Covid-19 menjungkirbalikan seluruh penghuni dunia, mengubah tatanan sosial yang ada secara tiba-tiba. Untuk mencegah penyebaran virus penyebabnya, mobilitas orang dikurangi secara drastis. Orang dilarang berkumpul dalam jumlah banyak, harus menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dan sebagainya. Tidak ada orang yang siap dengan perubahan mendadak ini di awal wabah pandemi terjadi. Kemudian sebagian orang berhasil beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, sebagian lagi masih berusaha.

Indikasi stres

Perubahan yang mendadak bisa membuat stres bahkan depresi, karena orang pada dasarnya suka di zona nyaman. Ketakutan dan kecemasan yang berlebihan terhadap wabah pandemi Covid-19 dapat terjadi pada semua orang, baik dewasa maupun anak-anak.

Indikasi seseorang mengalami stres antara lain:

– Rasa takut dan khawatir yang berlebihan akan kesehatan Anda sendiri dan kesehatan orang-orang yang Anda kasihi.

– Perubahan pola tidur dan makan

– Kesulitan tidur dan konsentrasi

– Memburuknya masalah-masalah kesehatan kronis

– Memburuknya kondisi kesehatan jiwa

– Meningkatnya penggunaan alkohol, tembakau dan narkoba

Siapa yang rentan menjadi stres?

Orang-orang yang rentan mengalami stres berat pada masa pandemi ini antara lain:

– Orang usia lanjut dan orang-orang dengan penyakit kronis yang merupakan kelompok berisiko tinggi dan rentan terhadap Covid-19

– Anak-anak dan para remaja

– Orang yang membantu penanganan Covid-19, seperti para dokter, tenaga-tenaga kesehatan lain dan perespon pertama.

– Orang-orang yang mempunyai kondisi kesehatan jiwa termasuk yang bermasalah dengan penggunaan narkoba

Bagaimana menghadapi stres?

Setiap orang bereaksi berbeda terhadap kondisi stres. Bagaimana Anda bereaksi terhadap wabah saat ini tergantung pada latar belakang Anda, hal inilah yang membuat Anda berbeda dengan orang lain dan lingkungan di mana Anda tinggal.

Salah satu cara untuk membantu menghadapi stres adalah dengan menuliskan hal-hal yang Anda cemaskan, lalu memilih mana yang bisa Anda respon dan ada dalam kendali Anda serta mana yang tidak. Setelah itu tulis secara rinci tindakan-tindakan apa saja yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya, kemudian lakukan satu demi satu. Hal tersebut dapat dilakukan pada berbagai aspek seperti kesehatan, ekonomi, dan sebagainya.

Apa yang bisa dilakukan?

Aksi atau tindakan yang bisa dilakukan untuk mengurangi stres:

– Berhenti membaca atau mendengarkan berita-berita tentang wabah pandemi, termasuk dari sosial media. Mendengar kabar tentang pandemi berulang kali dapat meningkatkan kecemasan.

-Rawatlah tubuh Anda dengan:

  1. Tarik napas dalam,lakukan peregangan tubuh atau meditasi
  2. Makan makanan bergizi imbang
  3. Olahraga rutin, tidur cukup
  4. Hindari alkohol dan narkoba

– Luangkan waktu untuk bersantai. Coba lakukan aktivitas-aktivitas yang Anda sukai.

– Tetap berinteraksi dengan orang lain. Bicaralah dengan orang yang Anda percaya tentang kekhawatiran Anda dan apa yang Anda rasakan.

Jaga diri dan lingkungan Anda

Menjaga diri sendiri, teman-teman dan keluarga Anda dapat membantu Anda menghadapi stress. Membantu orang lain menghadapi stres juga dapat membuat lingkungan di sekitar Anda semakin kuat. Mari kita menghadapi dan melewati krisis ini bersama! (Syl)

Sumber: CDC

Share artikel ini: