Perawakan pendek dalam bidang kedokteran didefinisikan sebagai tinggi badan dibawah 2 standar deviasi pada kurva pertumbuhan menurut usia atau kurang dari persentil 3. Pertanyaan yang sering muncul dari orangtua yang menganggap anaknya pendek adalah apakah anak saya normal dan apakah suatu saat nanti dapat tumbuh tinggi?

Perawakan pendek pada anak harus dibedakan antara perawakan pendek yang normal atau tidak normal. Tidak normal dalam arti anak memiliki kelainan tertentu dan perawakan pendek hanyalah salah satu ciri dari kelainan tersebut. Kurva pertumbuhan yang dipakai sebagai acuan sebaiknya kurva pertumbuhan yang dibuat berdasarkan populasi dari etnis tertentu. Seharusnya, anak Indonesia memiliki kurva pertumbuhan sendiri. Saat ini yang digunakan di Indonesia adalah kurva pertumbuhan dari World Health Organization (WHO).

Anak dengan perawakan pendek perlu melakukan pemeriksaan lanjutkan jika terdapat minimal satu dari hal berikut ini:

  1. Perawakan pendek yang ekstrim (kurang dari 2,5 standar deviasi).
  2. Bentuk tubuh tidak proporsional.
  3. Terdapat kelainan pada wajah (dismorfik). Bentuk wajah tampak tidak normal.
  4. Riwayat pertumbuhan janin terhambat saat dalam kandungan dan kurva pertumbuhan tidak menunjukkan kejar tumbuh.
  5. Pada kurva pertumbuhan terdapat penurunan kecepatan tumbuh.
  6. Laki-laki usia <10 tahun atau >13 tahun, dengan tinggi di bawah 1,3 standar deviasi potensi genetik.
  7. Perempuan < 9 tahun atau lebih dari 12,3 tahun dengan tinggi di bawah 1,3 standar deviasi potensi genetik.
  8. Laki-laki usia 10-13 tahun dan sudah pubertas.
  9. Perempuan usia 9-12 tahun dan sudah pubertas.

Setelah melihat poin-poin tersebut di atas tentu saja dapat disimpulkan bahwa penelusuran penyebab perawakan pendek tidak dapat dilakukan dalam satu kali pengukuran saja. Kurva pertumbuhan memiliki banyak informasi untuk menjelaskan penyebab perawakan pendek. Algoritma diagnosis perawakan pendek dapat dilihat di bawah ini.

Dalam artikel ini perawakan pendek yang akan dibahas adalah perawakan pendek familial dan constitutional delay growth and puberty (CDGP) yang merupakan perawakan pendek yang dikategorikan sebagai variasi normal.

Perawakan pendek familial (familial short stature = FSS)

Anak dengan FSS memiliki grafik pertumbuhan parallel dengan kurva pertumbuhan yang normal namun terdapat di persentil 3 atau kurang. Anak dengan FSS memiliki bakat pendek sesuai dengan genetiknya sehingga biasanya ditemukan anggota keluarga yang memiliki perawakan pendek juga. Apabila dihitung berdasarkan potensi genetiknya, anak dengan FSS memiliki tinggi sesuai dengan potensi genetik.

Rumus untuk mengukur potensi genetik adalah sebagai berikut:

Perempuan      : tinggi ayah + tinggi ibu – 13 cm ± 8,5 cm

2

Laki-laki            : tinggi ayah + tinggi ibu + 13 cm ± 8,5 cm

2

Penyakit lain yang dapat menyebabkan perawakan pendek harus disingkirkan sebelum memastikan bahwa perawakan pendek termasuk dalam FSS. Saat lahir, anak dengan FSS memiliki berat dan panjang yang normal. Pada 2 tahun pertama kehidupan, grafik pertumbuhan anak FSS dapat menurun karena mencari persentil yang sesuai dengan potensi genetiknya, setelah itu akan bertahan parallel pada kurvanya. Pada pemeriksaan usia tulang, anak dengan FSS memiliki usia tulang yang sesuai dengan usianya saat itu. Tinggi akhir anak dengan FSS adalah tetap pendek.

Constitutional delay growth and puberty (CDGP)

Variasi normal lain dari perawakan pendek adalah CDGP. Pada CDGP, perawakan pendek terjadi karena pubertas yang terlambat, sehingga pada CDGP tidak ditemukan tanda pubertas sama sekali. Pada umumnya terjadi pada anak usia 10-16 tahun yang belum mengalami pubertas. Kecepatan pertumbuhan sebelumnya normal dan pada saat usia pubertas terjadi perlambatan. Pertumbuhan tinggi badan akan dikejar saat anak sudah pubertas sehingga pada anak dengan CDGP, tata laksananya adalah hanya menunggu pubertas. Tinggi akhir anak dengan CDGP adalah normal karena akan terjadi pertambahan tinggi yang signifikan saat pubertas. Anak dengan CDGP memiliki usia tulang yang lebih rendah daripada usia aktualnya. Biasanya, anak CDGP memiliki riwayat pubertas telambat pada orangtuanya. (WIN)

Algoritma Perawakan Pendek

Artikel terkait :

Waspadai Ancaman Stunting Pada Balita!

Share artikel ini: