Pasien Thalasemia mengalami transfusi seumur hidupnya sehingga pemantauan jangka panjang juga difokuskan untuk mengevaluasi akibat dari transfusi berulang. Hemokromatosis (kelebihan zat besi) dapat mengenai berbagai macam organ sehingga pemantauan fungsi-fungsi organ secara teratur perlu dilakukan. Selain karena alasan itu, pemantauan fungsi hati, ginjal dan jantung juga untuk mengevaluasi efek samping penggunaan kelasi besi.

Pemeriksaan berikut adalah anjuran yang rutin dilakukan setidaknya 3-6 bulan sekali:

–          Feritin

–          Fungsi hati (Pemeriksaan enzim hati, Bilirubin, Albumin, faktor pembekuan)

–          Fungsi jantung (ekokardiografi)

–          Fungsi ginjal (Pemeriksaan ureum, kreatinin)

–          Endokrinologi (status pubertas, hormone reproduksi, risiko osteoporosis)

–          Status infeksi (Pemeriksaan Hepatitis B, C dan HIV)

Obat-obatan seperti Vitamin E dan asam folat perlu diberikan sebagai antioksidan dan diberikan seumur hidup. Pasien Thalasemia dianjurkan untuk mengkonsumsi banyak teh dan kopi untuk menghambat penyerapan besi. Makanan yang perlu dihindari adalah makanan tinggi besi seperti bayam, hati, daging sapi, kacang tanah, dan daun hijau. Makanan yang dianjurkan adalah makanan tinggi kalsium seperti produk susu, dan kaya vitamin D seperti telur dan ikan. (WIN)

Share artikel ini: