Hampir dua bulan terakhir media massa internasional termasuk media massa nasional memuat berita tentang wabah di China yang disebabkan oleh virus corona. Wabah yang sudah menyebar ke banyak negara ini telah berdampak luas, tidak hanya pada sektor kesehatan tapi juga sektor lain seperti perdagangan, industri pariwisata, penerbangan. Lalu apa wabah apa sebenarnya yang sedang terjadi di China dan menyebar ke negara lain di duni ini? 10 pertanyaan berikut akan mencoba merangkumnya untuk Anda:

  1. T: Penyakit apa yang sebenarnya sedang mewabah di China dan sejumlah negara di dunia saat ini?

J:  Penyakit yang sedang mewabah di China, terutama Provinsi Hubei, adalah penyakit akibat virus Corona yang nama resminya adalah COVID-19. Wabah ini bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei Desember 2019 lalu. Sebelum nama resminya ditetapkan, wabah ini disebut dengan nama penyakit pernapasan akibat virus Corona baru tahun 2019 atau 2019-nCoV.

  1. T: Apa penyebab penyakit ini dan bagaimana gejalanya?

J:  COVID-19 disebabkan oleh virus Corona tipe baru yang mirip dengan virus penyebab Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS). Itu sebabnya, virus ini secara resmi dinamai SARS-CoV-2. Orang yang terinfeksi virus ini pada umumnya mengalami gejala demam, batuk, dan sesak napas. Namun, ada juga yang tidak mengalami gejala tapi bisa menularkan ke orang lain.

  1. T: Dari mana penyakit ini berasal?

J:  Hasil penyelidikan epidemiologi memperlihatkan bahwa COVID-19 bersifat zoonosis. Artinya berasal dari satwa liar. Kasus-kasus awal COVID-19 yang muncul di Kota Wuhan terkait dengan pasar hewan di sana. Sejauh ini kelelawar dan trenggiling diduga menjadi penyebar penyakit ini.

  1. T: Bagaimana penyakit ini menyebar?

J:  COVID-19 menyebar melalui percikan batuk atau bersin. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk. Jangan lupa untuk mencuci tangan yang dipakai untuk menutup mulut dan hidung itu dengan sabun atau membuang tisu penutup jika kita menutupnya dengan tisu. Sebab, bisa jadi kuman atau virus menempel pada tangan atau tisu yang kita pakai.

  1. T: Siapa yang berisiko tertular?

J:  Semua kelompok umur rentan tertular penyakit ini. Akan tetapi, lansia terutama mereka yang dengan penyakit penyerta seperti misalnya hipertensi memiliki risiko yang lebih besar.

  1. T: Berapa banyak yang sudah tertular dan sudah menyebar ke mana saja penyakit ini?

J:  Menurut data dari Johns Hopkins University per Senin 17 Februari 2020 pukul 10.00 WIB, kasus positif COVID-19 sudah mencapai 71.331 kasus dengan korban meninggal mencapai 1.775. Di luar China, penyakit ini sudah menyebar ke 25 negara di Asia, Amerika, Eropa, Australia, juga Afrika.

  1. T: Apakah penyakit COVID-19 ini sudah masuk ke Indonesia?

J:  Sampai sekarang belum ada laporan kasus positif COVID-19 di Indonesia. Dari semua sampel yang masuk ke laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan untuk dites, belum ada yang positif COVID-19.

  1. T: Apakah sudah ada obat yang bisa mengatasi penyakit ini atau vaksin untuk mencegah penularan COVID-19?

J:  Sampai saat ini belum ada obat atau vaksin khusus untuk mengobati atau mencegah penularan COVID-19 sebab virus penyebab penyakit ini tergolong baru sehingga belum banyak informasi terkait karakter virus ini yang diketahui para pakar.

  1. T: Apakah penyakit COVID-19 ini bisa disembuhkan dengan mengonsumsi antibiotik?

J:  Antibiotik adalah obat keras yang dipakai untuk melawan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Sedangkan COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Dengan begitu, antibiotik tidak bisa menyembuhkan COVID-19.

  1. T: Bagaimana cara mencegah agar tidak tertular?

J:  Jaga higienitas diri dengan pertama, menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk serta jangan lupa mencuci tangan yang dipakai menutup bersin dengan sabun atau membuang tisu yang dipakai menutupi bersin. Kedua, cuci tangan pakai sabun atau pembersih tangan berbasis alkohol secara teratur. Ketiga, menjaga jarak dari orang yang batuk atau bersin-bersin. Keempat, hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut karena bisa jadi terdapat kuman atau virus pada tangan kita. Kelima, hindari mengonsumsi daging hewan mentah atau tidak matang. Keenam, jika mengalami gejala batuk, demam, dan sesak napas segera periksakan ke dokter. Ketujuh, makan makanan bergizi seimbang, olahraga teratur, dan cukup istirahat untuk menjaga daya tahan tubuh tetap bagus. (adyt)

Sumber:

  1. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO):

https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public

https://www.who.int/health-topics/coronavirus

  1. ECDC : https://www.ecdc.europa.eu/sites/default/files/images/COVID-19-infographic.jpg
  2. Kementerian Kesehatan: https://www.kemkes.go.id/article/view/20012900002/Kesiapsiagaan-menghadapi-Infeksi-Novel-Coronavirus.html
Share artikel ini: