Pertanyaan:

Anak saya usia 22 bulan, nafsu makannya sangat menurun. Anak hanya mau minum susu dan cemilan yang ada coklatnya. Saya ditegur orangtua karena terlalu sering memberikan coklat. Anak saya tidak sedang sakit dan tidak sedang tumbuh gigi. Vitamin nafsu makan apa yang bagus untuk anak saya?

Tanggapan:

Dear smart parents,

Anak-anak belum mengenal konsep sehat, dalam pikirannya hanya ada enak dan mudah. Susu merupakan sumber makanan yang mudah dinikmati (tidak dikunyah, langsung ditelan) dan rasanya enak (anak sudah mengenal rasa susu dari sejak bayi). Coklat juga merupakan sumber makanan yang rasanya enak (dewasa pun banyak menggemari coklat), apalagi coklat yang terdapat dalam cemilan-cemilan rasanya lebih enak karena dicampur dengan gula, flavoring, dan zat tambahan lainnya yang lebih menarik.

Pola makan seperti ini merugikan anak karena: anak tidak mengunyah (pertumbuhan rahang tidak optimal), konsumsi susu formula meningkatkan risiko bottle caries (kerusakan gigi), cemilan tinggi gula meningkatkan risiko diabetes dan gangguan metabolic di kemudian hari serta tidak tercukupinya kebutuhan gizi seperti vitamin, mineral dan serat yang seharusnya didapatkan dari berbagai macam makanan alami. Di usia ini tidak mungkin mengajari anak arti gizi seimbang dan pola hidup sehat. Lalu bagaimana?

Mengajari anak makan dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu:

–          Jadilah contoh

Makanlah makanan yang sehat, masaklah makanan yang sehat, belilah makanan yang sehat, sediakanlah makanan yang sehat. Dalam arti, hentikan membeli, menyimpan dan menyediakan cemilan coklat.

–          Ajari anak mengenali rasa lapar dan kenyang.

Buatlah jadual makan 3x sehari diselingi dengan makanan ringan 2x sehari. Buatlah jadual makan yang berjarak lebih dari 3 jam. Hal tersebut bertujuan memberikan makan di saat anak lapar. Lapar adalah naluri makhluk hidup untuk bertahan hidup. Pada saat lapar, nafsu mkana otomatis meningkat, rasa makanan jadi lebih enak dari pada dimakan saat kenyang.

–          Jangan memberikan makanan termasuk susu atau biskuit di luar jam makan yang telah anda buat. Hal tersebut hanya membuat anak kenyang tanpa mendapat nilai gizi yang baik, dan akan mengganggu jadual makan selanjutnya.

–          Jangan mengasihani anak karena menolak makan. Misalnya saat jadual makan siang, anak mengamuk dan tidak makan, lalu orangtua memberikannya susu dan segala macam yang dia inginkan karena kasihan (takut anak kelaparan). Sebaiknya tunggu jadual makan berikutnya lalu tawarkan makanan di saat jadual makan berikutnya.

–          Kurangi konsumsi susu sampai batas maksimal 500 ml perhari.

Apakah vitamin nafsu makan adalah jalan keluar?

–          TIDAK ADA yang disebut sebagai vitamin nafsu makan.

–          Vitamin terdiri dari dua jenis yaitu vitamin larut lemak (A,D,E dan K) serta vitamin larut air (B dan C).  Vitamin yang beredar di pasaran (apotik / toko obat / iklan), bertujuan untuk memberikan tambahan vitamin pada pasien dengan penyakit kekurangan vitamin seperti pasien gizi buruk, vitamin A untuk pasien campak, vitamin B12 untuk ibu hamil dan pada pasien anemia, vitamin E pada gangguan kesuburan, vitamin K pada bayi baru lahir, dsb. TIDAK ada indikasi pemberian vitamin untuk meningkatkan nafsu makan.

Apakah ada obat lain selain vitamin yang dapat meningkatkan nafsu makan?

Ya, dalam bidang kedokteran dikenal beberapa zat yang memiliki efek meningkatkan nafsu makan. Contoh:

–          Steroid. Golongan obat ini memiliki efek samping (BUKAN efek terapi) yaitu meningkatkan nafsu makan. Obat ini TIDAK digunakan untuk meningkatkan nafsu makan tetapi digunakan untuk terapi kanker dan penyakit autoimun. Pemberian steroid di luar indikasi dan tanpa pengawasan dokter dapat berakhibat fatal selain penyakti gangguan hormonal, gangguan daya tahan tubuh bahkan kematian. Sayangnya, banyak obat-obatan nafsu makan yang mengklaim “aman” dan “herbal” telah terbukti mengandung steroid. Sampai saat ini, banyak ditemukan oleh BPOM pelanggaran pada obat-obatan yang dijual bebas yang dianggap sebagai obat nafsu makan.

–          Siproheptadin.

Obat ini digunakan dalam bidang medis bagi pasien dengan penyakit kronik seperti kanker, fibrosis kistik, anorexia, dan kondisi berat lainnya yang berpengaruh terhadap ancaman gizi buruk pada pasien. Obat ini dapat menyebabkan rasa lelah, mengantuk dan menyebabkan anak tidak aktif. Obat ini tidak dapat digunakan tanpa pengawasan dokter.

Jika tidak ada obat nafsu makan, apa yang seharusnya dilakukan pada anak yang memiliki gangguan makan?

Jawabannya hanya satu yaitu: atasi penyebab tidak mau makan.

Sebagian besar penyebab tidak mau makan adalah kesalahan manajemen nutrisi seperti yang telah dipaparkan sebelumnya yaitu anak hanya minum susu dan cemilan coklat.

Kesalahan manajemen nutrisi lain seperti: memberikan susu/kue sebelum jam makan sehinga anak kenyang, hanya ASI saja padahal usia anak lebih dari 6 bulan, bertengkar dengan anak saat jam makan sehingga anak trauma dan masih banyak contoh lain yang BUKAN disebabkan oleh penyakit anak.

Penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan kesulitan makan seperti:

–          Penyakit infeksi (contoh: cacingan, Tuberkulosis, infeksi saluran kemih)

–          Penyakit non infeksi (contoh: anemia, refluks gastroesofagus, gangguan otot menelan)

Diskusikan dengan dokter anda apakah ada penyakit dasar yang menyebabkan anak tidak mau makan, atau hanya kesalahan pola asuh saja? (WIN)

Share artikel ini: