Selama tahun-tahun prasekolah, anak berkembang dari balita yang sering mengalami  temper tantrum (mengamuk) menjadi anak yang lebih bersedia bekerja sama dan ingin menyenangkan orangtua. Mereka juga ingin melakukan beberapa hal sendiri, tetapi bersedia untuk belajar dari ibu dan ayah. Kesempatan ini menciptakan peluang bagi orangtua untuk mengajari anak tentang pilihan makanan yang sehat dengan cara-cara baru dan menarik.

Diet seimbang memberikan gizi yang diperlukan anak untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal, serta energi untuk melakukan eksplorasi. Dengan makan yang benar dan banyak bermain, anak prasekolah dapat menjaga berat badan yang sehat dan tetap bersemangat untuk bersiap menuju langkah besar berikutnya dalam kehidupan muda mereka : Taman Kanak-kanak.

Peran Orangtua

Membimbing kebiasaan makan pada anak adalah pekerjaan yang rumit. Anda ingin mendorong anak untuk membuat pilihan yang baik, tetapi tanpa paksaan. Sajikanlah makanan sehat, tetapi jangan ajarkan bahwa makanan tertentu adalah ”buruk”. Anda ingin anak prasekolah Anda cukup makan makanan bergizi, tapi Anda tidak perlu menegosiasikan jumlah suapan yang harus dimakannya agar boleh menikmati hidangan pencuci mulut. Pendekatan ini biasanya tidak berhasil – akhirnya anak Anda malah akan makan lebih sedikit makanan sehat dan hidangan pencuci mulut menambah jumlah kalori yang dikonsumsinya.

Atas permintaan orang tua, anak prasekolah akan bersedia mencoba makanan baru – terutama jika ibu dan ayah sedang makan makanan yang sama. Tidak ada salahnya menyajikan makanan yang disukai anak, tetapi makanan itu tidak harus selalu ada dalam menu. Sajikan berbagai makanan dan tidak hanya untuk memenuhi selera anak. Jangan  menyajikan makanan khusus untuk anak yang berbeda dengan makanan Anda – sebelum Anda menyadarinya, setiap malam Anda akan berkewajiban untuk menyajikan dua menu makan malam.

Kelihatannya tidak logis, tetapi lebih baik menyajikan berbagai makanan bahkan jika anak  kadang-kadang menolak untuk makan apa pun di piring. Adalah hal yang wajar jika Anda ingin anak makan saat makan malam, tetapi penting diketahui, melewatkan satu kali makan tidak berbahaya bagi anak yang sehat. Biarkan anak tahu bahwa makanan akan tersedia saat makan berikutnya atau ketika ”waktu kudapan” / ”snack time”.

Mendorong Diet Sehat

Untuk mendorong diet yang sehat :

  • Terus tawarkan berbagai makanan, bahkan yang telah ditolak anak sebelumnya.
  • Sediakan makanan sehat di rumah, dan batasi makanan jenis kalori tinggi – rendah nutrisi.
  • Sertakan anak dalam kegiatan menyiapkan makanan – misalnya, biarkan mereka menyobek selada untuk salad atau membantu menata meja.
  • Atur jadwal waktu makan besar dan waktu kudapan, agar anak tidak makan sepanjang waktu.
  • Buatlah waktu makan bersama keluarga yang menyenangkan.
  • Berikan contoh yang baik dengan mengkonsumsi makanan bergizi.

Membiarkan Anak Memegang Kontrol

Beberapa orang tua mungkin merasa tidak nyaman untuk membiarkan anak prasekolah mereka menentukan berapa banyak makanan yang mereka makan. Tetapi, itu hanyalah kontrol terbatas. Orangtua tetap bertanggung jawab untuk menetapkan jadwal  makan besar dan kudapan, serta menentukan makanan apa yang akan disediakan.  Anak usia 4 tahun tidak seharusnya menentukan kudapannya sendiri, tetapi dapat diberikan pilihan, dan diperbolehkan memutuskan apakah ia mau makan atau tidak.

Anak prasekolah sudah cukup besar untuk memahami konsep kenyang. Anak yang berhenti makan ketika merasa kenyang lebih kecil kemungkinannya untuk obesitas.  Sebagian besar anak secara alamiah tahu apakah mereka lapar atau kenyang, dan dapat menggunakan petunjuk ini untuk mengontrol asupan makanan mereka. Anak yang didorong untuk mengabaikan petunjuk ini akan belajar untuk mengabaikan mekanisme kontrol internalnya.

Jika anak memilih untuk tidak makan ketika waktu makan siang atau waktu kudapan tiba, cobalah untuk menghindari berdebat tentang hal itu atau bersikap kritis. Bersikap netral dan tenang akan mencegah masalah yang lebih besar yang dapat muncul ketika orang tua dan anak ”bertempur” karena makanan (DWR).

Direview oleh Mary L. Gavin, MD – April 2008

Share artikel ini: