(Corifam, Lanarif, Merimac, RIF, Rifamtibi, Rimactane)

Indikasi          : Tuberkulosis (TBC), digunakan kombinasi dengan obat lain. Penyakit kusta.

Kontraindikasi             : alergi terhadap rifampisin, jaundice (kuning)

Perhatian : hati-hati pada gangguan hati, pasien pecandu alcohol, orang lanjut usia, gangguan ginjal, pewarnaan pada lensa kontak.

Kehamilan : pada 3 bulan pertama kehamilan menunjukan potensi cacat pada janin pada percobaan dengan hewan. Trimester ketiga : berisiko perdarahan pada bayi baru lahir.

Menyusui : jumlah sangat sedikit melalui ASI.

Ajari pasien mengenali tanda-tanda gangguan hati : mual, muntah, lemas, kuning.

Dosis   :

–          Dewasa dan anak : 10 mg/kg perhari atau tiga kali seminggu (maksimal 600 mg perhari).

–          Sebaiknya diminum 30 menit sebelum makan.

Sediaan           : tablet 150, 300 mg

Efek Samping :

Gangguan pencernaan berat (tidak nafsu makan, mual, muntah, diare), sakit kepala, mengantuk, ruam, demam, gejala seperti influenza, anemia hemolitik, syok, gagal ginjal akut, gangguan fungsi hati, kelemahan otot, dermatitis eksfoliatif, leucopenia, eosinofilia, gangguan menstruasi, pewarnaan oranye pada ludah, keringat, air mata dan air seni.

Interaksi obat :

–          Abacavir : kadar abacavir dapat menurun.

–          Amitriptilin : kadar amitriptilin dapat menurun

–          Antacid : menurunkan penyerapan rifampicin

–          Kloramfenikol : metabolismee kloramfenikol meningkat, kadar dalam darah menurun.

–          Siklosporin : metabolismee siklosporin meningkat, kadar dalam darah menurun.

–          Klomipramine : kadar klomipramin dapat menurun

–          Kontrasepsi oral : menurunkan efek kontrasepsi

–          Dapson : menurunkan kadar dapson

–          Dexamethason : metabolismee dexametason meningkat, kadar dalam darah menurun

–          Diazepam : meningkatakan metabolismee diazepam, kadar dalam darah menurun.

–          Digoksin : kadar digoksin dapat menurun

–          Doksisiklin : kadar doksisiklin dapat menurun

–          Efaviren : kadar efaviren dapat menurun (dosis efaviren perlu ditingkatkan)

–          Flukonazole : meningkatkan metabolismee flukonazole, kadar dalam darah menurun

–          Glibenclamide : meningkatkan metabolismee glibenclamide, kadar dalam darah menurun

–          Haloperidol : meningkatkan metabolismee haloperidol, kadar dalam plasma menurun

–          Hidrokortison : meningkatkan metabolismee hidrokortison, kadar dalam plasma menurun

–          Indinavir : meningkatkan metabolismee indinavir,  kadar dalam plasma menurun, hindari penggunaan bersamaan.

–          Levonorgestrel : meningkatkan metabolismee levonorgestrel, kadar dalam plasma menurun

–          Levotiroksin : meningkatkan metabolismee levotiroksin, kadar dalam plasma menurun. Pada hipotiroid, dosis levotiroksin perlu ditingkatkan.

–          Lopinavir : meningkatkan metabolismee lopinavir, kadar dalam plasma menurun, hindari penggunaan bersamaan.

–          Medroksiprogesteron : meningkatkan metabolismee medroksiprogesteron, kadar dalam plasma menurun, tidak berefek pada pemberian medoksiprogesteron injeksi.

–          Methadone : meningkatkan metabolismee metadon, kadar dalam plasma menurun

–          Nelfinavir : meningkatkan metabolismee nelfinavir, kadar dalam plasma menurun, hindari penggunaan bersamaan.

–          Nevirapine : meningkatkan metabolismee nevirapine, kadar dalam plasma menurun

–          Nifedipin : meningkatkan metabolismee nifedipin, kadar dalam plasma menurun

–          Norethisteron : meningkatkan metabolisme noerthisteron, kadar dalam plasma menurun

–          Fenitoin : meningkatkan metabolisme fenitoin, kadar dalam plasma menurun

–          Prednisolone : meningkatkan metabolisme prednisolone, kadar dalam plasma menurun

–          Propanolol : meningkatkan metabolisme propanolol, kadar dalam plasma menurun sangat signifikan.

–          Quinidine : meningkatkan metabolisme quinidine, kadar dalam plasma menurun

–          Saquinavir : meningkatkan metabolisme saquinavir, kadar dalam plasma menurun sangat signifikan, hindari pemakaian bersamaan.

–          Verapamil : meningkatkan metabolisme verapamil, kadar dalam plasma menurun

–          Warfarin : meningkatkan metabolisme warfarin, kadar dalam plasma menurun, menurunkan efek antikoagulan dari warfarin.

–          Zidovudine : pabrik pembuat zidovudine tidak menganjurkan untuk digunakan bersamaan dengan rifampisin.

Share artikel ini: