Vaksinasi meningokokus diberikan untuk mencegah penyakit meningokokus yang dapat berakibat kematian.

Ada 2 tipe vaksin meningokokus:

  • Meningokokus konjugasi atau vaksin MenACWY (nama dagang: Menveo-minimal diberikan saat usia 2 bulan, Menactra- minimal diberikan di usia 9 bulan)
  • Meningokokus Serogrup B atau vaksin MenB (nama dagang: Trumemba, Bexsero) minimal diberikan di usia 10 tahun.

Siapa yang perlu vaksinasi Meningokokus?

  • Vaksinasi untuk orang yang bepergian

Vaksinasi Meningokokus disarankan untuk orang yang akan bepergian atau tinggal di daerah sub-Saharan Afrika, yang dikenal sebagai “meningitis belt” (daerah sabuk meningitis)

Sumber gambar:https://wwwnc.cdc.gov/travel/diseases/meningococcal-disease

  • Kunjungan ke Kerajaan Saudi Arabia untuk umroh atau naik haji mengharuskan vaksinasi quadrivalent setidaknya 10 hari sebelum tiba di tanah suci dan tidak lebih dari 3 tahun untuk vaksin polisakarida. Vaksin konjugasi diberikan tidak lebih dari 5 tahun sebelum tiba di Saudi Arabia.

Berikut rekomendasi CDC untuk vaksinasi meningokokus bagi anak-anak dan dewasa muda:

Keterangan tabel:
  1. Jika bayi divaksinasi sebelum bepergian, berikan 2 dosis vaksin dengan jarak 8 minggu.
  2. Untuk orang dengan HIV, anatomi atau fungsional asplenia, dan orang dengan defisiensi komponen komplemen persisten (C3, C5-9, properdin, faktor D, dan faktor H atau orang yang mengkonsumsi eculizumab [Soliris]) harus menerima 2 dosis utama dengan jarak 8-12 minggu.
  3. Vaksinasi ulang dengan vaksin konjugasi meningokokus (MenACWY-D atau MenACWY-CRM) direkomendasikan setelah 3 tahun untuk anak yang terakhir kali divaksin saat usia <7 tahun. Vaksinasi ulang dengan vaksin konjugasi meningokokus direkomendasikan setelah 5 tahun untuk orang yang terakhir kali divaksin di usia ≥7 tahun, dan setiap 5 tahun berikutnya bagi orang yang terus menerus berisiko.
  4. Pada April 2016, FDA menyetujui pemutakhiran terhadap informasi peresepan pada MenB-Fhbp, sehingga diperbolehkan pemberian jadwal 3 dosis (0,1-2, 6 bulan) atau jadwal 2 dosis (0, 6 bulan). Jadwal 3 dosis dipilih untuk kelompok yang berisiko tinggi dimana memerlukan perlindungan yang lebih baik.

CDC merekomendasikan vaksinasi meningokokus pada anak usia pra remaja dan remaja, yakni 2 dosis di usia 11–12 tahun dan 16 tahun (Menveo atau Menactra).

Pada situasi tertentu (memiliki faktor risiko terjangkit meningokokus), CDC merekomendasikan juga pada anak-anak dan orang dewasa.

Berikut rekomendasi vaksinasi meningokokus untuk usia 19 tahun hingga > 65 tahun, termasuk untuk orang dengan kondisi khusus:

Keterangan:

  • Booster vaksin MenB dilakukan setelah 1 tahun dari dosis primernya.
  • Vaksin MenB-4C dan vaksin MenB-FHbp tidak dapat saling menggantikan. Gunakan jenis vaksin yang sama dalam satu seri vaksinasi.
  • Ibu hamil sebaiknya menunda vaksinasi dengan vaksin MenB, kecuali bila risiko terpapar penyakit meningkat dan vaksinasi bermanfaat lebih tinggi daripada potensi risikonya.

Siapa Yang Tidak Boleh Divaksinasi?

Beberapa orang tidak boleh divaksinasi atau harus ditunda pemberian vaksinnya dikarenakan usia atau kondisi kesehatannya. Mari kita baca petunjuk berikut ini dan tanyakan informasi lebih lanjut pada dokter Anda.

Beritahukan pada orang yang menberikan vaksinasi meningokokus jika:

Anda atau anak Anda memiliki reaksi alergi yang membahayakan jiwa atau punya alergi parah.

  • Jangan lakukan vaksinasi meningokokus jika
    • Anda mengalami reaksi alergi yang membahayakan jiwa setelah mendapat vaksinasi meningokokus untuk pertama kalinya
    • Anda punya alergi parah terhadap salah satu bahan kandungan vaksin tersebut. Dokter Anda harus menerangkan bahan kandungan vaksin.

Anda sedang hamil atau meyusui.

  • Wanita hamil yang berisiko terkena penyakit meningokokus serogrup A, C, W atau Y bisa mendapat vaksin MenACWY
  • Wanita hamil atau menyusui yang berisiko terkena penyakit meningokokus serogrup B bisa mendapat vaksin MenB. Tetapi mereka harus konsultasi dengan dokter untuk memutuskan apakah manfaat vaksinasi tersebut lebih besar daripada risikonya.

Anda atau Anak Anda tidak merasa sehat.

  • Orang yang sakit ringan seperti selesma, dapat memperoleh vaksinasi. Orang yang sakit agak parah atau sangat parah harus menunggu hingga sehat kembali untuk memperoleh vaksinasi.

Apa Saja Efek Samping yang Mungkin Terjadi?

Pada umumnya orang yang memperoleh vaksinasi meningokokus tidak mengalami efek samping yang serius. Namun semua obat, termasuk vaksin, ada kemungkinan terjadi efek samping. Efek samping bisanya ringan dan akan hilang sendiri dalam beberapa hari, tapi bisa juga terjadi reaksi yang berat.

Efek Samping Ringan

Masalah-masalah yang dapat terjadi setelah divaksinasi (oleh vaksin apapun)

  • Kadangkala orang mengalami pingsan setelah menjalani prosedur pengobatan, termasuk vaksinasi. Duduk atau berbaring sekitar 15 menit bisa membantu mencegah terjadinya pingsan dan luka akibat jatuh. Sampaikan pada dokter jika Anda atau anak Anda merasa pusing, pandangan kabur atau telinga mendengung.
  • Beberapa orang mengalami sakit parah pada bahu dan susah menggerakan lengan mereka setelah disuntik. Ini sangat jarang terjadi.
  • Obat apapun dapat mengakibatkan reaksi alergi yang parah. Reaksi tersebut yang diakibatkan oleh vaksin sangat jarang terjadi, diperkirakan sekitar 1 dari sekitar satu juta dosis. Reaksi yang demikian terjadi dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah vaksinasi.
  • Sama halnya dengan obat-obatan apapun, sangat kecil kemungkinan terjadi cedera parah atau kematian karena vaksinasi. (syl)

Sumber:

  1. https://www.cdc.gov/
  2. https://www.cdc.gov/
  3. https://wwwnc.cdc.gov/
  4. https://www.cdc.gov

 

Share artikel ini: