Anak dengan gangguan pembekuan darah seperti hemophilia dapat menjalani sirkumsisi dengan persiapan yang sangat cermat. Sebelum prosedur operasi pasien diberikan faktor pembekuan darah dan asam traneksamat. Pemberian faktor pembekuan juga dilanjutkan selama prosedur sirkumsisi dan beberapa hari setelah prosedur sirkumsisi sampai luka dinyatakan kering, jika perdarahan semakin banyak maka dosis faktor pembekuan dapat dilipatgandakan. Pada kasus perdarahan yang berat pemberian faktor pembekuan dapat dilanjutkan sampai 14 hari. Prosedur sirkumsisi yang dipilih biasanya dengan cara laser atau kauter yang dapat meminimalisasi perdarahan, meskipun metode ini memiliki banyak kelemahan dari pada metode konvensional dengan gunting bedah.

Sebaiknya diketahui status hemophilia anak sebelum melakukan tindakan penyunatan. Skrining dapat dilakukan dari wawancara (dokter akan menanyakan apakah ada riwayat perdarahan yang sulit berhenti, adakah memar di daerah lutut dan sendi lainnya, adakah anggota keluarga yang memiliki penyakit hemophilia), pemeriksaan fisik (mencari bengkak dan memar di sendi lutut), dan pemeriksaan laboratorium (Activated partial thromboplastin time).

Bahan bacaan:

Zulfikar B. Circumcision in hemophilia. The hemophilia society of Turkey

Share artikel ini: