Pasti semua tahu manisnya jeruk, nikmatnya semangka, sedapnya sup ayam, tetapi pada saat anda mengkonsumsi makanan dalam botol atau bungkus plastik, benarkah rasa itu seperti berasal dari bahan makanan asli?

Banyak pabrik makanan menggunakan perasa buatan untuk menekan biaya produksi. Pemanis buatan misalnya dapat 300 kali lebih manis dari pada gula asli dan dengan harga yang jauh lebih murah. Vanilin adalah zat perasa vanilla yang biasa ditambahkan ke dalam coklat sebenarnya merupakan produk dari petroleum.  Banyak anak-anak dikatakan alergi terhadap coklat, namun benarkah anak anda alergi terhadap coklat atau alergi terhadap berbagai zat kimia tambahan yang terkandung di dalamnya?

Penambahan perasa buatan pada makanan bertujuan untuk menguatkan rasa asli makanan yang telah berkurang selama proses pengolahan di pabrik atau mengelabui indera perasa saat mengkonsumsi makanan buatan seperti mengkonsumsi makanan asli. Perasa buatan yang beredar di pasaran lebih dari 1700 jenis. Keamanan dari perasa buatan belum diketahui, belum ada penelitian sahih mengenai hal tersebut. Pernah dilaporkan adanya hubungan antara penggunaan jenis perasa buatan dengan munculnya gejala-gejala sakit kepala, mual dan muntah.

Berikut perasa yang cukup umum dipakai di pasaran benzyl isobutyrate, ethyl acetate, ethyl methylphenylglycidate (petroleum derivative), methyl benzoate (petroleum derivative), hydroxyphenyl-2-butanone. Makanan-makanan yang mengandung perasa buatan seperti permen, coklat batangan, es krim, pudding instant, sirup, dan berbagai makanan instant lain.

Tips terbaik adalah menyediakan sendiri makanan untuk anak anda dan selalu membaca kandungan makanan saat berbelanja untuk anak. (WIN)

Sumber :

1.    Behaviour, learning, and health, the dietary connection. The Feingold association. 2003

2.    Ten most dangerous food additives. Diunduh dari www.thesmilingman.hubpages.com

Share artikel ini: