Persaingan adik kakak dan kelahiran adik baru

Persaingan antar saudara mungkin dialami oleh semua anak yang akan memiliki adik baru. Hal ini fenomena yang normal dan alami. Persaingan ini dapat berbentuk macam-macam dan dengan penyebab yang beragam, serta yang paling sering adalah persaingan saat kelahiran saudara baru.

Kelahiran bayi baru adalah saat yang membahagiakan bagi keluarga. Untuk anak yang lebih besar/kakak hal ini seringkali membingungkan. Kebiasaan sehari-harinya terganggu. Selagi ibu berada di rumah sakit, kakak harus berada di rumah saudara atau kerabat. Hal yang dapat sangat mengecewakannya.

Setelah adik baru datang ke rumah maka kakak akan melihat perubahan hidupnya. Kakak akan menyadari kalau orangtuanya tidak lagi memiliki waktu bersamanya sebanyak dahulu. Kakak akan menyadari kalau adik bayi baru akan mendapat banyak perhatian dari orangtua.

Kakak juga merasakan kekaguman dan rasa sayang untuk adik baru, tetapi kakak dapat juga merasakan kekesalan atau kecemburuan. Perasaan yang bertentangan ini dapat membingungkan untuk kakak.

Secara umum, persaingan antara kakak adik paling kuat saat kakak berusia 1-3 tahun ketika adik baru lahir. Usia 1-3 tahun merupakan saat anak masih sangat tergantung pada orang tua untuk memnuhi kebutuhannya. Mereka belum belajar untuk berbagi orang tua kepada yang lain dan adik baru bisa mengancamnya. Setelah usia 3 tahun, anak menjadi lebih mandiri, mereka tidak terlalu bergantung kepada orang tua untuk pemenuhan kebutuhan mereka. Contoh, pada usia 3 tahun anak sudah bisa dilatih untuk ke kamar mandi dan dapat makan sendiri. Mereka juga sudah memiliki teman di luar rumah sehingga tidak posesif terhadap orang tuanya seperti anak yang lebih muda.

Apa yang diharapkan dari kakak/anak yang lebih tua

Persaingan kakak adik dapat memiliki banyak bentuk. Beberapa reaksi yang umum terjadi dengan kelahiran adik baru:

Regresi – perilaku yang orang tua pikirkan sudah dilewati oleh anak dapat kembali. Contoh anak yang sudah terlatih ke kamar mandi kembali berantakan, kembali mengisap ibu jari. Anak yang lebih besar kembali ingin kembali minum menggunakan dot. Perilaku ini normal dan kemungkinan tidak berlangsung lama. Orang tua tidak perlu khawatir.

Kecemburuan – kakak mungkin akan merasa cemburu, terutama karena waktu dan perhatian yang diterima adik baru

Ketidaksukaan yang ditunjukkan – kakak dapat mengekspresikan rasa marah dan tidak suka terhadap adik baru. Meskipun hal ini normal, penting sekali orang tua untuk memberitahukan kepada kakak bahwa memukul atau menyakiti adik baru tidak diperkenankan

Ketidaksukaan terselubung – beberapa anak dapat berperilaku sangat sayang pada adik baru dan menunjukkan ketidaksukaan dengan cara lain. Misalnya dengan memeluk terlalu keras sampai adik bayi menangis.

Penarikan diri – kakak dapat bereaksi dengan menarik diri terhadap kehadiran adik baru. Mereka dapat menjadi sangat pendiam,sedih dan tidak bersemangat, atau menolak untuk keluar dan bermain

Mencari perhatian – untuk mendapat perhatian kakak dapat melakukan segala tingkah laku. Mereka seringkali menjadi lebih menuntut dan sulit.

Bagaimana mempersiapkan kakak untuk kedatangan adik baru

Persaingan antara kakak dan adik tidak dapat dihindari. Orang tua tidak dapat menghilangkannya sama sekali, tetapi terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalkan persaingan dan kecemburuan kakak adik. Mempersiapkan kakak atau anak yang lebih besar merupakan satu cara untuk membuat peralihan dari anak tunggal menjadi kakak lebih lancar. Beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua :

Beritahukan mengenai kehamilan anda kepada anak. Oran tua sebaiknya tidak memberitahukan terlalu awal. Orang tua sebaiknya menunggu sampai kehamilan memberikan perubahan bentuk tubuh. Beberapa ahli menyarankan menunggu sampai 28 minggu kehamilan atau sampai anak bertanya mengenai perubahan tubuh ibu.

Beritahukan kepada anak anda apa yang akan terjadi. Orang tua harus menjelaskan apa yang akan terjadi pada anak saat ibu berada di rumah sakit. Orang tua juga memberitahukan siapa yang akan merawat anak, dimana dia tinggal dan kapan anak dapat menjenguk orang tua dan adik baru. Orang tua sebaiknya mencoba untuk mempersiapkan terhadap perubahan yang akan muncul dengan kedatangan adik bayi baru. Orang tua sebaiknya menyatakan bahwa mereka akan sangat sibuk dengan bayi baru dan adik bayi akan menangis, tidur dan makan banyak. Orang tua juga menjelaskan kepada anak meskipun waktu akan banyak diberikan untuk merawat adik bayi ini tidak berarti ada yang disayangi lebih dari yang lain.

Ikut sertakan anak anda. Orang tua sebaiknya memperbolehkan kakak untuk ambil bagian pada setiap persiapan untuk adik baru. Contoh : mempersilahkan kakak untuk mempersiapkan kamar adik bayi. Orang tua juga dapat membawa kakak ke rumah sakit, sehingga dia mengetahui kemana ibunya akan berada selagi tidak di rumah. Dapat juga mengajak saat ibu kontrol kehamilan dan kakak mendengarkan bunyi jantung adik bayinya. Setelah adik bayi lahir, ajak kakak ke rumah sakit dan menyentuh adik bayi.

Buat perencanaan sehingga kehadiran adik bayi merubah kehidupan kakak seminimal mungkin. Lakukan perubahan berbulan-bulan sebelum kelahiran adik bayi, sehingga mengurangi perasaan kakak bahwa perubahan karena adik bayi.

Hal-hal lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi persaingan

Dorong kakak untuk membantu adik bayi. Orang tua sebaiknya mencoba untuk mempermudah anak untuk melakukan perannya sebagai kakak. Dengan menyertakan kakak merawat adik. Anak dapat membawa popok. Orang tua memberitahukan kepada kakak betapa mereka menghargai bantuannya. Orang tua juga jangan sampai memperlakukan kakak sebagai pelayan. Jika kakak tidak mau menolong sebaiknya jangan dipaksakan.

Habiskan waktu bersama kakak. Orang tua sebaiknya memberikan waktu untuk kakak baik saat adik bayi bangun atau tidur. Dengan begini maka kakak tahu dia tidak diabaikan dan tidak berpikir bahwa adik bayi harus tidak ada agar orang tua memiliki waktu untuknya.

Sabar, pengertian dan suportif. Masa-masa kehadiran adik merupakan waktu yang sulit untuk kakak. Mereka perlu untuk ditunjukkan bahwa mereka masih disayang. Kakak perlu dikuatkan da orang tua sebaiknya memberitahukan dan menunjukkan kalau mereka tetap menyayangi kakak dan dia tetap penting

Hal yang jangan dilakukan!

Jangan tanya kakak dia ingin adik laki-laki atau perempuan

Jangan katakan bahwa adik bayi merupakan teman bermainnya. Adik bayi belum bisa menjadi rekan bermain untuk beberapa tahun.

Jangan biarkan perilaku yang tidak dapat diterima

Jangan paksakan kakak untuk menguasai kemampuan baru seperti ke kamar mandi sebelum adik bayi lahir

Bagaimana mengatasi persaingan bila itu muncul

Dorong kakak untuk bicarakan perasaannya. Orang tua sebaiknya mendorong anak untuk mendiskusikan perasaannya, apakah baik atau buruk dan percakapan dengan taraf pemahaman anak anda. Orang tua sebaiknya membuat kakak mengetahui bahwa orang tua mengerti bahwa apa yang akan dilalui mereka cukup berat

Jika anak menarik diri maka orang tua sebaiknya memberikan pemahaman dan kasih sayang

Batasan untuk kemarahan dan ketidaksukaan. Orang tua sebaiknya menetapkan perilaku yang dapat dan tidak dapat diterima. Orang tua sebaiknya tidak melepaskan anak-anak tanpa diawasi. Jika orang tua mendapatkan ketidaksukaan sebaiknya tidak dihukum tetapi mengalihkan perilaku tersebut. Orang tua memberikan pemahaman bahwa kakak tetap disayangi, boleh untuk marah tetapi tidak menyakiti adik bayi.

Realistis. Orang tua sebaiknya menyadari bahwa butuh waktu untuk kakak terbiasa dan hangat terhadap adik baru.

Berikan simpati kepada kakak. Orang tua sebaiknya menyediakan cara kepada kakak untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran negatifnya dengan mendengarkan.

Segera atasi perilaku negative yang timbul dari kakak. Perilaku negatif dapat tidak hilang jika dibiarkan saja.

Jangan paksa kakak untuk membagi kepunyaannya.

Persaingan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan. Mempersiapkan diri untuk keadaan ini akan membuat orang tua mempermudah keadaan untuk mereka dan anak-anak mereka.

Sumber :

Sibling rivalry and the birth of a new baby. Center for effective parenting.

http://www.parenting-ed.org/handouts/sibling%20rivalry%20&%20baby.pdf

Share artikel ini: