(Cetacycline-P, Conmycin, Corsatet 250, Dumocycline, Farsyclin, Hitetra, Ikacycline, Indocycline, Licocklin, Spectrocycline, Super Tetra, Tetradex, Tetrarco, Tetrin)

Indikasi : Tetrasiklin merupakan kelompok antibiotik spektrum luas sebagai obat pilihan  untuk infeksi yang disebabkan oleh klamidia (trakoma, psitakosis, salpingitis, uretritis dan limfogranuloma venerum-LGV, riketsia, brucella, dan spirokaeta. Golongan tetrasiklin juga digunakan untuk infeksi saluran napas dan genital oleh micoplasma, pada akne (jerawat), penyakit jaringan penyangga gigi yang destruktif (periodontal), bronkitis kronik yang kambuh kembali dan leptospirosis (sebagai alternatif eritromisin bagi penderita yang hipersensitif dengan penisilin

Kontraindikasi : Tetrasiklin dapat menyebabkan pewarnaan pada gigi karena deposisi pada tulang dan gigi yang sedang tumbuh. Untuk itu tetrasiklin sebaiknya tidak diberikan pada :

–          Anak di bawah 12 tahun

–          Ibu hamil

–          Ibu menyusui

Tetrasiklin dapat memicu gagal ginjal untuk itu sebaiknya tidak diberikan kepada pasien dengan penyakit ginjal (kecuali doksisiklin dan minosiklin).

Dosis :

Infeksi

–          250 mg tiap 6 jam, dapat ditingkatkan pada infeksi berat sampai 500 mg setiap 6-8jam

Akne                 :

–          500 mg dua kali sehari.

Uretritis non-gonokokal        :

–          500 mg tiap 6 jam untuk 7-14 hari (21 hari jika setelah pengobatan pertama infeksi kembali berulang)

Sediaan

Capsul (250 mg; 500 mg). Capsul sebaiknya diminum dengan air putih yang banyak saat berdiri atau duduk.

Efek samping :

Gangguan saluran cerna merupakan yang tersering, diantaranya seperti mual, muntah, diare, nyeri menelan , iritasi kerongkongan. Efek samping yang jarang terjadi termasuk : kerusakan hati, pankreatitis, gangguan darah, fotosensitif, reaksi hipersensitif (ruam, dermatitis eksfoliatif, sindrom steven-johnson, urtikaria, angioedema, anafilaksis, carditis). Sakit kepala dan gangguan penglihatan dapat terjadi dan dapat menjadi penanda peningkatan tekanan dalam kepala dan segera hentikan pengobatan bila ini terjadi.

interaksi obat : lihat tabel interaksi obat tetrasiklin

Evidence : Saat ini penggunaannya menurun seiring peningkatan resistensi terhadap tetrasiklin. Sehingga penggunaan dibatasi sesuai indikasi di atas karena tetrasiklin masih sensitif terhadap bakteri-bakteri penyebab infeksi tersebut.

Share artikel ini: