Mempromosikan Pengobatan yang Rasional Menyelamatkan Jiwa dan Menghemat Dana

Hampir setengah dari semua obat di dunia digunakan secara tidak rasional. Hal ini dinyatakan ahli kesehatan di WHO dapat mengakibatkan konsekuensi yang berat : reaksi yang tidak diinginkan, resistensi obat, penyakit yang berlangsung lebih lama dari semestinya bahkan kematian. Biaya yang dikeluarkan oleh individu dan pemerintah akibat pengobatan yang tidak rasional seharusnya tidak terjadi dan seringkali sangat tinggi; terutama di negara-negara berkembang yang pasiennya mengeluarkan biaya kesehatan dari anggaran pribadi.

Menurut Hans Hogerzeil, Direktur Kebijakan Obat dan Obat Esensial WHO, kesulitan akses ke obat adalah masalah utama. Sayangnya penggunaan obat yang tidak rasional dari obat-obatan yang tersedia adalah ancaman besar kesehatan dan dapat mengakibatkan pemborosan.

Pengobatan yang tidak rasional termasuk : pengobatan yang berlebihan dari penyakit ringan; pengobatan yang tidak adekuat dari penyakit yang serius; penggunaan yang tidak tepat dari obat antiinfeksi; penggunaan yang berlebihan obat injeksi; pengobatan/penggunaan sendiri dari obat-obat yang harus melalui resep; penghentian lebih awal dari terapi. Data dari beberapa negara menyatakan hal-hal tersebut sering terjadi dan tidak eksklusif terjadi di negara berkembang.

Survey yang dipresentasikan kepada WHO tahun 2000 menyatakan sekitar 60% antibiotik di Nigeria sebetulnya tidak diresepkan. Di Nepal lebih dari 50% antibiotik yang diresepkan pada tahun 1996 tidak diperlukan dan 40% pengeluaran obat pada tahun yang sama terbuang akibat peresepan yang tidak tepat. Secara global peresepan antibiotik yang tidak tepat secara kasar sekitar 50%.

Penggunaan secara berlebihan dari sebagian besar obat memberikan peran kepada resistensi obat. Sebagai contoh, penggunaan klorokuin secara berlebihan sebagai pengobatan malaria telah berakibat resistensi di lebih dari 80 negara. Resistensi terhadap penisilin, sebagai pengobatan gonorea saat ini 98% pasien di beberapa daerah.

Penggunaan obat yang tidak rasional karena peresepan yang tidak tepat dapat berakibat pada timbulnya efek yang tidak diinginkan yang dapat mengakibatka kesakitan atau kematian. Di Amerika Serikat, efek obat yang tidak dinginkan satu dari enam penyebab kematian tertinggi.

Hal yang ditekankan untuk meningkatkan pengobatan yang rasional adalah meningkatkan sistem kesehatan, yang bisa dicapai melalui kerjasama berbagai sektor. WHO bekerja mempromosikan pengobatan yang rasional melalui advokasi dan edukasi kepada penyedia layanan kesehatan, pemberi resep dan konsumen. Langkah selanjutnya untuk mempromosikan di masa depan adalah memberikan saran kepada pembuat kebijakan pasar dan mengontrol harga dan membatasi obat-obatan hanya kepada prioritas kesehatan masyarakat.

Jonathan Quick,pimpinan Managenet Sciences for Health, menyatakan penggunaan antibiotik yang berlebihan, penggunaan yang berlebihan dari obat injeksi dan penggunaan dibawah standar obat-obat untuk penyakit yang membutuhkan obat seumur hidup seperti HIV/AIDS, penyakit jantung dan penyakit kronik lainnya bersama-sama membentuk epidemic global penggunaan obat yang tidak rasional. Epidemik ini menghasilkan penderitaan yang tidak diperlukan dan jutaan jiwa setiap tahunnya.

Saat ini sekitar 20.000 obat dijual di pasar global. Daftar obat esensial WHO yang memasukkan obat-obatan untuk semua penyakit utama di masyarakat terdiri dari 316 obat. Jenis yang beraneka ragam dari obat yang sama dapat mengakibatkan penggunaan yang tidak rasional dan akibat negatif lainnya.

(YSK)

Sumber :Promoting rational use of medicines saves lives and money, WHO experts say

http://www.who.int/mediacentre/news/notes/2004/np9/en/index.html

Share artikel ini: