A medication error is any preventable event that may cause or lead

to inappropriate medication use or patient harm while the medication

is in the control of the health care professional, patient, or consumer.

Such events may be related to professional practice, health care

products, procedures, and systems, including prescribing; order

communication; product labeling, packaging, and nomenclature;

compounding; dispensing; distribution; administration; education;

monitoring; and use.

National Coordinating Council for Medication Error and Prevention (NCCMERP)

Dalam satu masa dalam hidup kita tentu pernah menggunakan obat-obatan. Obat adalah bahan kimia yang mempengaruhi tubuh atau pikiran, yang digunakan dalam pengobatan atau persiapan pengobatan. Obat selain memberikan efek yang diharapkan tentu memiliki efek samping. Efek yang diharapkan tersebut dicapai bila obat diberikan pada indikasi yang tepat, dosis yang tepat, durasi yang tepat pada tiap individu. Kesesuaian obat harus disesuaikan pada tiap keadaan individu. Tepat indikasi, tepat dosis, tepat durasi adalah bagian dari Pengobatan Rasional. Salah satu parameter lainnya Pengobatan Rasional adalah biaya yang terendah dari obat yang diperlukan untuk memberikan efek yang diharapkan.

Kemungkinan kesalahan dalam penggunaan obat bisa terjadi dalam tahap-tahap pemberian obat. Dari survey USP 1999, dikumpulkan dari 56 pusat kesehatan, kesalahan bisa terjadi pada tahap peresepan, pencatatan, pemberian, pemakaian, pemantauan. Persentase terbesar di pemakaian. Faktor yang berkontribusi pada kesalahan adalah distraksi dan peningkatan beban kerja, lalu distraksi dan pengalaman yang kurang pada staf dalam melaksanakan protokol fasilitas kesehatan.

Industri obat, jamu dan suplemen juga tumbuh dengan pesat. Pada tahun 2001 angka penjualan jamu dan obat tradisional mencapai Rp. 1,5 trilyun (gatra.com) kemudian di 2002 penjualan obat mencapai Rp.15 trilyun (tempointeraktif.com). Hal ini akan diikuti dengan promosi yang besar dalam penggunaan obat, jamu dan suplemen.

Bagaimana kita menyikapinya. Hal yang utama adalah kembali kepada Guidelines; Panduan Kesehatan. Tegakkan diagnosis, dari diagnosis maka kita bisa menentukan pengobatan yang kita akan dapatkan. Institute of Medicine menyarankan untuk melakukan beberapa langkah seperti hubungan dokter-pasien yang lebih baik, memanfaatkan teknologi informasi seoptimal mungkin; bisa dilihat pada artikel Mencegah Kesalahan Pengobatan.

Anda juga diminta menjadi bagian aktif dalam tim kesehatan Anda (artikel Jadilah Anggota yang Aktif Dalam Tim Kesehatan Anda, Apa yang dapat Anda Lakukan Untuk Menghindari Kekeliruan), setelah Anda menanyakan kepada dokter Anda jangan lupa tanyakan kembali saat di apotik kepada apoteker Anda (Tips untuk berbicara Dengan Apoteker),  menjadi bagian aktif berarti Anda juga berperan dalam mencari informasi tentang obat yang anda gunakan, sebaiknya Anda juga mengetahui mengenai interaksi obat (artikel Interaksi Obat). Dan obat-obatan yang tidak terpakai pun harus anda buang, artikel Cara membuang Obat yang Tidak Dipakai Lagi.

Tempatkan obat sesuai panduan, bila menggunakan obat usahakan semaksimal mungkin menggunakan dengan bijak untuk mendapat manfaat yang paling besar dan bahaya yang paling minimal. Hal ini didapat dengan kembali ke Guideline/Panduan, aktif dalam pengobatan anda, mencari informasi seputar pengobatan anda, dan melaporkan bila ada kejadian yang tidak diinginkan.

Menuju pengobatan yang rasional

Salam SEHAT

Share artikel ini: