Di lapangan:

“Halo dok… umur saya 30 tahun.Beberapa hari lalu saya cek kesehatan. Saya dikatakan menderita darah tinggi dan kolesterol tinggi. Nilai LDL 126 dan kolesterolnya 194. Saya diberikan resep simvastatin 5 mg, satu kali sehari. Apakah saya diharuskan minum obat itu seumur hidup? Saya takut ada efek samping kimianya, dok.”

De Rhetorica

ü  Statin merupakan kelompok obat yang bekerja untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah dengan mekanisme kerja menghambat kerja enzim3-hydroxy-3-methylglutarly coenzyme A (HMG-CoA) reductase.

ü  Jenis statin yang digunakan antara lain: simvastatin, atorvastatin, resuvastatin, fluvastatin, lovastatin, pravastatin.

ü  Indikasi utama pemakaian statin adalah untuk menurunkan kadar kolesterol dan/atau trigliserida darah. Statin efektif dalam menurunkan kadar low-density-lipoprotein (LDL) darah.

ü  Berbagai penelitian menemukan manfaat lain statin, misalnya:

  • Memperlambat penurunan fungsi ginjal dan proteinuria patologis
  • Menurunkan risiko contrast-induced acute kidney injury
  • Menurunkan kematian dan kejadian  kardiovaskular pada pasien penyakit ginjal kronis (chronic kidney disease/CKD) yang tidak memerlukan dialisis sehingga statin berperan dalam pencegahan primer kejadian kardiovaskular dan kematian pasien CKD. Manfaat statin belum terbukti pada pasien CKD  yang menjalani dialisis

ü  Kontroversi: statin dikatakan dapat menurunkan risiko kejadian penyakit kardiovaskular. Akan tetapi pemakaian statin sebagai pencegahan primer penyakit kardiovaskular pada orang-orang yang berisiko rendah (tanpahipertensi, diabetes, bukan perokok berat, tidak ada riwayat penyakit kardiovaskular dalam keluarga) belum dianjurkan.

ü  Keamanan statin menjadi perhatian karena:

  • Statin merupakan obat yang banyak diresepkan.
  • Penggunaannya dalam jangka waktu yang lama.
  • Digunakan oleh pasien dewasa atau tua yang sering mendapat lebih dari satu macam obat (polifarmasi). Polifarmasi pada pasien usia tua meningkatkan risiko interaksi dantoksisitas obat.

ü  Efek samping statin:

  • Metabolisme: berisiko menimbulkan diabetes. Oleh karena itu perlu pemeriksaan laboratorium glukosa darah pada pasien yang menerima statin.
  • Interaksiobat: statin berinteraksi dengan berbagai macam obat.
  • Gangguan fungsi hati yang sifatnya sementara
  • Memori: statin mungkin berperan dalam gangguan memori
  • Gangguan otot/miopati

ü  Efeksamping statin pada otot menjadi perhatian kalangan medis dan pasien. Ada beberapa istilah yang perlu dipahami.

  • Miopati (penyakit pada otot) dengan cirri utama berupa kelemahan otot. Faktor risiko miopati adalah  usia tua, dehidrasi, gangguan fungsi hati atau ginjal, polifarmasi.
  • Mialgia (nyeri pada otot)
  • Miositis (peradangan pada otot) yang ditegakkan melalui biopsi otot. Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan adalah serum creatine phosphokinase.
  • Rhabdomiolisis (jenis miopati yang paling berat) yang ditandai dengan peradangan pada jaringan otot dan mengalami kerusakan dalam jumlah besar. Akibatnya, myoglobin (protein otot) banyak dilepaskan kedalam darah dan dikeluarkan lewat ginjal sehingga menyebabkan gangguan fungsi ginjal.

ü  Oleh karena itu pada pemakaian statin perlu dilakukan pemantauan efek samping pada otot. Pemantauan miopati secara sederhana dilakukan dengan menanyakan keluhan nyeri otot, kelemahan, atau kekakuan otot.

ü  Peringatan terhadap penggunaan statin olehFood and Drug Administration:

  • Tidak menganjurkan lagi pemeriksaan rutin laboratorium fungsi hati untuk monitoring karena angka kejadiannya yang sangat rendah. Pemeriksaan fungsi hati dianjurkan sebelum memulai terapi dan bila terdapat gejala gangguan fungsi hati.
  • Gangguan kognitif seperti hilang memori, cepat lupa, dan bingung, pernah dilaporkan oleh beberapa pengguna statin.
  • Risiko peningkatan kadar glukosa darah (diabetes tipe 2).
  • Risiko kerusakan otot
  • Simvastatin (golongan statin yang paling banyak digunakan) berisiko tinggi menyebabkan kerusakan otot pada dosis 80 mg. Oleh karena itu, simvastatin 80 mg hanya diberikan pada pasien yang sudah mengonsumsi obat tersebut selama 12 bulan atau lebih dan tidak mengalami kerusakan otot (miopati). Simvastatin 80 mg sebaiknya tidak diberikan sebagai dosis awal terapi pada pasien baru.

ü  Risiko teratogenisitas statin belum dapat disimpulkan karena keterbatasan data.

ü  Berdasarkan uraian di atas, manfaat statin sudah dikenal luas dan tidak perlu dibantahkan. Hanya saja, penggunaannya perlu kehati-hatian. Sebaiknya dimulai dari dosis rendah. Pasien perlu mendapat informasi mengenai kemungkinan risiko atau efek samping yang dapat terjadi.

Referensi

  1. Statin therapy: risk vs benefit: an expert interview.www.medscape.org/viewarticle/481357. Diaksespadatanggal 14 Juli 2014.
  2. FDA expands advice on statin risk. 25 Juni 2014. Diunduhdari: www.fda.gov/forconsumers/consumerupdates/ucm293330.htm.Diaksespadatanggal 14 Juli 2014.
  3. FDA Drug Safety Communication: New restrictions, contraindications, and dose limitations for Zocor (simvastatin) to reduce the risk of muscle injury. Diunduhdarihttp://www.fda.gov/drugs/drugsafety/ucm256581.htm. Diaksespadatanggal 14 Juli 2014.
  4. Ganiswarna S. Statin dalampencegahan primer penyakitkardiovaskular. J Indon Med Assoc. 2011; 61(11): 427-8
  5. Geng Q, Ren J, Song J, Li S, Chen H. Meta-analysis of the effect of statins on renal function. Am J Cardiol. 2014; S0002-9149(14)01226-0
  6. Gandhi S, Mosleh W, Abdel-Qadir H, Farkouh ME. Statins and contrast-induced acute kidney injury with coronary angiography: systematic review and meta-analysis. Am J Med. 2014; S0002-9343(14)00397-0
  7. Palmer SC, Navaneethan SD, Craig JC, Johnson DW, Perkovic V, Hegbrant J, Strippoli GF. HMG CoA reductase inhibitors (statins) for people with chronic kidney disease non requiring dialysis. Cochrane Database Syst Rev. 2014; 5: CD007784
  8. Katz DH, Intwala SS, Stone NJ. Addressing statin adverse effects in the clinic: The 5 Ms. J CardiovascPharmacolTher. 2014 Apr 25.
Share artikel ini: