Interaksi Obat

Saat ini terdapat banyak kesempatan untuk belajar mengenai kesehatan Anda dan untuk mendapat perawatan yang lebih baik untuk diri Anda. Hal yang sangat penting adalah untuk mengetahui tentang obat-obatan yang Anda pakai. Jika Anda memakai beberapa obat yang berbeda, menemui lebih dari satu dokter atau mengalami beberapa kondisi medis maka Anda dan dokter Anda perlu waspada terhadap semua obat yang Anda gunakan. Dengan melakukan hal ini maka Anda dapat menghindari masalah interaksi obat.

Interaksi obat dapat mengakibatkan obat yang Anda gunakan tidak efektif, menyebabkan efek samping yang tidak diharapkan atau meningkatkan efek salah satu obat tertentu. Beberapa interaksi obat dapat membahayakan Anda. Dengan membaca label/kemasan setiap kali Anda menggunakan obat, baik obat bebas atau resep dokter dan belajar mengenai interaksi obat Anda dapat mengurangi kemungkinan risiko interaksi obat yang berbahaya dan efek sampingnya. Interaksi obat secara garis besar terdiri dari :

  • Interaksi obat-obat yang muncul saat dua atau lebih obat bereaksi satu sama lain. Interaksi obat ini dapat menyebabkan Anda merasakan efek samping yang tidak diinginkan. Contoh : mencampur obat tidur (sedative) dan obat untuk alergi (antihistamin) dapat mengurangi reaksi Anda dan membuat kegiatan Anda menyetir atau mengoperasikan mesin menjadi berbahaya
  • Interaksi obat-makanan/minuman, hasil dari reaksi obat dengan makanan dan minuman.  Contoh: mencampur alcohol dengan obat tertentu dapat menyebabkan Anda merasa lelah atau membuat reaksi Anda menjadi lambat
  • Interaksi obat-kondisi kesehatan Anda, hal ini terjadi jika kondisi kesehatan Anda membuat obat menjadi potensial berbahaya. Contoh: jika Anda mengalami darah tinggi dan Anda menggunakan dekongestan maka Anda dapat mengalami reaksi yang tidak diinginkan

Interaksi Obat dan Obat Bebas (OTC-Over The Counter Medicine)

Label/kemasan obat bebas mencantumkan informasi mengenai kandungan bahan, peringatan, cara penggunaan yang sangat penting untuk dibaca dan dimengerti. Label ini juga mencakup kemungkinan interaksi obat. Label obat juga dapat berubah sesuai dengan perkembangan/informasi terbaru karena itu penting sekali untuk membaca label ini sebelum Anda menggunakan obat.

  • Bahan aktif dan tujuan/indikasi : nama bahan aktif; tujuan masing-masing bahan aktif
  • Indikasi : untuk apa obat tersebut digunakan, menjadi petunjuk dalam penggunaan obat
  • Peringatan (menyediakan interaksi obat dan peringatan): kapan konsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum penggunaan; kondisi medis yang dapat membuat obat kurang efektif atau aman; dalam keadaaan apa obat sebaiknya tidak digunakan; kapan untuk menghentikan pemakaian obat
  • Cara penggunaan : jangka waktu dan jumlah yang dapat Anda gunakan secara aman; instruksi khusus dalam penggunaan obat tersebut
  • Informasi lainnya : informasi mengenai bahan aktif tertentu, seperti kandungan garam, untuk orang dengan pengawasan diit atau alergi
  • Bahan tidak aktif : nama bahan-bahan tidak aktif yang terkandung dalam obat (pewarna, zat pengikat)
  • Pertanyaan? : menyediakan telepon yang dapat dihubungi seputar pertanyaan produk obat

Mempelajari lebih tentang Interaksi Obat

Bicarakan dengan dokter atau apoteker Anda mengenai obat yang Anda gunakan. Saat dokter meresepkan obat baru maka diskusikan semua obat (bebas atau resep dokter), suplemen diit, vitamin, herbal, mineral dan makanan yang Anda makan. Tanyakan kepada apoteker mengenai brosur obat dari setiap resep yang Anda gunakan. Brosur obat akan memberikan informasi yang lebih banyak tentang kemungkinan interaksi obat.

Sebelum Anda menggunakan obat, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda :

  • Bisakah saya gunakan dengan obat yang lain?
  • Haruskah saya menghindari makanan, minuman atau produk-produk tertentu?
  • Apa kemungkinan interaksi obat yang harus saya ketahui?
  • Bagaimana obat ini bekerja dalam tubuh saya?
  • Apakah tersedia informasi lebih lanjut mengenai obat ini atau kondisi saya (di internet atau literatur kedokteran)?

Ketahui bagaimana menggunakan obat dengan aman dan bertanggung jawab. Label obat akan memberitahukan Anda :

  • Indikasi/untuk apa obat digunakan
  • Bagaimana menggunakan obat
  • Bagaimana mengurangi risiko interaksi obat dan efek yang tidak diinginkan

Jika Anda masih memiliki pertanyaan mengenai label obat maka tanyakan kepada dokter dan apoteker Anda untuk informasi lebih lanjut.

Ingat bahwa beberapa obat bebas dapat mengandung bahan aktif yang sama. Jika Anda menggunakan lebih dari satu obat perhatikan bahan aktifnya untuk menghindari penggunaan bahan aktif yang sama dengan obat yang berbeda. Dalam keadaan khusus seperti kehamilan dan menyusui maka Anda konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat. Pastikan Anda mengetahui semua kandungan dalam obat yang Anda gunakan, dengan begitu Anda mengurangi kemungkinan alergi.

Contoh peringatan Interaksi Obat

Kategori Informasi interaksi obat
Pengurang asam lambung

(H2 reseptor antagonis)

Untuk produk mengandung cimetidin, tanyakan dokter atau apoteker Anda jika Anda:

–          Menggunakan teofilin (obat asma oral), warfarin, atau fenitoin (obat kejang)

Antimuntah (obat untuk pencegahan atau pengobatan mual, muntah atau pusing karena motin sickness) Tanyakan dokter atau apoteker Anda jika Anda :

–          Menggunakan sedatif atau penenang

Tanyakan dokter Anda jika Anda mengalami :

–          Gangguan [pernapasan seperti emfisema atau bronkitits kronik

–          Glaucoma

–          Kesulitan BAK atau pembesaran prostat

(YSK)

Sumber : Drug Interactions: What You Should Know

http://www.fda.gov/Cder/consumerinfo/druginteractions.htm

Share artikel ini: