka. Hal ini tidak dapat direkomendasikan sebagai pengganti dari bangunan berstruktur tahan gempa.

YANG *TIDAK* DIREKOMENDASIKAN OLEH PENYELAMAT DAN AHLI SELAMA TERJADI GEMPA

Berdasarkan penelitian bertahun-tahun tentang bagaimana orang cedera atau meninggal karena gempa, dan pengalaman dari tim penyelamat dan pencari Amerika Serikat dan Internasional, 3 tindakan ini tidak direkomendasikan :

JANGAN berlari keluar atau berpindah ke ruangan lain selama guncangan gempa : Area sekitar dinding luar bangunan adalah tempat paling berbahaya. Jendela, bagian muka gedung dan detil arsitektur lainnya adalah bagian pertama yang biasanya runtuh. Untuk menjauh dari area berbahaya, tinggallah di dalam apabila Anda berada di dalam ruangan dan tinggallah di luar apabila Anda berada di luar ruangan. Juga, guncangan gempa dapat terjadi begitu kuatnya sampai Anda tidak dapat berpindah tanpa terjatuh, dan benda-benda rubuh atau terlempar ke arah Anda tanpa diduga. Cedera dapat dihindari dengan menjatuhkan diri (berlutut) sebelum gempa menjatuhkan Anda.

JANGAN berdiri di ambang pintu: Sebuah foto gempa di California menggambarkan sebuah rumah dengan kusen pintu sebagai satu-satunya benda yang masih tegak berdiri. Dari sini timbul keyakinan bahwa ambang pintu adalah tempat teraman selama gempa. Benar – jika Anda tinggal di rumah tua tanpa penguat atau rumah rangka kayu yang tua. Di perumahan modern, ambang pintu tidak sekuat bagian rumah yang lain, dan tidak melindungi Anda dari sumber cedera utama : benda yang terjatuh atau melayang. Anda mungkin tidak dapat tahan berdiri lama di ambang pintu selama terjadi gempa. Lebih aman bila Anda berada di bawah meja.

BERLATIH MELAKUKAN TINDAKAN YANG BENAR… DAPAT MENYELAMATKAN NYAWA ANDA

Anda akan bereaksi cepat ketika guncangan terjadi jika Anda telah berlatih melindungi diri Anda secara berkala.

Jika Anda berada…

Di dalam ruangan: Drop, cover, and hold on (berlutut, berlindung, dan berpegang). Berlutut di lantai, berlindung di bawah meja yang kokoh, dan berpegang kuat padanya. Bersiaplah untuk berpindah dengan meja itu sampai guncangan berhenti. Jika Anda tidak berada dekat meja, berlutut di lantai dekat dinding pembatas dan lindungi kepala dan leher dengan lengan Anda. Hindari dinding luar, benda tergantung, cermin, furnitur tinggi, peralatan berat, dan lemari dapur yang berisi benda berat atau terbuat dari kaca. Jangan berlari keluar !

Di tempat tidur : Jika Anda berada di ranjang, berpegang dan tinggallah disana sambil melindungi kepala Anda dengan bantal. Dengan demikian, resiko cedera lebih kecil. Pecahan kaca di lantai dapat menyebabkan cedera pada mereka yang berguling ke lantai atau berusaha keluar pintu.

Dalam gedung tinggi: Drop, cover, and hold on (berlutut, berlindung dan berpegang). Hindari jendela dan bahaya lainnya. Jangan menggunakan lift. Jangan terkejut apabila sistem sprinkler (penyemprot kebakaran otomatis) atau alarm kebakaran bekerja.

Di luar ruangan: Berpindahlah ke area kosong jika Anda dapat melakukannya dengan aman; jauhi tiang listrik, pohon, rambu lalulintas, gedung, kendaraan, dan sumber bahaya lainnya.

Menyetir: Minggir ke tepi jalan, berhenti, dan pasang rem tangan. Hindari overpass, jembatan, tiang listrik, rambu lalulintas, dan sumber bahaya lainnya. Tetaplah berada dalam kendaraan sampai guncangan berhenti. Jika tiang listrik menjatuhi mobil Anda, tinggallah di dalam sampai orang yang terlatih memindahkan kabel listrik tersebut.

“CARILAH PINTU KELUAR.”

Sebuah foto gempa di California menggambarkan sebuah rumah dengan kusen pintu sebagai satu-satunya benda yang masih tegak berdiri. Dari sini timbul keyakinan bahwa ambang pintu adalah tempat teraman selama gempa. Benar – jika Anda tinggal di rumah tua tanpa penguat atau rumah rangka kayu yang tua. Di perumahan modern, ambang pintu tidak sekuat bagian rumah yang lain. Lebih aman bila Anda berada di bawah meja.

Dalam stadion atau teater: Tetaplah di kursi Anda dan lindungi kepala dan leher dengan lengan. Jangan berusaha meninggalkan tempat sampai guncangan berhenti. Lalu berjalanlah pelahan dan berhati-hatilah terhadap apapun yang bisa terjatuh akibat guncangan tadi.

Dekat pantai : Drop, cover and hold on (berlutut, berlindung dan berpegang) sampai guncangan berhenti. Perkirakan berapa lama guncangan berlangsung. Jika guncangan hebat berlangsung selama 20 detik atau lebih, segeralah berpindah ke tempat yang tinggi karena tsunami bisa terpicu oleh gempa. Bergeraklah segera sejauh 3 kilometer atau ke tanah yang paling tidak memiliki ketinggian 30 meter di atas permukaan pantai. Jangan menunggu peringatan resmi. Berjalanlah dengan cepat, ketimbang berkendara, untuk menghindari kemacetan, puing, dan sumber bahaya lain.

Di bawah bendungan : Bendungan dapat runtuh akibat gempa bumi besar. Bencana ini jarang terjadi, tetapi apabila Anda tinggal di hilir sebuah bendungan, Anda harus tahu informasi area banjir dan menyiapkan rencana evakuasi (DWR)

Sumber :What to do immediately when shaking begins
http://www.earthquakecountry.info/dropcoverholdon/

Share artikel ini: