Badan Pengawasan Obat Amerika Serikat (FDA) menyarikan panduan pembuangan obat :

  • Ikuti petunjuk pembuangan obat dari label obat atau informasi yang didapat dari pembelian obat. Jangan membuang obat di toilet kecuali ada instruksi dari informasi obat tersebut yang menyatakan demikian.
  • Jika tidak ada instruksi pembuangan obat maka buanglah pada tempat sampah namun terlebih dahulu :
    • Keluarkan dari kemasannya dan campurkan dengan bahan lain yang akan dibuang seperti tanah atau campuran serabut untuk menampung kotoran hewan. Obat-obat akan menjadi tidak menarik untuk anak dan binatang dan tidak dikenali oleh orang yang mengambil sampah kita
    • Letakkan dalam kantung yang rekat, kaleng kosong atau kemasan/wadah untuk mencegah obat bocor atau keluar dari kantung sampah
    • Ambil bagian dalam program masyarakat untuk membuang obat yang tidak terpakai ke fasilitas untuk pembuangan yang tepat.

Saran dari Ilisa Bernstein, PharmD.,J.D, Direktur Obat FDA :

  • Sebelum membuang obat, hilangkan informasi seputar obat di kemasan agar tidak terbaca lagi. Ini akan melindungi identitas dan privasi mengenai keadaan kesehatan Anda
  • Jangan berikan obat-obatan kepada teman Anda. Dokter meresepkan obat berdasarkan gejala dan riwayat kesehatan yang spesifik kepada tiap-tiap individu. Obat yang bekerja terhadap Anda bisa berbahaya terhadap orang lain
  • Saat timbul keraguan mengenai cara pembuangan obat maka bicarakan dengan apoteker Anda

Cara pembuangan obat resep dapat dilakukan terhadap obat bebas

Isu lingkungan

Obat-obatan yang disarankan dibuang ke toilet merupakan hasil pertimbangan antara Badan pengawas Obat dengan pabrik pembuat obat. Metode ini dipilih dengan pertimbangan sebagai metode yang paling tepat untuk keamanan yang paling optimal.  Contoh pada obat golongan narkotik tempel (patch/koyo) disarankan pembuangan dengan di toilet. Baik koyo bekas pakai ataupun tidak terpakai, karena obat ini bila terlalu banyak dapat mengakibatkan gangguan pernapasan berat dan dapat mengakibatkan kematian pada bayi, anak, hewan atau orang dewasa terutama pada orang yang belum pernah menggunakan obat tersebut. Koyo tersebut walaupun setelah dipakai masih mengandung kandungan aktif obat, sehingga berbahaya bila dibuang di tempat sampah, karena masih mengandung golongan narkotik yang berpotensi membahayakan orang lain.

Badan Pengawasan Obat di Amerika mensyaratkan analisa lingkungan sebagai syarat untuk penyetujuan obat. Bagaimana efek obat tersebut terhadap lingkungan. Salah satu obat yang mempengaruhi lingkungan adalah obat inhaler untuk asma atau masalah pernapasan yang menggunakan clorofluorocarbon (CFC) karena merusak ozon. Saat ini inhaler sudah tidak menggunakan CFC.

Hal yang perlu diketahui masyarakat adalah pembuangan inhaler atau aerosol perlu penanganan khusus. Karena beberapa inhaler sebaiknya tidak ditusuk atau dibuang dalam insenarator atau dibakar. Sehingga untuk amannya pastikan Anda membaca instruksi pembuangan.

(YSK)

Sumber : How to Dispose of Unused Medicines

http://www.fda.gov/consumer/updates/drug_disposal062308.html

Share artikel ini: