“Dok, anus anak saya gatal, saya sudah kasih obat cacing kok belum sembuh ya?”

Sebelum cacing menjadi tersangka utama anus gatal (pruritus ani), mari kita ketahui dulu berbagai penyebab anus gatal. Gatal pada anus dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

–          Iritasi akibat sabun pembersih. Terlalu sering membasuh anus dengan sabun dapat membuat anus kering dan gatal. Untuk menghindarinya cukup membasuh anus dengan air bersih.

–          Iritasi karena tissue yang digunakan untuk membersihkan anus. Pada Negara di bagian barat hal ini sering terjadi karena pasca buang air besar, anus dibersihkan dengan kertas toilet atau tissue, tidak seperti di Indonesia yang menggunakan air. Kertas toilet atau tissue dapat mengandung pewangi yang mungkin tidak cocok dengan kulit anus anak, sedangkan kertas toilet yang kasar juga dapat membuat anus iritasi dan terasa gatal. Apabila ini terjadi sebaiknay membasuh anus bayi dengan menggunakan kapas basah.

–          Wasir. Anak-anak jarang menderita wasir (hemoroid), namun pada kelainan hati yang berat atau penyakit pembuluh darah, dapat ditemukan wasir pada anak-anak. Peregangan pembuluh darah pada anus ini dapat menimbulkan sensasi gatal.

–          Luka pada anus akibat tinja terlalu keras. Keadaan  tersebut dikenal dengan nama fisura ani. Pada umumnya fisura ani ini nyeri dan perih. Namun dapat juga menimbulkan sensasi gatal. Untuk menghindarinya, pastikan tinja anak anda cukp lunak dengan memberikan diet tinggi serat, banyak minum dan banyak beraktivitas fisik.

–          Buang air besar yang sering. Buang air besar sering tapi sedikit-sedikit menyebabkan anus iritasi karena sering terpapar tinja. Hal tersebut dapat menimbulkan rasa gatal pada anus.

–          Alergi makanan. Evaluasi makanan yang dimakan anak, adakah gejala alergi makanan seperti diare, gatal dan kemerahan pada kulit. Alergi makanan juga bisa membuat anus gatal.

–          Cacingan. Jenis cacing yang menyebabkan anus gatal adalah jenis cacing kremi (enterobiasis).

Apabila mendapatkan anus gatal, evaluasi berbagai penyebab lain sebelum mengatakan bahwa anak anda cacingan. (WIN)

Share artikel ini: