Tekanan darah yang normal adalah kunci untuk kesehatan. Ketika tekanan darah terlalu tinggi, kondisi ini disebut hipertensi.  Hipertensi merupakan resiko bagi kesehatan kita. Selama kehamilan, hipertensi dapat menambah banyak masalah. Pada beberapa kasus, preeklamsia, kondisi serius yang mempengaruhi kehamilan dapat muncul. Jika anda hamil dan memiliki resiko yang menjurus kepada tekanan darah tinggi anda mungkin membutuhkan penanganan khusus. Artikel ini akan menjelaskan:

  • Tipe tekanan darah tinggi
  • Efeknya pada kehamilan
  • Faktor resiko

Tekanan Darah

Tekanan darah penting untuk system peredaran darah tubuh; jantung, pembuluh darah nadi (arteri) dan pembuluh darah balk(vena) untuk berfungsi. Tekanan darah timbul karena denyutan jantung yang teratur. Setiap kali jantung kontraksi, atau meremas, jantung memompa darah ke arteri kemudian diteruskan ke organ tubuh. Vena mengembalikan darah ke jantung.

Arteri kecil, disebut arteriol, juga mempengaruhi tekanan darah.  Pada dinding pembuluh darah ini terdapat selapis lapisan otot. Saat tekanan darah normal, otot ini relaksasi dan arteriol melebar sehingga darah dapat mengalir dengan lancar. Meskipun demikian, jika ada sinyal untuk meningkatkan tekanan darah, lapisan otot kontraksi dan arteriol menyempit. Hal ini akan mengurangi aliran darah. Tekanan kemudian meningkat di arteri.

Pembacaan tekanan darah memiliki 2 nilai. Setiap nilai dipisahkan dengan tanda /, sebagai contoh 110/80. (dibaca 110 per 80). Angka pertama adalah tekanan di arteri ketika jantung kontraksi. Ini disebut tekanan darah sistolik. Angka kedua adalah tekanan di arteri saat jantung relaksasi di antara kontraksi. Ini disebut tekanan darah diastolik.

Tekanan darah berubah-ubah dari orang ke orang, biasanya saat siang hari. Tekanan darah dapat meningkat jika anda senang atau berolahraga. Seringkali, tekanan darah menurun saat istirahat. Perubahan jangka pendek ini tentu saja hal yang normal. Jika tekanan darah tetap tinggi untuk beberapa waktu baru hal tersebut menandakan ada masalah.

Pada kebanyakan wanita hamil, pembacaan kurang dari 120/80 adalah normal. Jika and hamil dan tekanan darah sistolik anda 140 atau tekanan darah diastolik anda 90 pada beberapa kali pembacaan, hal ini terlalu tinggi.

Karena tekanan darah normal naik dan turun, maka jika pada satu pembacaan didapatkan tekanan darah tinggi, akan dilakukan lagi pengukuran tekanan darah pada lain waktu untuk melihat apakah memang benar demikian tekanan darah anda. Tekanan darah normal anda merupakan rata-rata dari beberapa kali pengukuran saat istirahat.

Efek pada Kehamilan

Pada kehamilan yang sehat, janin mendapatkan semua nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan normalnya dari sang ibu. Hal ini terjadi jika sejumlah darah ibu  mengalir melalui plasenta dan nutrisi serta oksigen melewati tali pusat menuju janin.

Tekanan darah tinggi dapat menimbulkan masalah selama kehamilan. Sebagai conttoh, jika seorang wanita memiliki tekanan darah tinggi selama kehamilan, maka aliran darah yang melewati plasenta menjadi semakin sedikit. Akibatnya janin menerima lebih sedikit oksigen dan nutrisi. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat.

Tipe Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi Kronik

Jika tekanan darah tinggi telah ada sebelum kehamilan, maka disebut hipertensi kronik atau esensial. Kondisi ini dapat tetap selama kehamilan dan setelah bayi dilahirkan. Sangatlah penting untuk hipertensi kronik dikontrol karena jika tidak dikontrol dapat timbul masalah kesehatan seperti gagal jantung atau stoke.

Selama kehamilan, hipertensi kronik juga dapat mempengaruhi pertumbuhan janin. Jika anda minum obat supaya tekanan darah anda terkontrol, konsultasikan dengan dokter apakah obat tersebut aman digunakan selama kehamilan. Banyak wanita dengan hipertensi kronik dapat berhenti minum obat karena tekanan darah mereka kembali ke normal. Sementara wanita lain perlu melanjutkan terapi hipertensi selama kehamilan. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai penanganan yang terbaik untuk anda. Pada beberapa kasus perlu dilakukan penggantian terapi hipertensi agar aman digunakan selama kehamilan.

Hipertensi Gestasional

Jika tekanan darah tinggi pertama kali terjadi selama pertengahan kehamilan, maka disebut hipertensi gestasional.  Tipe tekanan darah seperti ini akan kembali ke normal segera setelah bayi dilahirkan. Anda harus lebih sering konsultasi dengan dokter untuk mengevaluasi tekanan darah anda. Jika hipertensi gestasional disertai gejala lain maka disebut preeklamsia. Hipertensi gestasional dapat mengarah ke preeklamsia.

Preeklamsia

Walaupun hipertensi gestasional merupakan pertanda umum dari preeklamsia, preeklamsia adalah kondisi medis yang serius yang mempengaruhi seluruh organ tubuh. Sebagai contohnya, preeklamsia menyebabkan gangguan pada ginjal sehingga terjadi peningkatan protein pada urin anda. Tanda lain preeklamsia antara lain:

  • Sakit kepala
  • Gangguan penglihatan
  • Peningkatan berat badan yang cepat
  • Pembengkakan pada tangan dan wajah

Tidak diketahui penyebab preeklamsia. Akan tetapi diketahui beberapa hal yang menjadi resikonya:

  • Kehamilan pertama
  • Riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya
  • Riwayat hipertensi kronik
  • Usia lebih dari 35 tahun
  • Mengandung janin kembar
  • Memiliki penyakit tertentu seperti diabetes atau sakit ginjal
  • Obesitas
  • Ras afro-amerika
  • Memiliki gangguan system imun, seperti lupus atau penyakit darah

Seorang wanita dengan preeklamsia mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk monitoring keadaannya dan bayinya. Pada beberapa kasus, janinnya mungkin perlu dilahirkan lebih awal. Jika terjadi preeklamsia berat, organ tubuhnya bisa rusak, termasuk ginjal, hati, otak, jantung dan mata. Pada beberapa kasus, dapat terjadi kejang. Ini disebut eklamsia.

Preeklamsia adalah masalah serius bagi ibu dan bayinya. Preeklamsia berat mungkin membutuhkan persalinan lebih cepat dari waktunya, meskipun bayinya belum cukup berkembang. Jika bayi dilahirkan prematur maka ia mungkin mengalami komplikasi. Pada kasus yang berat, baik ibu maupun bayinya dapat meninggal.

Perawatan Prenatal

Jika seorang wanita tahu dia memiliki tekanan darah tinggi sebelum kehamilan, ada langkah-langkah yang bisa diambil untuk mencegah timbulnya efek yang berat bagi dirinya dan bayinya. Oleh karena itu perawatan prenatal yang teratur amatlah penting.

Pada setiap kunjungan prenatal, berat badan, tekanan darah dan sampel urin ibu diperiksa. Hal ini berguna untuk mendeteksi masalah sedini mungkin. Hal ini juga meningkatkan kewaspadaan dokter.

Tatalaksana

Jika tekanan darah meningkat sedikit dan proses persalinan masih jauh, istirahat di tempat tidur dapat membantu menurunkan tekanan darah. Jika tekanan darah tidak meningkat sampai kondisi yang membahayakan, kehamilan bisa diteruskan sampai proses persalinan dimulai secara natural.

Jika terjadi preeklamsia, penyembuhnya adalah dengan melahirkan bayi. Keputusannya tentu saja tergantung resiko pada ibu dan pada bayi, apakah resiko bayi lebih besar di dalam rahim atau nanti setelah pada perawatan khusus setelah dilahirkan. Persalinan mungkin akan mulai secara alami atau dirangsang. Terkadang dibutuhkan persalinan cesar tergantung kondisi kesehatan ibu dan bayinya.

Sebelum memutuskan untuk melahirkan bayi lebih awal, biasanya diobservasi terlebih dahulu apakah kondisinya membaik atau tidak. Selama persalinan mungkin anda akan diberikan obat-obatan untuk mencegah kejang dan untuk menurunkan tekanan darah anda. (Yoga)

Sumber : ACOG, Patient education pamphlet

Share artikel ini: