Apa yang dimaksud dengan strabismus?

Strabismus atau “mata juling” merupakan ketidaksesuaian titik fokus kedua mata. Fokus kedua mata masing-masing menuju pada arah yang berbeda. Saat salah satu mata melihat lurus, sementara mata yang lain dapat berputar ke dalam (esotropia), ke luar (eksotropia), ke atas (hipertropia), maupun ke bawah (hipotropia). Pada sejumlah kasus, mata yang mengalami juling dapat berubah antara satu mata dan yang lainnya, begitu pula arah putaran juling terkadang dapat berubah dari waktu ke waktu.

Gambar 1. Jenis-Jenis Strabismus (sumber: http://dicionariosaude.com/estrabismo/)

Kelainan ini sering ditemukan pada masa kanak-kanak, namun dapat pula baru muncul setelah beranjak dewasa. Esotropia sering dijumpai pada bayi (esotropia infantil) dan anak usia 2 tahun ke atas (esotropia akomodatif). Pada esotropia akomodatif, mata menjadi juling saat anak mencoba memfokuskan matanya pada objek yang jauh maupun dekat. Sementara pada jenis eksotropia, mata berputar ke luar saat anak mencoba memfokuskan mata pada objek yang jauh. Eksotropia umumnya hanya terjadi pada saat-saat tertentu seperti saat anak melamun, sakit, atau kelelahan. Seringkali, orang tua menyadari mata anak juling saat berada di bawah terik matahari.

Mengapa terjadi Strabismus?

Untuk mengatur pergerakan mata, terdapat enam otot bola mata. Keenam otot yang melekat pada sisi luar bola mata ini berkoordinasi agar mata bergerak selaras. Satu otot mengatur gerakan ke kiri, satu otot ke kanan, dan empat otot lainnya berkoordinasi untuk gerakan mata ke atas, ke bawah, dan melihat sudut.

Gambar 2. Otot-otot bola mata (Sumber: https://radiopaedia.org/images/20994677)

Agar dapat terfokus pada satu titik yang sama, seluruh otot pada masing-masing mata harus seimbang dan bekerjasama. Koordinasi antar otot kedua mata ini dikontrol oleh otak. Terdapat tiga saraf otak (saraf nomor III, IV, dan VI) yang bertanggung jawab dalam gerak mata.

Pada penglihatan normal, kedua mata menuju pada titik yang sama. Kemudian otak menggabungkan gambar dari kedua mata menjadi satu gambar tiga dimensi (penglihatan binokuler). Gambar tiga dimensi ini memiliki persepsi kedalaman. Namun, ketika satu mata tidak selaras atau berputar atau juling, dua gambar yang berbeda akan dikirimkan ke otak. Pada anak-anak, otak akan menolak gambar dari mata yang juling dan hanya melihat gambar dari mata yang lurus atau yang penglihatannya lebih baik. Sehingga, anak tidak dapat melihat secara tiga dimensi karena kehilangan persepsi kedalaman.

Sebagian besar strabismus terjadi akibat kelainan otak dan saraf yang mengontrol pergerakan mata. Hanya sedikit strabismus yang disebabkan oleh masalah pada otot mata. Strabismus sering ditemukan pada anak dengan kelainan yang mempengaruhi kerja otak seperti, cerebral palsy, sindrom down, hidrosefalus, tumor otak, dan prematuritas. Selain itu, strabismus dapat terjadi pada anak dengan katarak dan trauma mata yang mempengaruhi penglihatan. Faktor genetik ditemukan beberapa kasus, di mana terdapat riwayat strabismus di keluarga.

Apa dampak dari Strabismus?

Bila tidak segera terdiagnosis dan dikoreksi, dapat terjadi ambliopia pada mata strabismus. Ambliopia adalah menurun atau hilangnya fungsi penglihatan pada satu atau kedua mata akibat gangguan perkembangan pusat penglihatan di otak.

Strabismic amblyopia atau ambliopia karena strabismus terjadi pada setengah dari anak yang memiliki strabismus. Perkembangan fungsi penglihatan akan terganggu pada anak dengan strabismus. Hal ini terjadi karena otak terfokus pada gambar dari mata yang lurus dan  mengabaikan gambar dari mata yang juling. Bila mata yang sama terus menerus diabaikan selama masa kanak-kanak, daerah otak yang mengolah data dari mata yang juling  akan gagal berkembang dengan baik sehingga nantinya anak dapat kehilangan fungsi penglihatan.

Gambar 3. Pusat Penglihatan (webs.ucm.es)

Bagaimana mengenali gejala Strabismus?

Anda dapat mengobservasi secara langsung kesegarisan mata Anak Anda. Mata juling dapat terjadi terus menerus ataupun hilang timbul. Pada beberapa anak, mata juling dapat diamati saat anak berada di bawah terik matahari atau Anda dapat memiringkan kepala anak sehingga kedua matanya bergerak bersama untuk melihat apakah pergerakannya selaras.

Selain itu, dapat dilakukan pemeriksaan dengan mengarahkan sinar senter ke kedua pupil, kemudian dilihat di mana sinar senter jatuh. Pada strabismus sejati, sinar senter jatuh asimetri pada kedua pupil mata. Sedangkan pada strabismus semu (pseudostrabismus), sinar senter jatuh simetri pada kedua pupil mata.

Gambar 4. Strabismus – sinar jatuh asimetri pada pupil kedua mata (Sumber: https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-strabismus)

Gambar 5. Pseudostrabismus – sinar jatuh simetri pada pupil kedua mata. (Sumber: https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-strabismus)

Strabismus semu atau pseudostrabismus seringkali ditemukan pada usia bayi. Bayi terlihat juling akibat hidungnya yang masih datar dan lebar serta terdapat lipatan kulit pada bagian dalam kelopak mata. Umumnya, seiring pertumbuhan anak, mata tidak akan terlihat juling lagi. Bila ternyata bayi Anda memiliki strabismus sejak lahir, maka cirinya akan semakin jelas dengan pertambahan usia.

Kapan harus ke Dokter?

Anak Anda harus bertemu Dokter Mata untuk pemeriksaan mata lengkap bila hingga usia 4 bulan matanya masih terlihat bergerak tidak beraturan, menyilang atau berputar keluar. Karena pada usia 3-4 bulan, seharusnya kemampuan fokus mata bayi terhadap objek kecil sudah berkembang sehingga mata akan tampak lurus dan paralel. Pemeriksaan dini oleh Dokter mata direkomendasikan untuk mengeksklusi kemungkinan penyakit serius seperti tumor. Dibutuhkan penanganan medis dini sesuai dengan masalahnya agar anak terhindar dari ancaman ambliopia.

Bila tidak tampak kelainan pada mata anak, anak tetap perlu diskrining fungsi penglihatannya. Skrining kesehatan mata secara umum direkomendasikan pada usia 3 – 3½ tahun dan dapat dilakukan oleh Dokter Anak, Dokter Keluarga, ataupun tenaga kesehatan terlatih yang memiliki keahlian penilaian fungsi penglihatan anak pra-sekolah. Bila ditemukan kelainan maka selanjutnya anak harus diperiksa lengkap oleh Dokter Mata.

Adapun pada anak yang memiliki riwayat keluarga strabismus, ambliopia, dan penggunaan kaca mata tebal, perlu dilakukan pemeriksaan mata oleh Dokter Mata sebelum anak berusia 3 tahun. Setelah melakukan pemeriksaan mata lengkap, Dokter Mata Anda akan merekomendasikan terapi yang sesuai.

Bagaimana penanganan Strabismus?

Strabismus tidak akan membaik dengan sendirinya. Untuk meluruskan kembali kedudukan mata, dibutuhkan terapi tunggal maupun kombinasi bergantung pada tipe dan penyebab strabismus. Berikut sejumlah terapi untuk strabismus:

1.Kaca Mata Strabismus

Penggunaan kaca mata ditujukan untuk meningkatkan kemampuan fokus dan meluruskan kembali jalur penglihatan sehingga kedudukan mata kembali lurus. Terapi ini terutama dipilih pada kasus esotropia akomodatif, penggunaan kaca mata dapat mengurangi usaha memfokuskan mata. Bila mata tetap juling setelah penggunaan kaca mata, maka dibutuhkan operasi.

2Penggunaan tetes mata / salep

Tetes mata atau salep pelemah otot mata digunakan untuk melemahkan otot mata yang terlalu kuat (overaktif).

3. Operasi Otot Mata

Pilihan operasi dilakukan bila usaha non-operasi tidak berhasil. Melalui operasi, kedudukan mata diperbaiki dengan memperkuat, melemahkan atau memindahkan posisi satu atau lebih otot mata. Operasi dapat dilakukan pada satu atau kedua bola mata. Operasi dini dianjurkan pada anak yang sangat kecil dengan esotropia, atau pada anak dengan strabismus yang menetap.

Operasi ini berlangsung singkat dan masa penyembuhannya cepat, anak dapat kembali beraktivitas normal dalam beberapa hari. Namun, terkadang dibutuhkan lebih dari satu operasi untuk meluruskan mata. Sebelum dan sesudah operasi mata perlu dilakuakan latihan olah mata.

4. Penggunaan eye patch atau pengaburan mata yang lurus

Seringkali dibutuhkan penutupan mata yang kuat dengan eye patch atau pengaburan mata yang kuat dengan tetes mata untuk memperbaiki ambliopia.

Tujuan penanganan strabismus tidak hanya menyelaraskan kembali pandangan kedua mata namun juga mengembalikan kemampuan penglihatan binokuler (red: kemampuan penyatuan gambar dari kedua mata sehingga lapang pandang lebih luas dan terdapat persepsi kedalaman) dan memperbaiki ambliopia. Dokter Mata akan memilihkan kombinasi terapi yang terbaik sesuai dengan keadaan anak Anda. Untuk itu, yang terpenting adalah deteksi dan penanganan dini.

Segera bawa anak Anda untuk pemeriksaan mata bila terdapat tanda mata juling yang menetap hingga usia 4 bulan! -hrn-

sumber:

https://www.preventblindness.org/strabismus

https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-strabismus

https://aapos.org/terms/conditions/100

Share artikel ini: