Tiamin/B12,3

Indikasi: defisiensi vitamin B1, koma/delirium akibat alkohol atau obat opioid.

Perhatian: dapat terjadi syok anafilaktik pada pemberian tiamin injeksi. Tidak aman bagi ibu menyusui.

Dosis:

  • Defisiensi kronik ringan: 10-25 mg per hari per oral
  • Defisiensi kronik berat: 200-300 mg per hari per oral
  • Koma/delirium akibat alkohol atau obat opioid dan barbiturat: infus intravena selama 30 menit.

Sediaan: tablet tiamin hidroklorida 50 mg dan 100 mg, tablet vitamin B kompleks, injeksi intramuscular potensi tinggi (Pabrinex im: isi vitamin C 500 mg, nicotinamide 160 mg, pyridoxine HCl 50 mg, riboflavin 4 mg, tiamin HCl 250mg/7 ml), injeksi intravena potensi tinggi (Pabrinex iv: isi vitamin C 500 mg, glukosa anhidrosa 1 g, nicotinamide 160 mg, pyridoxine HCl 50 mg, riboflavin 4 mg, tiamin HCl 250mg/10 ml).

Riboflavin/B22

Indikasi: defisiensi vitamin B2

Dosis:

  • Terapi defisiensi vitamin B2, per oral: dosis dewasa dan anak hingga 30 mg sehari.
  • Pencegahan defisiensi vitamin B2, per oral: dosis dewasa dan anak 1-2 mg per hari.

Sediaan: tablet 5 mg, tablet vitamin B kompleks

Pyridoxine/B63

Indikasi: defisiensi vitamin B6, neuropati pada penggunaan isoniazid dalam terapi TB, anemia sideroblastik yang belum diketahui penyebabnya, sindrom premenstrual.

Interaksi: efek levodopa dapat berkurang oleh piridoksin apabila diminum tanpa inhibitor dopa-dekarboksilase

Dosis:

  • Defisiensi vitamin B6: 20-50 mg s.d 3x sehari
  • Neuropati akibat isoniazid: 10 mg sehari untuk pencegahan, 50 mg 3x sehari untuk terapi
  • Anemia sideroblastik yang belum diketahui penyebabnya: 100-400 mg sehari, dosis terbagi
  • Sindrom premenstrual: 50-100 mg per hari

Sediaan: tablet 10 mg, injeksi intramuskular dan intravena (lihat Tiamin), tablet vitamin B kompleks

Efek Samping: neuropati sensorik (pada penggunaan jangka panjang dan dosis tinggi)

Sianokobalamin/ Vitamin B123

Indikasi: anemia megaloblastik, pasca pembedahan lambung total dan pemotongan usus, defisiensi vitamin B12.

Dosis:

  • Per oral: untuk defisiensi B12 karena faktor asupan makanan: dewasa 50-150 mikrogram atau lebih, anak 50-105 mikrogram sehari, 1-3x/hari
  • Injeksi intramuskular: dosis awal 1mg, diulang 10x dengan interval 2-3 hari. Dosis rumatan 1 mg per bulan.

Sediaan: tablet 50 mikrogram, liquid 35 microgram/5 ml, injeksi 1 mg/ml.

Share artikel ini: