Anak-anak saat ini tumbuh dan berkembang bersama teknologi digital. Sebagai orang tua, kita wajib membantu anak-anak untuk menggunakan media digital secara “sehat”. Mari simak beberapa tips dan trik nya:

  • Buatlah jadwal penggunaan media digital (laptop, handphone, ipad, dll) bagi keluarga Anda. Penggunaannya harus diselaraskan dengan nilai-nilai hidup dan gaya pengasuhan dalam keluarga. Bila digunakan secara terencana dan semestinya, media digital dapat memberi kemudahan dan membantu kehidupan sehari-hari. Namun bila disalahgunakan dan tidak direncanakan, maka akan menggantikan banyak aktivitas penting seperti interaksi tatap muka, waktu bersama keluarga, kegiatan bermain di luar rumah, olahraga dan tidur.
  • Terapkan aturan pengasuhan yang sama, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Tetapkan batasan. Anak-anak membutuhkan dan mengharapkan ada batasan. Kenali teman-teman anak Anda, baik daring (online) maupun luring (offline). Ketahuilah apa saja platform, software dan apps yang digunakan anak Anda, situs apa saja yang kerap dikunjungi dan apa yang mereka lakukan saat daring.
  • Anjurkan untuk bermain tanpa media digital. Penggunaan media digital, sama seperti aktivitas yang lain, harus dibatasi. Bermain sesuatu yang tidak terstruktur dan luring akan menstimulasi kreativitas. Prioritaskan bermain tanpa media digital dalam aktivitas harian, terutama untuk anak-anak yang masih kecil.
  • Temani anak saat menggunakan media digital. Temani saat menonton, bermain dan terlibatlah saat anak-anak Anda menggunakan media digital. Itu akan meningkatkan interaksi sosial, ikatan batin (bonding) dan proses belajar anak. Bermain video game dengan anak Anda juga merupakan kesempatan untuk menunjukkan sportivitas dan etika bermain. Menonton pertunjukan bersama anak merupakan kesempatan untuk mengenalkan dan membagi pengalaman hidup, cara pandang dan pedoman hidup Anda juga. Jadi jangan hanya mengawasi anak saat daring tapi berinteraksilah dengannya, Anda akan mengerti apa yang sedang mereka lakukan dan ikut terlibat di dalamnya.
  • Jadilah panutan yang baik. Ajarkan dan tunjukkan tata krama yang baik saat daring. Anak-anak adalah tukang tiru yang luar biasa, batasi penggunaan media digital Anda juga. Anda akan punya lebih banyak waktu dan terhubung dengan anak-anak Anda jika berinteraksi, memeluk dan bermain bersama mereka daripada sekedar memandangi layar (laptop atau hp).
  • Pentingnya komunikasi tatap muka. Anak-anak yang masih kecil belajar dengan baik lewat komunikasi dua arah. Anak perlu dilibatkan dalam percakapan timbal balik untuk membantu perkembangan bahasanya. Percakapan tatap muka bisa dilakukan melalui video, bila diperlukan, dengan orang tua yang sedang jauh dari anak atau dengan kakek-nenek. Penelitian membuktikan bahwa percakapan tanya jawab lah yang dapat lebih mengembangkan kemampuan berbahasa pada anak daripada mendengarkan secara pasif atau interaksi satu arah dengan layar kaca.
  • Batasi penggunaan media digital pada anak-anak kecil. Hindari media digital pada anak-anak yang usianya lebih muda daripada 18-24 bulan kecuali percakapan melalui video. Untuk anak-anak usia 18-24 bulan, temani mereka menonton karena mereka belajar dari melihat dan berbicara dengan Anda. Batasi penggunaan layar pada anak usia pra sekolah, usia 2-5 tahun, 1 jam per hari hanya untuk program-program berkualitas tinggi. Temani mereka menonton bila memungkinkan. Pembelajaran paling baik bagi anak-anak adalah ketika mereka mengulang di dunia nyata apa yang mereka pelajari di layar kaca.
  • Ciptakan zona bebas media digital. Pastikan saat makan bersama, kumpul keluarga atau pertemuan sosial lainnya dan kamar tidur anak, bebas dari media digital. Matikan televisi yang tidak ditonton. Suara TV dapat menghalangi interaksi tatap muka dengan anak-anak. Isi ulang gadget saat malam dan di luar kamar tidur anak-anak, supaya tidak tergoda untuk menggunakannya saat anak-anak harus tidur. Hal-hal ini akan mendorong makin banyak waktu bersama keluarga, makan makanan yang lebih sehat serta tidur dengan lebih baik.
  • Jangan gunakan media digital untuk menenangkan anak-anak. Media digital dapat sangat efektif untuk menenangkan anak-anak dan membuat mereka diam, tapi bukan satu-satunya cara untuk mengajarkan anak-anak menjadi tenang. Anak-anak harus diajarkan untuk mengenali dan mengendalikan emosinya, belajar menciptakan aktivitas saat dilanda bosan, atau menenangkan diri dengan mengatur pernapasan, membicarakan cara untuk memecahkan masalah, dan menemukan strategi-strategi lain untuk menyalurkan emosi.
  • Aplikasi (apps) untuk anak-anak – ini dia PR besar bagi orangtua! Ada lebih dari 80.000 apps yang berlabel edukasi bagi anak, tapi tidak semua sesuai dengan kebutuhan anak Anda. Produk-produk yang ditandai sebagai interaktif seharusnya lebih dari sekedar menekan dan menggeser jari saja. Lakukan riset kecil di dunia maya untuk mengetahui apps apa yang sesuai dan layak untuk usia anak Anda, sehingga Anda dapat memberikan pilhan terbaik bagi anak-anak.
  • Ijinkan anak remaja Anda untuk daring (online). Hubungan daring adalah hal yang lumrah dalam perkembangan menuju dewasa. Media sosial dapat mendukung remaja saat mereka bereksplorasi dan menemukan jati diri dan tempat mereka di dunia. Pastikan anak remaja Anda berperilaku baik, di dunia nyata dan maya. Banyak remaja yang perlu diingatkan bahwa tidak ada yang benar-benar bersifat pribadi di dunia maya. Semua gambar, pikiran dan tingkah laku yang para remaja bagikan saat daring akan otomatis menjadi jejak digital di dunia maya. Tetap buka jalur komunikasi dan beritahukan bahwa Anda selalu ada bila ada pertanyaan atau hal lainnya.
  • Ingatkan anak-anak tentang pentingnya menjaga privasi dan bahayanya para predator dan penjahat seksual di dunia maya. Para remaja perlu tahu bahwa saat data dibagikan pada orang lain, mereka tidak akan bisa menghapus sepenuhnya data tersebut, termasuk kalimat dan gambar-gambar yang tidak pantas. Mereka mungkin juga tidak tahu bagaimana mengatur privasi atau memilih tidak menggunakan pengaturan privasi. Mereka perlu diingatkan bahwa para penjahat seksual sering menggunakan jejaring sosial, ruang percakapan, email dan permainan daring untuk kontak dan mengeksploitasi anak-anak.
  • Ingat: anak-anak akan tetap menjadi anak-anak. Anak-anak akan melakukan kesalahan saat menggunakan media. Cobalah menghadapinya dengan empati dan mengubah kesalahan yang dibuat menjadi sebuah pembelajaran. Tetapi beberapa kecerobohan seperti percakapan seksual, bullying, atau pemasangan gambar yang merugikan diri sendiri, perlu diwaspadai sebagai isyarat masalah di masa mendatang. Para orangtua harus mengamati dengan hati-hati perilaku anak-anak dan bila dirasa perlu, mencari bantuan dari para profesional, termasuk di antaranya dokter anak keluarga.

Media dan perangkat digital telah menjadi bagian tak terpisah dari dunia kita saat ini. Manfaat dari perangkat-perangkat ini bila digunakan secara tepat, amat besar. Namun penelitian menunjukkan, tatap muka dengan keluarga, teman dan guru memainkan peran sangat penting, dan berperan amat penting dalam memperkenalkan proses belajar pada anak-anak dan perkembangan yang sehat. Mari utamakan tatap muka dan jangan biarkan tertinggal di belakang arus media dan teknologi! (syl)

Sumber: https://www.aap.org/

Share artikel ini: