Penyakit Thalasemia adalah penyakit keturunan, yaitu diwariskan dari orang tua kepada anaknya. Untuk mencegah munculnya penyakit Thalasemia harus menghindari perkawinan sesame pengidap Thalasemia dengan cara melakukan skrining.

Apabila anda memiliki kerabat pengidap Thalasemia, anda perlu memeriksakan diri apakah anda merupakan pembawa sifat. Seorang yang membawa sifat dapat hidup normal tanpa gejala namun apabila Ia menikah dengan pembawa sifat, maka kemungkinan anak-anaknya 50% adalah Thalasemia mayor (Thalasemia yang berat).  Pembawa sifat Thalasemia sangat dianjurkan menikah dengan orang sehat (bukan pembawa sifat apalagi pengidap penyakit Thalasemia).

Berikut adalah kemungkinan-kemungkinan anak dengan Thalasemia bergantung dari genetik orang tuanya.

  • Pembawa sifat dengan orang sehat

Apabila seorang pengidap Thalasemia menikah dengan orang sehat, maka 50% anaknya kemungkinan adalah  pembawa sifat.  Munculnya penyakit Thalasemia perlu diwaspadai pada keturunan selanjutnya apabila anak tersebut menikah dengan pembawa sifat juga.

  • Pembawa sifat dengan pembawa sifat

Kemungkinan anak-anaknya adalah 25% sehat, 50% pembawa sifat dan 25% Thalasemia mayor.

  • Pembawa sifat dengan Thalasemia mayor.

Kemungkinan anak-anaknya adalah 50% pembawa sifat dan 50% Thalasemia mayor.

  • Penderita Thalasemia mayor dengan orang sehat

Semua anak-anaknya adalah pembawa sifat.

  • Penderita Thalasemia mayor dengan Thalasemia mayor

Semua anaknya adalah penderita Thalasemia mayor. Pernikahan ini sangat tidak dianjurkan, jika terjadi pernikahan sebaiknya tidak memiliki anak kandung.

Di Indonesia, Anda dapat berkonsultasi mengenai genetika dan memeriksakan di ri di lembaga Eijkman, Rumah sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. (WIN)

Sumber:

How can Thalassemia be prevented. National heart, lung, and blood institute.

Share artikel ini: