Jenis vaksin yang diperlukan seorang dewasa tergantung dari berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin,vaksin yang sudah pernah didapat, komorbiditas, dan lain-lain. Jadwal vaksinasi orang dewasa Indonesia sudah dibuat oleh Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dan dapat dilihat di alamat berikut (www.imunindo.com). Jadwal vaksinasi yang ditetapkan Center for Disease Control (CDC) di Amerika Serikat dapat diunduh darialamat berikut (http://www.cdc.gov/vaccines/schedules/hcp/adult.html).

Berikut ini adalah vaksin-vaksin yang diperlukan orang dewasa berdasarkan kelompok usia.

Usia 19 s.d. 26 tahun

  • Vaksin influenza (satu kali tiap tahun)
  • Vaksin Tdap (tetanus, difteri, pertusis) jika belum pernah mendapat vaksin ini sebelumnya; dosis  Tdap diberikan setiap kali seorang perempuan hamil walaupun sebelumnya sudah pernah mendapat Tdap (diberikan pada usia kehamilan 27-36 minggu)
  • Vaksin Td (toksoid tetanus & difteri) setiap 10 tahun
  • Vaksin varicella bila belum pernah menderita varicella (cacar air) sebelumnya atau belum pernah mendapat vaksin varicella sebelumnya
  • Vaksin HPV (human papilloma virus) bila belum pernah mendapat vaksin ini
  • Vaksin MMR (measles, mumps, rubella) bila belum pernah mendapat vaksin ini
  • Vaksin tifoid (satu kali setiap tiga tahun)

Usia 27 s.d. 59 tahun

  • Vaksin influenza (satu kali setiap tahun)
  • Vaksin Tdap (tetanus, difteri, pertusis) jika belum pernah mendapat vaksin ini sebelumnya; dosis  Tdap diberikan setiap kali seorang perempuan hamilwalaupun sebelumnya sudah pernah mendapat Tdap (diberikan pada usia kehamilan 27-36 minggu)
  • Vaksin Td (toksoid tetanus & difteri) setiap 10 tahun
  • Vaksin MMR (measles, mumps, rubella) bila belum pernah mendapat vaksin ini
  • Vaksin tifoid (satu kali setiap tiga tahun)

Usia 60 s.d. 64 tahun

  • Vaksin influenza (satu kali setiap tahun)
  • Vaksin Tdap (tetanus, difteri, pertusis) jika belum pernah mendapat vaksin ini sebelumnya
  • Vaksin Td (toksoid tetanus & difteri) setiap 10 tahun
  • Vaksin herpes zoster
  • Vaksin tifoid (satu kali setiap tiga tahun)

Usia 65 tahun

  • Vaksin influenza (satu kali setiap tahun)
  • Vaksin Tdap (tetanus, difteri, pertusis) jika belum pernah mendapat vaksin ini sebelumnya
  • Vaksin Td (toksoid tetanus & difteri) setiap 10 tahun
  • Vaksin herpes zoster jika belum pernah mendapat vaksin ini
  • Vaksin pneumokokus
  • Vaksin tifoid (satu kali setiap tiga tahun)

KETERANGAN

Vaksin Influenza

Virus influenza dapat menyebabkan penyakit yang fatal terutama mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang tidak optimal. Pandemi avian influenza dan swine flu menunjukkan bahwa virus influenza sangatlah berbahaya. Tidak hanya itu, virus ini sangat mudah bermutasi sehingga setiap tahun vaksin influenza diperbarui.

Vaksin influenza direkomendasikan untuk semua orang mulai dari usia enam bulan. Vaksin influenza sangat penting bagi: penderita penyakit kronis dan gangguan kekebalan tubuh; orang-orang yang kontak erat dengan penderita penyakit kronis dan gangguan kekebalan tubuh serta balita; petugas kesehatan; wanita hamil; orang-orang yang tinggal di panti.

Vaksin Tetanus, Difteri, Pertusis

Tetanus, difteri, dan pertusis bukan hanya penyakit yang menyerang anak-anak. Orang dewasa dapat menderita infeksi bakteri-bakteri tersebut bila kadar antibodi tetanus-difteri-pertusis di dalam tubuh tidak dalam kadar proteksi.  Vaksin Tdap diberikan kepada orang dewasa yang belum pernah mendapat vaksin ini sebelumnya atau status imunisasi yang tidak jelas. Setiap sepuluh tahun orang dewasa diberi booster berupa vaksin Td. CDC merekomendasikan vaksinTdap diberikan setiap kali wanita mengalami kehamilan, tanpa melihat apakah sudah pernah diberi vaksin Tdap atau Td sebelumnya.

Vaksin Varicella

Varicella atau cacar air lebih sering menyerang anak-anak dibandingkan orang dewasa. Meskipun demikian, infeksi virus varicella pada orang dewasa akan menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan anak-anak. Vaksin ini direkomendasikan kepada mereka yang belum memiliki kekebalan terhadap virus varicella. Tanda bahwa orang tersebut belum kebal terhadap varicella antara lain: belum pernah menderita cacar air; belum pernah menderita herpes zoster; belum pernah mendapat vaksin varicella.

Vaksin HPV (human papilloma virus)

Pria maupun wanita dapat terinfeksi HPV. Pada wanita, infeksi HPV dapat menimbulkan kanker serviks (leher rahim). Pada pria, infeksi HPV dapat menyebabkan kondiloma akuminata. HPV ditularkan terutama lewat hubungan seksual, oleh karena itu vaksin HPV direkomendasikan baik kepada pria (usia 9 s.d. 26 tahun) maupun wanita (usia 13-26 tahun) yang belum aktif secara seksual.

Vaksin Zoster

Herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama dengan virus varicella (cacar air). Setelah sakit cacar air, maka sebagian virus varicella akan tinggal di daerah tepi sistem saraf dan bersifat dorman (tidak menimbulkan penyakit). Setelah orang tersebut berusia lanjut, ketika sistem imun tubuh menurun, maka virus tersebut dapat aktif kembali dan menimbulkan penyakit herpes zoster. Vaksin herpes zoster dapat mengurangi risiko timbulnya herpes zoster dan komplikasi nyeri pascazoster (postherpetic neuralgia). Vaksin herpes zoster direkomendasikan kepada semua orang berusia 60 tahun, termasuk mereka yang sudah pernah menderita herpes zoster sebelum usia 60 tahun. Vaksin zoster saat ini belum tersedia, diperkirakan akan masuk ke Indonesia tahun 2014.

Vaksin MMR (measles, mumps, rubella)

Vaksin MMR melindungi kita dari penyakit campak, gondongan, dan campak jerman yang semuanya disebabkan virus. Indikasi vaksin MMR adalah orang dewasa yang belum pernah mendapat vaksin ini sebelumnya. Wanita hamil tidak boleh mendapat vaksin MMR.

Vaksin Pneumokokus

Bakteri pneumokokus dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya seperti pneumonia, meningitis, dan sepsis. Orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun lebih rentan terinfeksi pneumokokus. Vaksin pneumokokus ada dua jenis, yaitu pneumococcal polysaccharide vaccine (PPSV23) dan pneumococcal conjugate vaccine (PCV13). PCV13 adalah vaksin konjugat, sedangkan PPSV adalah vaksin polisakarida.

PPSV23 diindikasikan pada: orang berusia ≥65 tahun; orang berusia <65 tahun yang menderita penyakit paru kronis, jantung, diabetes melitus, HIV, gangguan kekebalan tubuh, alkoholisme, penyakit ginjal kronis, dan lain-lain. PCV13 diindikasikan pada orang berusia ≥19 tahun dengan gangguan kekebalan tubuh (penyakit ginjal kronis, sindrom nefrotik), asplenia (tidak memiliki limpa), dan memiliki implan koklea. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk menentukan jenis dan jadwal vaksin pneumokokus yang diperlukan.

Vaksin Meningokokus

Vaksin meningokokus melindungi dari infeksi bakteri Neisseria meningitidis yang dapat menyebabkan meningitis (radang selaput otak). Seperti halnya vaksin pneumokokus, vaksin meningokokus ada yang berupa vaksin polisakarida dan ada yang vaksin konjugat. Indikasi pemberian vaksin meningokokus adalah untuk mereka dengan gangguan kekebalan tubuh seperti asplenia, HIV, dll. Di Indonesia, vaksin ini diberikan pada orang-orang yang akan berangkat haji karena di daerah Arab Saudi angka kejadian infeksi Neisseria meningitidis masih tinggi.

Vaksin Hepatitis A

Virus hepatitis A menular secara fecal-oral (tinja penderita hepatitis A mengandung virus yang dapat menular lewat makanan/minuman yang terkontaminasi) dan menyebabkan gangguan organ hati yang sifatnya akut. Vaksin hepatitis A diindikasikan pada: men who have sex with men; penderita penyakit hati kronis; pasien yang rutin menerima faktor pembekuan darah; orang yang akan berpergian ke dearah endemik hepatitis A. Indonesia termasuk daerah endemik hepatitis A.

Vaksin Hepatitis B

Infeksi virus hepatitis B bersifat kronis sehingga dampak kerusakan hati baru timbul setelah jangka waktu lama bahkan dapat mengakibatkan kanker hati. Virus hepatitis B menular lewat kontak langsung dengan darah, cairan semen, cairan vagina penderita hepatitis B. Vaksin hepatitis B diindikasikan pada: orang yang aktif secara seksual dan berganti-ganti pasangan; men who have sex with men; pasangan (suami/istri) terinfeksi hepatitis B; petugas kesehatan; penderita diabetes yang berusia kurang dari 60 tahun; penderita gagal ginjal yang memerlukan hemodialisis (cuci darah); penderita HIV; penderia penyakit hati kronis.

Vaksin Tifoid

Masyarakat Indonesia disarankan menerima vaksin tifoid karena angka kejadian tifoid yang disebabkan bakteri Salmonella typhi masih tinggi. Infeksi Salmonella typhi dapat menyebabkan ganggan pada berbagai organ tubuh, bahkan kematian.

(Daniel)

Sumber:

1. Vaccines for adults: which do you need? Mayo Clinic. http://www.mayoclinic.com/health/vaccines/MY01188

2. Adult immunization – recommended immunizations. WebMD. http://children.webmd.com/vaccines/tc/immunizations-adult-immunizations

3. Adult vaccination. Center for Disease Control. http://www.cdc.gov/vaccines/schedules/hcp/adult.html

4. Imunisasi Dewasa Indonesia. http://www.imunindo.com/

Share artikel ini: