Splenektomi adalah operasi pengangkatan limpa. Limpa adalah organ tubuh yang terletak di rongga perut kiri atas. Bagian atas limpa menempel pada tulang iga kiri bagian paling bawah. Apabila limpa membesar, bagian bawahnya dapat teraba.

Limpa berfungsi sebagai tempat berkembangnya sel-sel darah putih yang berfungsi untuk daya tahan tubuh, selain itu limpa juga berfungsi menghancurkan sel darah merah dan trombosit. Pada pasien thalasemia, kelebihan zat besi akibat transfusi juga ditimbun di limpa, hal ini menguntungkan organ lain supaya terhindar dari timbunan besi yang berbahaya.

Pada pasien thalasemia, pembesaran limpa terjadi akibat penghancuran sel darah merah yang berlebihan.  Apabila limpa semakin besar, fungsi limpa tidak terkontrol dan menimbulkan serangkaian gejala yang dinamakan dengan hipersplenisme. Gejala hipersplenisme yaitu limpa yang sangat besar, rasa penuh pada perut dan tidak mampu makan bayak karena desakan limpa terhadap saluran cerna, rendahnya jumlah sel darah putih, darah merah dan trombosit. Pada keadaan hipersplenisme, pengangkatan limpa (splenektomi) dapat dipertimbangkan.

Beberapa indikasi untuk dilakukan splenektomi pada thalasemia yaitu:

–          Meningkatkan kebutuhan transfusi. Kebutuhan transfusi yang tinggi yaitu apabila pasien mendapatkan transfusi 200-220 ml/kg/tahun untuk mempertahankan hemoglobin > 10 g/dL

–          Leucopenia (rendahnya jumlah sel darah putih) dan trombositopenia (rendahnya jumlah trombosit) akibat hipersplenisme. Leucopenia menyebabkan infeksi bakteri berulang dan trombositopenia menyebabkan perdarahan.

Komplikasi tersering dari splenektomi adalah infeksi. Pemberian vaksinasi dan antibiotik dapat menurunkan risiko ini. Kematian akibat sepsis pasca splenektomi cukup tinggi mencapai  50%. Komplikasi lain adalah kematian akibat tromboemboli (tersumbatnya pembuluh darah oleh gumpalan trombosit).  (WIN)

Share artikel ini: