Melatih anak menggunakan toilet

Kapan memulai?

Orang tua harus mempertimbangkan beberapa hal saat akan menentukan waktu yang tepat untuk memulai melatih anak menggunakan toilet :

  • Usia anak. Banyak anak mulai untuk menunjukkan tanda kesiapan antara usia 24-30 bulan. Sebelum anak berusia 24 bulan banyak yang secara fisik belum mampu untuk mengontrol secara konsisten rasa BAB dan BAK-nya. Mereka seringkali tidak terlalu sadar akan fungsi tubuh tersebut. Sebagai aturan umum adalah anak yang lebih besar saat dimulai latihan menggunakan toilet maka akan semakin cepat belajar. Anak seringkali menolak bila latihan dimulai terlalu dini.
  • Anak sebagai individu. Hal penting bagi orang tua untuk membiarkan anak yang memulai. Jika anak tertarik untuk memulai latihan maka orang tua sebaiknya melanjutkan. Jika anak menolak maka lebih baik berhenti sejenak.
  • Stresor. Bukan ide yang baik jika memulai latihan menggunakan toilet saat keadaan anak atau keluarga dalam tekanan (pindah rumah, kelahiran adik baru, pergantian pengasuh). Sebaiknya tunda sampai keadaan stabil dan teratur.

Berapa lama akan berlangsung?

Ingat selalu bahwa tiap anak berbeda. Pada sebagian besar anak kemampuan mengontrol BAB yang pertama diikuti kemampuan mengontrol BAK saat siang hari. Kemampuan mengontrol BAK saat malam seringkali sebagai yang terakhir dikuasai.

Tanda kesiapan lain

Tanda kesiapan lain menjadi nyata setelah usia 18 bulan, dan umumnya antara 24-30 bulan. Yaitu :

1.kesiapan fisik

Tanda bahwa badan anak menjadi siap untuk mengendalikan fungsi BAB dan BAK.

  • Tetap kering. Salah satu tanda kesiapan adalah tetap kering untuk beberapa jam. Contoh : anak sering tetap kering setelah tidur siang atau saat bangun pagi hari.
  • BAK dalam jumlah yang lebih banyak. Anak yang mendekati tanda kesiapan akan mulai BAK dalam jumlah yang lebih banyak, bukan sedikit-sedikit menetes pada popok
  • BAB menjadi dapat diperkirakan dan teratur. Orang tua akan mulai melihat pola waktu anak BAB
  • Anak menunjukkan keinginan untuk BAK atau BAB. Anak umumnya akan menunjukkan tanda mereka akan BAK atau BAB. Mereka mungkin menunjukkan wajah menjadi merah, mengernyit atau membuat suara atau berhenti sementara dari aktivitas yang sedang mereka lakukan. Beberapa tanda tersebut seringkali menunjukkan kesadaran saat BAB atau BAK.

2.kesiapan emosional

  • Keinginan untuk diganti. Anak menjadi tidak nyaman saat popok mereka basah atau ada BAB dan meminta untuk diganti popoknya.
  • Keinginan untuk mengenakan calana dalam daripada popok.
  • Keinginan untuk mendapat privasi saat akan BAB atau BAK. Banyak anak ingin sendiri saat akan BAK atau BAB. Hal ini juga menunjukkan anak mampu menahan keinginan untuk BAB atau BAK untuk waktu singkat.

3.tanda kesiapan umum

  • Mengikuti beberapa perintah sederhana. Anak sebaiknya dapat mengerti dan mengikuti perintah sederhana. Anak sebaiknya juga secara sukarela mau untuk bekerja sama dengan orang tua.
  • Berjalan dengan baik. Kemampuan berjalan merupakan hal yang harus dimiliki, karena anak harus bisa berjalan ke toilet.
  • Memakai dan melepas celana. Anak harus dapat melepas pakaiannya. Orang tua dapat membantu dengan menyediakan pakaian yang mudah dilepas dan dipakai kembali.
  • Mengerti konsep penggunaan toilet. Anak harus mampu mengerti apa kegunaan toilet dan karena itu maka penting untuk dipelajari.
  • Mengerti hubungan antara BAK dan BAB di toilet dan menjaga celana tetap kering dan bersih.
  • Mengerti bahasa dalam penggunaan toilet. Anak harus mengerti bahasa yang menggambarkan proses latihan penggunaan toilet. Yang terpenting bukan pelabelan khusus (pee, urin, potty, poop, potty chair) tetapi konsistensi dalam penggunaan label tersebut. Contoh, jika orang tua menyebut BAB maka sebaiknya selalu menggunakan kata tersebut dan di rumah didorong untuk menggunakan kata yang sama.
  • Keinginan untuk menyenangkan orang lain. Anak seringkali melewati periode negatifistik sekitar usia 2 tahun. Pada periode tersebut anak menunjukkan keinginan besar untuk mandiri. Mereka seringkali tidak kooperatif. Keadaan negatifistik yang normal ini dapat mengubah latihan menggunakan toilet menjadi medan pertempuran keinginan. Karena itu orang tua sebaiknya menunggu sampai anak melewati fase ini sebelum memulai latihan menggunakan toilet. Setelah periode ini anak akan lebih tenang dan lebih ingin bekerja sama dengan permintaan sederhana. Umum terjadi pada anak setelah melewati masa negatifistik akan lebih tertarik untuk menyenangkan orang tua dan waktu untuk ini berbeda pada setiap anak.
  • Mampu untuk membuat orang lain sadar bahwa mereka perlu untuk ke toilet.
  • Duduk tenang untuk suatu periode waktu singkat.

Peralatan

  • Potty seat/kursi toilet. Umumnya terdapat 2 jenis potty seat. Jenis kursi, langsung duduk di kursi diatas lantai. Tipe lain potty seat yang didesain untuk duduk di atas toilet biasa. Beberapa anak suka jenis ini karena mereka ingin menggunakan toilet dewasa. Pastikan anak dapat naik dan turun dengan mudah apapun jenis potty seat yang dipilih. Pastikan kaki anak berada di lantai atau alas saat mereka berada di potty seat. Para professional merekomendasikan kursi ukuran anak dengan alasan anak seringkali melihat kursi ini sebagai kepunyaannya, alasan lain adalah anak tidak kesulitan untuk naik atau turun. Anak dapat mandiri pergi ke toilet.
  • Pakaian yang sesuai. Selama masa latihan menggunakan toilet akan lebih nyaman dengan pakaian yang mudah dilepas. Celana longgar dengan karet akan memudahkan anak untuk menurunkan dan menaikkan kembali.
  • Penghargaan. Beberapa orang tua menemukan bahwa pemberian penghargaan merupakan cara untuk mendorong penggunaan toilet. Orang tua dapat menggunakan stiker, aktivitas spesial, sebagai penghargaan terhadap setiap kemajuan. Penghargaan seperti stiker sebaiknya disediakan untuk waktu dimana anak BAK atau BAB. Penghargaan yang lebih besar seperti aktivitas spesial diberikan saat anak bisa tetap kering selama siang hari untuk beberapa hari. Penghargaan seperti ini sebaiknya tidak diberikan lagi setelah anak secara konsisten menggunakan toilet.
  • Tabel. Banyak anak merasa sanagat terdorong untuk melihat tabel kemajuaannya. Contoh: anak dapat dipersilahkan untuk meletakkan bintang di tabelnya setelah ia BAK atau BAB di potty seat atau toilet.

Memulai

Beberapa hal yang dapat orang tua lakukan sebelum memulai latihan menggunakan toilet :

  • Baca buku mengenai latihan menggunakan toilet bersama anak sebelum memulai. Orang tua sebaiknya memillih buku atau video tentang latihan toilet yang sesuai dengan yang akan diajarkan kepada anak.
  • Jika anda merasa nyaman maka anda dapat mempersilahkan anak anda melihat orang tua atau kakak (jenis kelamin sama dengan anak) menggunakan toilet. Batita melihat orang tua dan kakak sebagai panutan. Mereka seringkali ingin melakukan sendiri setelah melihat apa yang anda lakukan.
  • Membeli potty seat. Orang tua dapat membeli beberapa minggu atau bulan sebelum memulai latihan toilet. Ide yang baik bila anak dipersilahkan memilih kursinya sendiri. Membeli kursi toilet sebelum memulai latihan sebenarnya membuat anak terbiasa dengan hal itu. Sebelum memulai latihan kursi toilet dapat diletakkan di tempat yang mudah dilihat anak sepanjang hari. Anak akan suka untuk latihan duduk di atasnya. Saat latihan toilet dimulai maka kursi toilet dipindahkan ke kamar mandi.
  • Tentukan dan ajarkan bahasa toilet. Anak anda akan membutuhkan kata-kata dalam latihan toilet. Tidak masalah kata apa yang anda pilih selama anak anda mengerti kata tersebut (poop, BAB, BAK, pipis )
  • Pastikan anak anda mengerti bagian tubuh yang terlibat dalam latihan toilet. Anak anda perlu untuk mengetahui dari mana BAK dan BAB keluar.
  • Promosikan kesadaran akan bahasa tubuh. Kadangkala anak memberikan petunjuk kapan saat akan BAK atau BAB. Contoh : mereka dapat menghentikan aktifitas mereka, mengeluarkan suara atau wajah memerah. Orang tua sebaiknya menolong anak mengenal tanda-tanda ini dan segera anak akan menghubungkan tanda-tanda ini dengan BAk atau BAB. Sebelum latihan toilet dimulai orang tua dapat sudah memberitahukan keadaan inni. Contoh : saat orang tua mengenali anak mereka berjongkok dan mengeluarkan suara (saat BAB di popok) mereka dapat mengatakan aktifitas tersebut dengan ,”Oh, adik sedang BAB.”
  • Diskusikan tentang latihan toilet dan persiapkan anak akan pengalaman yang akan diterimanya. Orang tua dapat membantu anak mengerti proses latihan toilet dengan mengatakan menggunakan kursi toilet adalah yang dilakukan semua orang, termasuk ayah dan ibu. Selagi mengganti popok, orang tua dapat mengatakan, “mama BAB di toilet.” Dengan mengatakan hal tersebut anak akan membangun kesadaran mengenai kegunaan toilet.
  • Bertindak positif, siap untuk “kecelakaan”,jangan menghukum. Latihan toilet adalah suatu masa proses dimana anak membutuhkan dukungan orang tua. Bila terjadi “kecelakaan” dalam latihan toilet orang tua membimbing anak ke toilet untuk mencoba menyelesaikan BAB atau BAk di kursi toilet. Hindari mengkritik atau menghukum anak atas “kecelakaan” yang terjadi. Hal itu akan memperburuk keadaan. Tidak mau bekerja sama atau “kecelakaan” yang terjadi harus ditangani dengan tenang.

Langkah untuk mulai melatih

  • Kosongkan jadwal. Orang tua sebaiknya berada di rumah sesering mungkin saat latihan toilet dimulai. Saat orang tua memutuskan untuk memulai latihan toilet maka penting sekali mereka untuk berada di rumah dan tersedia untuk memuji, mendorong dan mengingatkan anak. Baik untuk memulai di akhir minggu bila kedua orang tua bekerja.
  • Langkah bertahap. Pertama-tama dorong anak untuk duduk diatas kursi toiletnya dengan pakaian lengkap sekali sehari untuk beberapa hari. Kemudian beberapa kali sehari. Orang tua sebaiknya berhati-hati agar anak tidak bosan. Orang tua sebaiknya memuji dan membatasi setiap duduk di kursi toilet satu atau dua menit saja. Saat anak sudah duduk dengan baik di kursi toletnya dengan pakaian lengkap maka orang tua dapat menyarankan anak untuk menurunkan celananya dan duduk di atas kursi toiletnya. Langkah ini juga dilakukan bertahap, mulai satu dua kali sehari kemudian beberapa kali sehari.
  • Sarankan untuk BAB atau BAK di kursi toilet. Saat anak sudah nyaman duduk di kursi toilet dengan celana diturunkan selama beberapa menit, maka orang tua dapat menyarankan agar anak BAB atau BAK di kursi toiletnya. Jika orang tua mengetahui waktu anak BAB atau BAK, orang tua sebaiknya membawa anak ke kursi toiletnya pada saat-sat tersebut. Bila anak diketahui BAB atau BAKdi popok maka sebaiknya anak diajak ke kursi toiletnya untuk menyelesaikan kegiatan tersebut.
  • Ajarkan kebersihan. Saat anak mulai menurunkan celana dan duduk di kursi toiletnya maka merupakan waktunya orang tua mengajarkan anak untuk membersihkan diri setelah BAK atau BAB. Penting untuk mengajarkan anak untuk membersihkan dari depan ke belakang untuk mencegah penyebaran bakteri (untuk anak perempuan). Kemudian anak juga diajarkan untuk mencuci dan mengeringkan tangan setiap kali dari kursi toiletnya. Penting sekali mengajarkan anak perilaku bersih sejak usia dini.
  • Berikan pujian. Orang tua sebaiknya konsisten dalam pujiannya. Sebaiknya memuji saat anak menjaga popok tetap kering, menggunakan kursi toilet, BAB atau BAK di kursi toilet, membersihkan setelah BAB atau BAK. Orang tua sebaiknya hati-hati untuk tidak berlebihan dalam memuji. Orang tua sebaiknya menghindari memarahi saat anak BAB sembarangan. Orang tua sebaiknya mengingat bahwa hal yang terpenting yang dapat mereka lakukan selama latihan adalah mendorong, bersikap positif dan tetap tenang.

Saat latihan berjalan baik

Saat latihan sudah berjalan baik maka orang tua sebaiknya memikirkan untuk melewati masa latihan toilet. Beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Menyelesaikan masa latihan. Saat semua berjalan baik, orang tua sebaiknya menyelesaikan masa latihan dan beralih menjadi bila diperlukan saja. Orang tua tetap memuji usaha anak.
  • Mendorong kemandirian dalam menggunakan toilet. Orang tua secara bertahap mendorong anak lebih mandiri. Contoh: orang tua mulai mengajar anak menaikkan dan menurunkan celana, kemudian mengajar anak membersihkan dirinya sendiri. Langkah yang bertahap akan mendorong anak untuk pergi ke toilet sendiri.
  • Mengurangi penghargaan yang diberikan secara perlahan. Setelah latihan toilet berhasil secara konsisten maka penghargaan sebaiknya dihentikan. Hal ini dapat dilakukan bertahap, dengan membatasi penghargaan untuk kejadian yang sangat spesial, misalkan saat anak pergi ke kursi toilet dan membersihkan dan mencuci tangannya sendiri.
  • Mulai dengan perjalanan. Setelah berhasil di rumah maka orang tua sebaiknya mulai mendorong anak untuk menggunakan kursi toilet di tempat lain. Ide yang baik bila orang tua membeli kursi toilet yang dapat dibawa di mobil atau selama perjalanan panjang.
  • Persiapkan akan kemunduran. Normal dan biasa untuk anak mengalami “kecelakaan” BAB atau BAK setelah berhasil baik dalam latihan toilet. Hal ini biasa terjadi pada masa perubahan atau stres. Orang tua sebaikny tetap tenang, memuji keberhasilan anak dan hindari menghukum atau memarahi anak.

Latihan toilet adalah prose salami yang setiap anak akan lalui. SAtu hal yang penting adalah tunggu anak sampai siap secara fisik, emosi dan siap mengontrol keinginan BAB dan BAK. Waktu untuk kesiapan ini berbeda dari satu anak dengan anak yang lain.

Orang tua sebaiknya selalu mengingat bahwa tidak boleh memaksa bila anak menolak. Bila tidak berjalan baik maka orang tua mencoba lagi di waktu yang lain.

Sumber:

Toilet training. Center for effective parenting.

http://www.parenting-ed.org/handouts/toilet%20training.pdf

Share artikel ini: