T: Apakah cairan desinfektan semprot atau tisu desinfektan bisa digunakan pada kulit, disuntikkan, dihirup atau ditelan untuk mencegah atau mengobati Covid-19?

J: Tidak. Selalu ikuti petunjuk pemakaian yang tercantum pada kemasan pembersih tersebut. Cairan desinfektan semprot atau tisu desinfektan dibuat untuk digunakan pada permukaan benda keras dan tak berpori-pori. Cairan desinfektan semprot ataupun tisu desinfektan tidak diperuntukkan bagi manusia ataupun hewan. Jangan gunakan cairan desinfektan semprot atau tisu desinfektan pada kulit Anda karena dapat mengakibatkan iritasi kulit dan mata. Jangan suntik, hirup atau telan cairan desinfektan semprot atau cairan pembersih barang-barang rumah lainnya. Hal tersebut sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kerusakan parah organ tubuh atau kematian. Apabiila tertelan, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan.

T: Apakah ada data yang menunjukkan Klorokuin fosfat atau hydroxychloroquine sulfate mungkin bermanfaat bagi pasien Covid-19?

J: Hydroxychloroquine sulfate dan klorokuin tidak terbukti aman dan efektif untuk mengobati ataupun mencegah Covid-19. Keduanya tengah diteliti dalam uji klinis Covid-19, dan untuk sementara waktu di masa pandemi Covid-19 ini, FDA mengijinkan untuk diberikan sebagai terapi kepada pasien Covid-19 yang dirawat di RS yang tidak terlibat di uji klinis tersebut.

Atau apabila, karena satu dan lain hal, tidak bisa ikut berpartisipasi dalam uji klinis tersebut.

Namun demikian, pemberiannya harus melalui ijin Pihak Otorisasi Penggunaan obat di masa Darurat (Emergency Use Authorization /EUA) yang dikeluarkan pada 28 Maret 2020.

Di laboratorium, kedua obat tersebut terlihat berhasil mencegah pertumbuhan dan perkembang biakan virus penyebab Covid-19. Ada laporan (tidak banyak) dari beberapa pasien Covid-19 yang membaik setelah diberikan obat-obat tersebut. Beberapa laporan di antaranya berasal dari kelompok-kelompok pasien dimana keseluruhan pasien diterapi dengan obat-obat tersebut. Tidak diketahui apakah perbaikan tersebut akibat terapi obat-obat itu atau disebabkan oleh faktor lain. Tidak diketahui pula apakah kondisi pasien juga akan membaik apabila tidak diberikan obat.

Untuk mengetahui hal tersebut, seharusnya ada kelompok pembanding (kelompok kontrol; tidak diberi obat) yang kondisinya sama dengan kelompok yang diobati.

Di bawah panduan EUA, tenaga kesehatan dan pasien diberi informasi tentang risiko efek samping obat-obatan tersebut.

Diperlukan lebih banyak data dan uji klinis untuk dapat menyimpulkan apakah klorokuin fosfat atau hydroxychloroquine sulfate aman dan efektif untuk mengobati dan mencegah Covid-19.

Melalui forum komunikasi keamanan obat (drug safety), FDA mengingatkan untuk TIDAK memberikan hydroxychloroquine atau klorokuin untuk Covid-19 di luar RS atau uji klinis, karena penggunaan kedua obat ini berisiko menimbulkan gangguan irama jantung.

T: Apa maksudnya ketika FDA mengeluarkan “Otorisasi Penggunaan Darurat” (Emergency Use Authorization = EUA) untuk obat-obatan, uji diagnostik, dan atau produk penting medis lainnya?

J: Otorisasi Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization = EUA) adalah satu dari beberapa perangkat sistem di FDA yang digunakan untuk membantu agar produk-produk medis yang penting atau yang dibutuhkan selama masa pandemi ini, bisa segera dan secepatnya tersedia. (Syl)

Sumber: FDA

Share artikel ini: