Perdarahan vagina selama kehamilan banyak pentebabnya. Beberapa serius dan sisanya tidak. Perdarahan dapat terjadi pada awal kehamilan ataupun saat kehamilan sudah lanjut. Perdarahan ringan serinngkali berhenti sendiri. Terkadana, perdarahan dapat membawa resiko bagi anda dan bayi anda. Segera hubungi dokter jika terjadi perdarahan. Artikel ini akan menjelaskan:

  • Penyebab perdarahan
  • Tanda-tanda masalah
  • Apa yang bisa dilakukan

Perdarahan di Awal Kehamilan

Banyak wanita mengalami perdarahan vagina pada 12 minggu pertama kehamilan. Perdarahan dari serviks (leher rahim) dapat terjadi saat hubungan seksual. Infeksi pada serviks juga dapat menyebabkan perdarahan.

Jika anda mengalami perdarahan di awal kehamilan, dokter akan mengevaluasi panggul anda. Dokter akan menanyakan berapa banyak darah yang keluar dan berapa sering. Apakah disertai nyeri, dimana lokasinya dan derajat keparahannya.

Tes darah mungkin dilakukan untuk memeriksa kadar hormon hCG. Hormon ini dibuat tubuh anda selama kehamilan. Tes ini mungkin dilakukan beberapa kali karena hormone ini meningkat selama kehamlan. Golongan darah anda juga akan diperiksa untuk memeriksa apakah anda memerlukan penanganan untuk rhesus sensitifitas. USG juga mungkin digunakan untuk menemukan penyebab perdarahan. Terkadang penyebabnya tidak ditemukan.

Jika anda mengalami perdarahan selama kehamilan, anda mungkin membutuhkan perawatan khusus. Anda memiliki resiko untuk mengalami persalinan prematur, bayi berat lahir rendah atau keguguran.

Keguguran

Keguguran dapat disebabkan oleh masalah pada kehamilan. Perdarahan tidak selalu berarti akan terjadi keguguran. Sekitar 50% wanita hamil yang mengalami perdarahan tidak mengalami keguguran.

Keguguran dapat terjadi kapan saja dalam 5 bulan pertama. Paling sering terjadi dalam 13 minggu pertama. Insidensnya sekitar 15-20% dari kehamilan.

Berikut gejala dan tanda yang mengindikasikan keguguran:

  • Perdarahan vagina
  • Nyeri perut di perut bagian bawah (lebih sakit dibanding nyeri haid)
  • Ada jaringan (benda) yang keluar melalui vagina

Banyak wanita yang mengalami perdarahan vagina mengalami sedikit nyeri atau bahkan tidak nyeri sama sekali. Terkadang perdarahan berhenti dan kehamilan berlanjut. Lain waktu perdarahan dan nyeri semakin hebat dan bisa menyebabkan kehamilan.

Jika anda pikir telah keluar jaringan fetus dari vagina anda, bawa ke dokter untuk diperiksa di laboratorium.

Jika sebagian dari jaringan fetus masih ada yang tertinggal di dalam rahim, perdarahan seringkali berlanjut. Ada beberapa pilihan yang akan disarankan dokter anda. Bisa diberikan obat agar sisa jaringa keluar dari rahim. Bisa juga dilakukan kuretase. Bisa juga menggunakan alat hisap untuk mengisap sisa jaringan (kuret hisap). Terkadang lebih dari satu pilihan dibutuhkan.

Sebagian besar keguguran tidak bisa dicegah. Hal itu merupakan salah satu cara tubuh dalam menghadapi kehamilan yang abnormal. Tidak ada bukti bahwa hal ini disebabkan oleh hubungan seks dan olahraga. Stres atau kerja juga tidak terbukti menyebabkan keguguran. Jika anda keguguran bukan berarti anda tidak dapat mempunyai anak lagi. Juga tidak selalu berarti bahwa ada yang tidak beres dengan kesehatan anda. Jika anda mengalami keguguran dua kali berturut, sebaiknya anda konsultasikan ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut mengenai penyebab keguguran.

Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kondisi dimana sel telur yang dibuahi oleh sperma tidak tertanam di dalam rahim., melainkan di tempat rahim, yang paling sering di saluran telur. Kehamilan ektopik menyebabkan nyeri dan perdarahan di awal kehamilan.

Resiko besar untuk kehamilan terjadi jika saluran telur sobek (ruptur). Ruptur memerlukan penanganan segera. Perdarahan yang terjadi mungkin internal. Kehilangan darah dapat menyebabkan kelemahan, pingsang, nyeri atau kematian.

Kehamilan ektopik lebih jarang dibanding keguguran. Insidensnya 1 dari 60 kehamilan. Wanita dengan resiko tinggi antara lain:

  • Infeksi pada saluran telur (seperti penyakit inflamasi rongga panggul)
  • Riwayat kehamilan ektopik sebelumnya
  • Operasi saluran telur

Perdarahan pada Kehamilan Lanjut

Penyebab perdarahan pada kehamilan lanjut berbeda dengan penyebab perdarahan pada awal kehamilan. Penyebab umum yang menyebabkan perdarahan ringan adalah inflamasi pada serviks atau pertumbuhan serviks. Hal ini dapat ditangani dengan obat-obatan.

Perdarahan hebat biasanya melibatkan masalah pada plasenta. Dua hal yang paling umum menjadi penyebabnya adalah lepasnya plasenta dari tempat menempelnya pada dinding rahim (abrupsio plasenta) dan plasenta previa. Peersalinan prematur juga dapat menjadi penyebab perdarahan.

Perdarahan pada kehamilan lanjut dapat memberikan ancaman pada ibu dan bayinya. Hal ini membutuhkan penanganan di rumah sakit atau persalinan.

Abrupsio Plasenta

Plasenta menempel pada dinding rahim dan akan terlepas dari tempat perlekatannya sebelum atau selama proses persalinan. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan vagina, seringkali menimbulkan nyeri sekalipun perdarahan ringan atau tidak ada perdarahan.

Ketika plasenta terlepas, janin dapat kekurangan oksigen dan ini sangat berbahaya.

Insidensnya hanya sekitar 1%. Biasanya terjadi pada 12 minggu menjelang persalinan. Wanita dengan resiko tinggi antara lain:

  • Telah mempunyai anak
  • Usia lebih dari 35 tahun
  • Riwayat abrupsio sebelumnya
  • Menderita anemia sel sabit

Abrupsio plasenta dihubungkan dengan:

  • Tekanan darah tinggi
  • Cedera pada perut
  • Penggunaan kokain
  • Merokok

Abrupsio plasenta adalah masalah serius yang membahayakan ibu dan janin dan membutuhkan penanganan segera.

Plasenta Previa

Jika plasenta menempel di bagian bawah rahim, maka akan menutupi serviks. Artinya baik sebagian atau total, plasenta akan menghalangi jalan lahir bayi. Hal ini disebut plasenta previa. Plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan seringkali tanpa disertai rasa sakit.

Insidensnya 1 dari 200 wanita. Resikonya antara lain:

  • Memiliki anak lebih dari 1
  • Riwayat persalinan cesar
  • Riwayat operasi pada rahim
  • Mengandung bayi kembar dua atau kembar tiga

Seperti halnya abrupsio plasenta, hal ini juga masalah serius yang harus ditangani dengan segera.

Persalinan

Pada akhir kehamilan, perdarahan vagina dapat merupakan tanda dimulainya persalinan. Sumbatan lendir yang tadinya menutupi serviks terlepas saat proses persalinan akan dimulai. Akibatnya sejumlah lendir dan darah keluar dari serviks. Hal ini disebut bloody show. Hal ini bukanlah masalah jika terjadi dalam 3 minggu dari perikiraan waktu persalinan. Jika terjadi lebih awal, dapat terjadi persalinan premature. Segera hubungi dokter anda.

Tanda-tanda persalinan premature antara lain:

  • Keluarnya cairan dari vagina
  • Perubahan tipe cairan yang keluar dari vagina (berair, berlendir atau darah)
  • Peningkatan dari cairan yang keluar melalui vagina
  • Penekanan pda panggul atau perut bawah
  • Nyeri pinggang belakang
  • Nyeri perut, dengan atau tanpa diare
  • Kontraksi regular atau rahim menegang

Saatnya Bertindak

Segera hubungi dokter anda jika mengalami perdarahan pada kehamlian lanjut. Anda akan dirawat untuk mengevaluasi penyebabnya. USG dilakukan, transfusi darah mungkin diperlukan dan anda mungkin akan dirawat beberapa hari.

Semua kondisi ini amat beresiko untuk ibu dan janinnya. Jika resikonya serius, mungkin bayi harus segera dilahirkan, terkadang dengan persalinan cesar. (Yoga)

Sumber : ACOG, Patient education pamphlet

Share artikel ini: