Banyak orang tua kuatir dengan thimerosal, zat pengwet yang terdapat pada vaksin yang diberitakan dapat menyebabkan autis. Penelitian beberapa tahun terakhir tidak ada yang membuktikan keterkaitan antara thimerosal dengan autis.

Merkuri adalah zat alam yang ada di permukaan bumi termasuk udara, tanah dan air. terbentukanya bumi dan erupsi gunung berapi,  menyebabkan merkuri kelaur ke permukaan bumi. Saat mencapai permukaan bumi, beberapa jenis kuman tertentu mampu mengubah merkuri menjadi metilmerkuri. Melalui rantai makanan metilmerkuri kemudian terdapat pada ikan dan binatang lainnya, pada dosis tinggi dapat berbahaya.

Thimerosal yang digunakan sebagai pengawet vaksin influenza merupakan jenis merkuri yang berbeda yaitu etilmerkuri. Etilmerkuri dan metilmerkuri memiliki efek yang berbeda pada tubuh manusia. Etilmerkuri dipecah dalam tubuh dan dikeluarkan lebih cepat dari pada metilmerkuri, sehingga etilmerkuri memiliki risiko yg sangat kecil untuk ditimbun dalam tubuh.

Bukti bahwa merkuri tidak menyebabkan autis

Pada tahun 1971, terjadi keracunan merkuri di IRAQ yang disebabkan oleh tercemarnya gandum bahan baku roti dengan pestisida yang mengandung merkuri. Akibat keracunan tersebut 6500 orang masuk ke rumah sakit, 450 orang meninggal, wanita hamil melahirkan bayi dengan retardasi mental. Tapi tidak satupun anak mereka yang menderita autis.

Pada penelitian lainnya, membandingkan kelompok anak yang diimunisasi dengan vaksin yang mengandung thimerosal dan tidak mengandung thimerosal menunjukan prevalensi autis yang sama. Denmark pada tahun 1991 tidak mengizinkan thimerosal dalam vaksin namun angka autis terus meningkat.

Sebuah penelitian dilakukan pada anak-anak yang terpapar dengan merkuri, pemeriksaan penglihatan, pendengaran, koordinasi dan sensasi dilakukan pada anak-anak ini, menunjukan bahwa tanda-tanda keracunan merkuri sama sekali berbeda dengan gejala autis.

Metilmerkuri ditemukan dalam jumlah kecil pada air, susu formula bahkan ASI, namun karena jumlahnya yang sangat kecil tidak pernah dilaporkan adanya keracunan merkuri. Bahkan bayi mendapatkan jumlah merkuri lebih banyak dari susu dari pada dari vaksin.

Jadi, apa yang menyebabkan autis itu?

Pertama,

Autis terbukti berkaitan dengan genetik, pada anak kembar identik, jika yang satu menderita autis kemungkinan saudaranya menderita autis adalah 90%.

Kedua,

Autis dipengaruhi oleh faktor eksternal : risiko autis meningkat jika ibu hamil mengkonsumsi thalidomide di awal kehamilan, adanya infeksi virus saat awal kehamilan. (WK)

Sumber : www.immunize.org.

Share artikel ini: