Gambaran tentang Sakit Tenggorokan

Sakit pada tenggorokan membuat sangat sakit ketika menelan. Sakit tenggorokan juga menyebabkan rasa sakit dan gatal pada tenggorokan. Sakit tenggorokan adalah gejalan yang sering timbul karena mengalami common cold atau infeksi saluran pernapasan akut lainnya. Dalam kasus tertentu, perlu melakukan tes di laboratorium untuk menentukan apakah anda atau anak anda perlu mengkonsumsi antibiotik.

Penyebab Sakit Tenggorokan

  • Sakit tenggorokan kebanyakan disebabkan oleh virus, seperti virus penyebab selesma atau flu
  • Sakit tenggorokan lainnya, seperti strep thorat, disebabkan oleh bakteria; strep throat disebabkan oleh Grup A Streptococcus
  • Penyebab lainnya adalah:

o    Alergi

o    Udara yan kering

o    Polusi (bahan kimia atau iritan yang terbawa oleh udara)

o    Merokok atau terpapar asap rokok karena menjadi  perokok pasif.

Tanda dan Gejala Infeksi Virus yang disebabkan oleh Sakit Tenggorokan

  • Bersin
  • Batuk
  • Mata berair
  • Sakit kepala ringan
  • Sakit badan ringan
  • Hidung meler
  • Demam rendah (kurang dari 102°F)

Hubungi Dokter anda jika Anda atau Anak anda mengalami:

  • Sakit tenggorokan yang berlangsung lebih dari 1 minggu
  • Sulit menelan dan bernapas
  • Mengeluarkan air liur berlebihan
  • Suhu badan lebih tinggi dari 100.4°F
  • Nanah di belakan tenggorokan
  • Ruam
  • Suara serak yang berlangsung lebih dari 2 minggu
  • Darah pada ludah dan dahak
  • Gejala-gejala dehidrasi (kering, mulut lengket, mengentuk atau lelah, haurs, berkurangnya frekuensi BAK atau diaper yang lebih sedikit basah, kurang atau tidak adanya air mata ketika menangis, lemah pada tulang, sakit kepala, pusing.
  • Kontak dengan orang yang mengalami strep trhorat
  • Sakit tenggorokan yang berulang

Dokter anda dapat menentukan penyebab dari sakit tenggorokan sekaligus menentukan perawatan apa yang diperlukan. Jika anak anda di bawah usia tiga bulan dan mengalami demam, penting untuk selalu menghubungi dokter anda dengan segera.

Antibiotik Dibutuhkan Ketika…

Antibiotik dibutuhkan jika anda atau anak anda didiagnosa strep throat oleh dokter anda, penyakit yang disebabkan oleh bakteria. Strep throat tidak bisa diagnosa dengan melihat tenggorokan – harus dilakukan tes pada laboraturium. Antibiotik diresepkan pada strep throat dengan tujuan untuk mencegah demam rematik.

Jika hasil tes menunjukkan adanya strep throat, pasien yang terinfeksi harus tinggal di rumah dan tidak bekerja, ke sekolah, atau day care hingga 24 jam setelah mengkonsumsi antibiotik. Untuk informasi lebih lanjut mengenai bakteri penyebab strep throat, kunjungi situ CDC.

Dokter juga bisa meresepkan obat lainnya atau memberi kan anda saran untuk membantu melegakan gejala lainnya seperti demam dan batuk, tapi antibiotik biasanya tidak dibutuhkan pada kebanyakan pasien yang mengalami sakit tenggorokan.

Antibiotik Tidak Dibutuhkan jika…

Kebanyakan sakit tenggorokan disebabkan oleh virus atau iritasi udara, sehingga pemberian antibiotik tidak membantu kondisi menjadi lebih baik. Kebanyakan sakit tenggorokan akan membaik dengan sendirinya selama 1-2 minggu. Penting untuk mengkonsumsi antibiotik ketika dibutuhkan. Mengkonsumsi antibiotik pada saat tidak dibutuhkan bisa membahayakan.

Setiap anda atau anak anda mengkonsumsi antibioti, bakteri yang biasanya hidup normal di tubuh anda (di kulit, pencernaan, mulut dan hidung, dll) biasanya menjadi resisitant/tahan terhadap antibiotik. Antibiotik yang biasa tidak dapat membunuh infeksi karena mereka menjadi kuman yang kebal (resistant germs).

Agar Dapat Merasa Lebih Baik

Istirahat, obat-obatan non-resep (OTC) dan metode perawatan diri lainnya dapat membantu anda atau anak anda merasa lebih baik. Untuk informasi mengenai bagaimana melegakan gejala kujungi situs ini dan diskusikan dengan dokter atau apoteker. Produk over-the-counter mungkin tidak bisa direkomendasikan kepada anak-anak kecil pada umur tertentu.

Mencegah Sakit Tenggorokan

  • Lakukan higienitas baik pada tangan
  • Hindari kontak langsung dengan orang yang mengalami cold atau infeksi saluran pernapasan
  • Hindari merokok
  • Hindari menjadi perokok pasif dan jangan paparkan anak anda menjadi perokok pasif. (RK)

Sumber: CDC

Share artikel ini: