(Bricasma, Forasma, Lasmalin, Nairet, Neosma, Pulmobron, Relivan, Sedakte, Tismalin, Yarisma)

Indikasi     : asma dan kondisi lain yang berkaitan dengan sumbatan jalan nafas sementara, kelahiran prematur.

Perhatian    : hati-hati penggunaan pada pasien dengan penyakti jantung, hipertensi, hipertiroid, ulkus lambung, epilepsi, lanjut usia, gangguan hati, kehamilan dan menyusui.

Kehamilan : hati-hati penggunaan pada trimseter tiga.

Menyusui : jumlah yang keluar dalam ASI terlalu sedikit untuk menimbulkan efek samping pada bayi.

Dosis :

– Peroral (melalui mulut)

2.5 mg, tiga kali sehari selama 1-2 minggu dapat dinaikan sampai 5 mg, tiga kali sehari. Anak 1 bulan – 7 tahun 75 micrograms/kg tiga kali sehari, 7-12 tahun 2.5 mg 2-3 kali sehari.

– Suntikan subkutan atau injeksi intravena lambat.

250-500 micrograms sampai 4 kali sehari. Anak 2-15 tahun 10 microgram/kg, maksimal 300 micrograms.

-Infus intravena : dengan larutan 3-5 micrograms/ml, 90-300 micrograms/hour selama 8-10 jam. Anak 1 bulan – 18 tahun : 2-4 micrograms /kg sebagai dosis awal kemudian 1-10 micrgograms/kg/jam sesuai dengan respon dan denyut jantung (maksimal 300 micrograms/jam), dosis tinggi diberikan dengan pemantauan yang ketat.

– Dengan inhalasi : Dewasa dan anak diatas 5 tahun 500 micrograms sampai 4 kali sehari.

– Dengan nebulasi : 5-10mg, 2-4 kali sehari, dosis tambahan mungkin butuhkan pada kasus asma yang sangat berat. Anak sampai usia 3 tahun 2mg, usia 3-6 tahun 3 mg, 6-8 tahun 4 mg, diatas 8 tahun 5 mg, 2-4 kali sehari.

Sediaan      :

Tablet 5 mg

Syrup 1.5mg/5ml

Injeksi 500 microgram/ml

Inhaler 500 micrograms/dose

Efek Samping      :

Tremor halus, gugup, sakit kepala, keram otot, berdebar-debar, gangguan irama jantung, pelebaran pembuluh darah tepi, iskemia otot jantung, gangguan tidur dan perilaku.

Share artikel ini: