Perpisahan keluarga

Saat terdapat perpisahan dalam keluarga merupakan saat yang sulit untuk semua. Seperti saat kematian datang akan membawa perasaan sedih dan kehilangan. Sebagian besar orang membutuhkan waktu untuk menerima perubahan dan respon setiap orang berbeda satu dengan yang lain.

Bercerai berarti selesainya hubungan istimewa antara dua orang dewasa tetapi bukan berarti berakhirnya hubungan antara anak dengan masing-masing orang tua. Anak tetap membutuhkan cinta dan dukungan masing-masing orang tua. Hasil yang terbaik bagi anak biasanya diperoleh saat kedua orang tua berbagi tanggung jawab dan semua keputusan mengenai anak mereka.

Sebagian besar orang tua ingin melakukan yang terbaik, namun banyak orang tua tidak melakukan dengan baik dan beberapa menimbulkan penderitaan bagi anak yang sudah lebih dahulu tersakiti dengan perceraian. Untuk orang tua yang tidak bisa berbicara dengan mantan pasangannya maka diperlukan bantuan tenaga profesional. Cara orang tua mengatasi perpisahan dan konflik memberikan efek kepada cara anak menghadapi kehidupannya.

Proses berpisah

Proses perpisahan sama seperti proses saat orang yang Anda sayangi meninggal; proses yang penuh kesedihan. Proses yang menyakitkan dan membutuhkan waktu yang lama untuk pulih kembali. Sebagian besar orang melalui dengan :

  • Syok dan penyangkalan : hal-hal sangat memberatkan dan sukar dipercaya bahwa perpisahan terjadi
  • Sedih : perasaan kehilangan, kadangkala penyesalan, rasa bersalah
  • Marah dan menyalahkan : kadangkala kita meyalahkan diri sendiri atau pasangan kita atau orang lain
  • Resolusi atau terus maju : menerima keadaan, membuat penyesuaian terhadap hidup kita, dan terus maju

Bagaimana memberitahukan kepada anak-anak

Anak-anak tidak memiliki suara dalam perpisahan keluarga, tetapi biasanya mereka yang paling terpengaruhi oleh proses ini

  • Bicara dengan anak-anak saat mereka berkumpul bersama, sehingga mereka mendengar pesan yang sama. Untuk mencegah kebingungan
  • Pertimbangkan usia dan tingkat pemahaman masing-masing anak
  • Kemudian berbicara secara terpisah kepada masing-masing anak untuk memastikan mereka mengerti sepenuhnya dan mereka dapat bertanya
  • Biarkan mereka tahu bahwa mereka akan diberitahukan semua keputusan penting
  • Beritahukan mereka apa yang akan terjadi sebelum saat perpisahan tiba untuk mengurangi kekhawatiran mereka mengenai kegiatan sehari-hari, contoh pergi ke sekolah, dokter gigi, olahraga dan pesta
  • Beritahukan bahwa mereka membutuhkan keberanian
  • Biarkan mereka untuk tahu bahwa mereka tidak dapat merubah keputusan Anda dan mereka tidak dapat menyatukan Anda kembali
  • Ingatkan mereka bahwa mereka adalah kebahagiaan terbesar dari hubungan Anda
  • Biarkan mereka tahu bahwa Anda mendengarkan dan menerima pandangan mereka, tetapi tanggung jawab orang dewasa untuk mengambil keputusan

Bagaimana anak bersikap

Anak merasa tidak aman dan tidak berdaya saat mereka melihat perpisahan di keluarga. Anak melalui proses kesedihan tetapi ditunjukkan dengan cara yang berbeda dari orang dewasa. Karena mereka belum terlalu mengerti mengapa hal ini bisa terjadi mereka biasanya merasa :

  • Syok
  • Marah dan sedih akan kehilangan anggota keluarga
  • Diabaikan atau ditolak oleh orang tua yang meninggalkan rumah
  • Ketakutan jika salah satu orang tua pergi maka orang tua yang lain juga akan pergi
  • Kebingungan apakah benar untuk menyayangi orang tua yang tidak lagi tinggal bersama mereka
  • Rasa bersalah, karena berpikir perpisahan bagaimanapun kesalahan mereka

Bagaimana anak menghadapi kehilangan

Anak tidak menunjukkan rasa sakit dan penderitaan mereka dalam satu waktu. Mereka tampak sudah melewatinya dan kemudian muncul kembali. Anak terutama usia dini umumnya tidak memiliki kata-kata untuk mengungkapkannya, jadi mereka menunjukkan kesedihannya dengan cara-cara yang berbeda. Beberapa cara berupa:

  • Menjadi agresif atau nakal
  • Menarik diri
  • Menjadi sangat tergantung
  • Berlaku lebih muda dari usianya
  • Mengalami mimpi buruk atau sulit untuk tidur malam
  • Perubahan pola makan
  • Mencoba menjadi baik di sekolah dan di rumah
  • Mencoba membela orang tua yang dikecewakan. Beberapa mencoba melindungi orang tua yang lebih lemah
  • Menunjukkan kemarahan dan kekasaran dalam bermain, dengan mainan mereka, saudara, teman-teman atau dengan Anda
  • Bermasalah dalam perilaku dan mendapat hukuman; yang membuat mereka merasa lebih buruk
  • Baik di sekolah; lainnya tidak dapat konsentrasi dan mundur

Peka tehadap kemungkinan perasaan yang dilalui anak dapat membantu Anda memahami perilaku anak Anda. Sebagian bear anak bingung dan takut akan apa yang akan terjadi. Beberapa merasa malu. Mereka mungkin tidak akan mengatakan kepada Anda apa yang mereka khawatirkan karena tidak mau melihat Anda kecewa atau marah.

“ Siapa yang akan bertanggung jawab terhadap saya? …. Apakah rumah akan dijual? ….Bagaimana jika ayah dan ibu tidak setuju tentang kami? …. Dapatkah saya menentukan dimana saya akan tinggal? …. Apakah saya akan pindah sekolah? …. Apa yang akan terjadi dengan hewan peliharaan saya? …. Apakah saya tetap bisa menemui teman-teman saya? …. Apakah akan tetap ada cukup uang seperti sebelumnya? ….Apa yang akan saya alkukan jika orang tua yang lain pergi atau jatuh sakit? …. Dapatkah saya tetap bertemu kakak atau adik saya?…. Bagaimana saya memberitahukan teman-teman saya apa yang terjadi?”

Semua perasaan ini sangat normal seperti yang dialami orang dewasa. Perbedaannya adalah orang dewasa berada dalam posisi untuk melakukan pilihan dan melakukan kontrol atas keputusan tersebut dan anak di sisi lain tidak berdaya dan tidak dapat berbuat apa-apa.

Bagaimana perasaan orang tua

Anda dapat merasakan berbagai perasaan yang walaupun normal dapat membingungkan, sulit dan kadang-kadang menakutkan. Anda dapat merasa tidak berdaya dalam keputusan tersebut dan merasa marah, terluka dan ditolak. Perasaan Anda dapat sangat tegang dan tidak mudah untuk dihadapi dengan kebutuhan yang anak Anda perlukan saat itu.  Anda dapat merasa :

  • Lelah oleh tanggung jawab sehari-hari karena mengasuh sendiri
  • Bingung mengenai perilaku anak Anda
  • Marah jika Anda merasa orang tua yang lain tidak dapat diandalkan atau tidak jujur
  • Takut jika Anda merasa orang tua yang lain akan menjadi kasar dan sulit
  • Kesepian saat anak Anda tidak bersama Anda
  • Takut kalau anak Anda tidak ingin bersama Anda dan lebih senang dengan orang tua yang lain
  • Khawatir dengan proses hukum
  • Rasa tenang karena Anda sudah merencanakan untuk berbagi pengasuhan dan memenuhi kebutuhan anak
  • Menemukan kebahagiaan dalam bersenang-senang dengan anak Anda
  • Senang bahwa Anda memiliki lebih banyak waktu luang

Saat Anda kecewa coba untuk menghindari :

  • Melihat anak Anda sebagai “kepunyaan” Anda; mereka adalah manusia
  • Mengucapkan hal-hal yang tidak Anda inginkan dan akan Anda sesali
  • Mengucapkan hal-hal yang buruk mengenai orang tua yang lain
  • Membuat anak takut kalau mereka mungkin tidak akan melihat orang tua yang lain
  • Membiarkan anak Anda terjebak dalam perdebatan orang dewasa

Kebutuhan anak pada usia yang berbeda

Semua anak membutuhkan rasa disayangi oleh kedua orang tua. Orang tua perlu memikirkan kebutuhan anak-anak mereka sebagai prioritas utama sebelum kebutuhan sendiri. Anak perlu tahu bahwa kedua orang tua akan tetap merawat mereka dan terlibat dalam kehidupan mereka.

Usia bayi- 2 tahun

Anak :

  • Sangat tergantung kepada orang yang merawat mereka
  • Sangat tergantung secara fisik dan emosional dengan orang tua yang merawat mereka sehari-hari; perpisahan dari orang tua untuk jangka waktu tertentu dapat sangat traumatik bagi anak
  • Memiliki pemahaman yang sangat berbeda dari orang dewasa
  • Dapat sangat sensitif terhadap konflik antara orang tua
  • Seringkali rewel dengan tidak adanya orang tua, terutama orang tua yang dekat dengannya
  • Membutuhkan kontak yang tidak terlalu lama tetapi sering

Usia 3-5 tahun

Anak :

  • Lebih Sedikit tergantung kepada orang tua
  • Biasanya memiliki pemahaman dasar mengenai apa arti perpisahan
  • Seringkali rewel dengan ketiadaan orang tua; hal seperti foto dan telepon dapat bermanfaat
  • Dapat menghadapi berpisah dari orang tua yang mengasuh sehari-hari bila dipersiapkan dengan baik
  • Peka terhadap kritikan orang tua yang mengkritik orang tua yang lain dan dapat menganggap kritikan itu untuk dirinya
  • Seringkali membayangkan apa yang mereka tidak mengerti. Mereka dapat berbicara mengenai apa yang mereka inginkan seakan itu benar

Usia 6-8 tahun

Anak:

  • Lebih bisa berbicara mengenai perasaannya
  • Seringkali bermimpi kedua orang tuanya kembali bersama
  • Mencoba merawat orang tua, baik yang tinggal bersama mereka dan yang mereka kunjungi
  • Mencoba mengambil tanggung jawab membuat kesepakatan saat orang tua mereka tidak setuju
  • Dapat menyalahkan diri mereka sebagai penyebab perpisahan
  • Seringkali menyatakan perasaan mereka melalui masalah perilaku, masalah belajar di sekolah dan keluhan fisik seperti sakit kepala dan nyeri
  • Biasanya dapat menikmati menginap di tempat orang tua lain, liburan, kunjungan yang lebih lama misalnya menghabiskan akhir pekan bergantian di masing-masing tempat orang tua
  • Merasa bahwa menginap selama minggu sekolah cukup mengganggu. Mereka dapat merasa tidak tahu dimana mereka cocok dan apa yang mereka lakukan

Usia 9-11 tahun

Anak:

  • Umumnya dapat mengungkapkan perasaan mereka dan hampir bisa mengerti pengalaman dan perasaan orang lain
  • Sangat peka dengan perasaan berada di tengah-tengah orang tua
  • Kadangkala mencoba mengembalikan orang tua bersama lagi
  • Dapat berpihak kepada salah satu orang tua, terutama jika konflik antara orang tua memanas
  • Dapat mengatasi dengan pertemuan yang tidak terlalu sering dan waktu yang lama, dan dapat mengerti dengan perjalanan mengunjungi orang tua atau kerabat di tempat yang jauh
  • Perlu untuk melakukan aktivitas, olahraga, pertemanan mereka
  • Memiliki hubungan yang bermakna dengan surat, telepon, fax, email

Usia 12-16 tahun

Remaja memiliki rasa mandiri yang besar  atau lepas dari orang tua dan ini secara umum merupakan waktu yang sulit, perpisahan dapat menambah kesulitan ini.

Remaja:

  • Butuh waktu dan ruang untuk mengelola perasaannya mengenai perpisahan orang tua
  • Membangun pandangan mereka mengenai benar atau salah; mereka dapat sangat kritis terhadap perilaku kedua orang tua
  • Dapat bereaksi dengan memberontak terhadap perpisahan
  • Dapat dengan mudah berpindah dari satu orang tua ke orang tua lain untuk menghindari kontrol orang tua
  • Dapat bereaksi dengan kemarahan dan penolakan jika ditekan oleh orang tua
  • Seringkali mengambil banyak tanggung jawab untuk orang tua, saudara-saudara mereka atau tugas keluarga
  • Butuh fleksibilitas saat mengatur waktu pertemuan.

Membuat keputusan

Orang tua mengenal anak mereka lebih baik dari orang lain. Salah satu bagian menjadi orang tua adalah membuat keputusan penting bagi anak-anak mereka. Kadangkala orang tua percaya bahwa anak sebaiknya menentukan pendapatnya dimana mereka mau tinggal dan kapan serta berapa sering bertemu masing-masing orang tua. Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan adalah :

  • Menentukan keputusan mengenai dimana mereka tinggal dapat memberikan beban terlalu besar pada anak sebelum mereka matang, besar atau cukup berpengalaman mengatasinya
  • Semakin matang anak maka semakin besar yang dapat diberikan terhadap keinginan mereka
  • Membuat keputusan membuat anak harus memilih antara kedua orang tuanya. Hal ini biasanya membuat mereka merasa bersalah kepada orang tua yang tidak tinggal bersama
  • Anak biasanya ingin mengatakan pendapatnya dalam keputusan besar yang mempengaruhi kehidupannya
  • Anak yang menyatakan ingin menjadi penentu keputusan biasanya sadar bahwa dengan membuat keputusan maka dia akan mengecewakan salah satu orang tua
  • Kadangkala anak yang ingin menjadi penentu keputusan melakukan hal tersebut karena mereka takut tidak ada orang yang melakukan hal tersebut

Akibat dari perselisihan yang terus berlangsung

Anak sangat sensitif terhadap konflik antara orang tuanya dan mereka dapat terpengaruhi secara negatif dengan konflik yang terus berlangsung setelah perpisahan. Penelitian menunjukkan bahwa konflik antara orang tua adalah faktor paling utama yang mempengaruhi penyesuaian anak setelah perpisahan.

Jika konflik terus berlangsung maka anak dapat tertekan setiap waktu mereka harus pergi dari satu orang tua ke orang tua yang lain. Mereka dapat merasa tertekan untuk mengambil sikap, mereka dapat mengalami masalah di sekolah dan yang terburuk perkembangan mereka dapat terganggu.

Orang tua dapat melakukan

Jika orang tua tidak dapat menerima perpisahan maka sangat mungkin anak juga mengalami kesulitan menerima keadaan tersebut.

  • Biarkan anak tahu kalau mereka dicintai dan akan dilindungi
  • Beritahukan mereka kalau ini semua bukan kesalahan anak tetapi tanggung jawab orang tua
  • Berikan mereka perasaan bahwa Anda terkendali
  • Biarkan anak Anda tahu kalau Anda merasa sedih dan kecewa dengan perpisahan. Penting untuk meyakinkan anak kalau Anda tidak apa-apa dan segalanya akan membaik
  • Hindari untuk mengkritik orang tua yang lain di depan anak
  • Sediakan waktu untuk berbicara bagaimana anak merasakan dan menghadapi perpisahan
  • Biarkan anak untuk mencintai kedua orang tua
  • Toleransi dengan perilaku mereka
  • Ingat bahwa anak biasanya ingin membuat senang orang tua
  • Mengerti bahwa anak secara normal tidak menolak orang tua kecuali mereka merasa tidak memiliki pilihan
  • Tunjukkan Anda mengerti perasaan mereka terhadap Anda dan orang tua yang lain
  • Jaga barang/hal dalam kehidupan anak seperti yang dikenalinya
  • Coba untuk jauhkan anak dari argumentasi orang tua
  • Tetap tenang pada saat anak berpindah ke orang tua yang lain
  • Berikan pengertian kalau Anda akan baik-baik saja saat mereka bersama orang tua yang lain
  • Ingat Anda dapat memiliki hubungan yang baik dengan anak-anak saat Anda tidak tinggal bersama mereka
  • Ingat akan cara pengasuhan yang berbeda. Anak dapat beradaptasi dengan hal ini. Hal yang penting adalah orang tua jangan menyalahkan satu sama lain karena dapat membingungkan dan membuat anak tertekan
  • Tetap jalin hubungan dengan kakek, nenek dan kerabat
  • Hubungi guru sehingga mereka mengerti keadaan anak dan dapat mendukung anak
  • Perkenalkan pasangan baru Anda secara bertahap
  • Pikirkan dan atur bagaimana kedua orang tua dapat bersama pada saat-saat istimewa
  • Tuliskan rencana pengasuhan mengenai dimana anak tinggal, sekolah, kesehatan, liburan dan olah raga

Ingat selalu :

  • Tanggung jawab kepada anak Anda tidak berhenti saat terjadi perpisahan dalam keluarga
  • Pikirkan kebutuhan anak Anda sebagai yang utama
  • Berpindah peran dari pasangan menjadi rekan mengasuh dapat terasa sulit
  • Dengarkan dan pertimbangkan harapan anak Anda tetapi jangan membuat mereka memikul tanggung jawab untuk keputusan akhir akan hal-hal penting
  • Bekerja bersama untuk kebaikan anak Anda adalah satu hadiah yang dapat Anda berikan kepada anak Anda setelah perpisahan
  • Tetap jaga hubungan dengan kakek, nenek dan kerabat
  • Bagaimana cara Anda menghadapi perpisahan terutama konflik, memberikan pengaruh yang besar bagi anak dalam menjalani kehidupannya

(YSK)

Sumber : Family Break-up

http://www.parenting.sa.gov.au/pegs/peg20.pdf

Share artikel ini: