Ketakukan untuk berpisah adalah gangguan yang anak rasakan saat mereka akan berpisah dari pengasuh utama, sebagian besar adalah ibu. Ketakutan untuk berpisah biasanya tampak nyata saat anak berusia 6 bulan, karena dengan usia 6 bulan bayi telah membangun ikatan yang kuat dengan pengasuh utamanya, dan ikatan yang kuat ini akan mengakibatkan gangguan pada bayi saat akan berpisah.

Berpisah untuk sementara tidak mungkin dihindarkan kerena  orang tua tidak mungkin selalu bersama anak-anak mereka. Perpisahan seringkali sulit bagi orang tua dan anak. Anak yang dibesarkan pada keluarga yang orang tua bekerja lebih tidak sulit untuk berpisah karena mereka mengalami hal ini sejak usia dini. Anak yang baru berpisah setelah usia besar akan lebih sulit dan membutuhkan waktu untuk penyesuaian.

Menghadapi Ketakutan untuk berpisah

Perpisahan adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak dan banyak anak mengalami gangguan menghadapi hal ini. Maka ada beberapa hal mempermudah hal ini untuk anak

Jangan keluar dari rutinitas anda untuk mencegah perpisahan

Merupakan bagian dari hidup anak anda untuk belajar menerima dan menghadapi perpisahan dari pengasuh utama mereka. Karena itu bukan suatu ide baik jika orang tua mencoba menghindari sakitnya berpisah dan tetap bersama anak mereka sepanjang waktu. Orang tua sebaiknya tetap menjalani kehidupan normal mereka dan berpisah saat diperlukan, tetapi mereka juga harus memastikan kalau anak mereka mendapatkan pengasuhan yang optimal saat mereka tidak bersama anak mereka.

Kenalkan pengasuh baru secara bertahap

Baik sekali jika anak anda diperkenalkan dengan pengasuh baru mereka sebelum ditinggalkan bersama pengasuh baru. Orang tua sebaiknya mengundang pengasuh baru untuk datang dan bermain dengan anak saat orang tua masih ada sampai anak dan pengasuh baru saling mengenal. Orang tua harus memilih baik-baik pengasuh anak yang baru. Bila memilih kepada penitipan anak maka orang tua dapat datang dan bermain bersama anak beberapa kali di sana sebelum menitipkan anak di sana.

Sediakan objek peralihan/transisi

Objek transisi adalah benda yang anak biasa gunakan saat menghadapi perpisahan. Benda-benda seperti boneka beruang, boneka atau selimut favorit, menmberikan kenyamanan pada anak saat mereka berpisah dari pengasuh utama mereka. Dapat pula berupa barang kepunyaan pengasuh utama (baju atau benda lainnya). Objek transisi ini dapat menyamankan anak menghadapi perpisahan.

Jangan abaikan gangguan yang dialami anak anda

Kekecewaan anak saat akan berpisah merupakan hal yang nyata, sebaiknya jangan diabaikan begitu saja oleh orang tua. Mengabaikan hal ini dapat menambah ketergantungan dan gangguan yang timbul. Beberapa perpisahan tidak dapat dicegah seperti saat ibu harus bekerja dan meninggalkan anak dengan pengasuh. Bila di rumah orang tua dapat mengakomodasi protes anak dengan membawa serta anak saat orang tua harus keluar di sekitar rumah.

Dorong anak untuk melakukan sendiri kegiatan untuk dirinya

Orang tua sebaiknya mengajarkan anak mereka tanggung jawab dan kemandirian sejak kecil dan sesuai dengan tingkat perkembangannya. Anak yang dapat melakukan sendiri kebutuhannya akan lebih mandiri.

Persiapkan anak anda untuk kepergian anda sebelumnya

Saat orang tua akan meninggalkan anak, mereka harus memberitahukan kepada anak sebelumnya. Misalnya :beberapa hari sebelumnya beritahukan anak bahwa ayah dan ibu akan pergi dan pengasuh akan bersama anak selama orang tua pergi. Orang tua sebaiknya mengulangi informasi ini sampai mereka yakin anak mereka mengerti.

Biarkan anak anda mengetahui saat anda akan pergi

Orang tua sebaiknya jangan menyelinap saat mereka harus meninggalkan anak. Hal ini dapat merusak kepercayaan dan meningkatkan ketergantungan anak. Orang tua harus memberitahukan saat mereka akan pergi.

Gunakan kata-kata kunci

Kata-kata kunci adalah kata-kata yang orang tua katakan dan anak mengerti kalau orang tua akan pergi. Seperti, “Selamat tinggal. Sampai bertemu lagi.”  Orang tua sebaiknya selalu menggunakan kata-kata yang sama sehingga anak siap untuk ditinggalkan.

Biarkan anak anda tahu kapan anda akan kembali

Orang tua sebaiknya memastikan kapan mereka akan kembali. Bila anak mereka terlalu kecil maka dapat diberitahukan waktu penanda, misalnya orang tua akan kembali setelah anak tidur siang. Orang tua sebaiknya menepati ucapannya, dan beritahukan anak bila tidak yakin kapan akan kembali ke rumah. Lebih baik tidak berjanji apabila orang tua tidak tahu kapan mereka akan kembali.

Berikan pengertian

Berikan pengertian kepada anak sebelum dan setelah perpisahan. Orang tua sebaiknya memberikan kasih sayang dengan kata-kata dan tindakan. Banyak anak yang keliru menterjemahkan kepergian orang tua mereka karena mereka berlaku buruk atau orang tua tidak mau lagi bersama mereka. Orang tua harus memastikan kepada anak mereka bahwa mereka pergi bukan karena kelakuan atau perkataan anak. Orang tua tetap menyayangi mereka dan akan kembali untuk mereka. Sediakan waktu untuk dihabiskan bersama anak setelah orang tua kembali.

Latihan

Orang tua sebaiknya mencoba membantu anak mereka terbiasa dengan perpisahan sejak usia dini. Contoh orang tua meninggalkan ruangan untuk beberapa detik dan kemudian muncul kembali. Saat anak biasa dengan perpisahan dalam waktu singkat dengan orang tua mereka maka keluhan mereka akan menurun.

Coba dengan pengalihan

Banyak anak teralih dari kepergian orang tuanya dengan mainan favorit.  Saat orang tua sudah pergi pengasuh dapat mengalihkan anak kepada mainan dan permainan favoritnya. Pengalihan tersebut dilakukan setelah orang tua pergi. Jangan lakukan pengalihan lalu orang tua pergi “menyelinap” keluar tanpa sepengetahuan anak.

Bermain petak umpet

Bermain petak umpet merupakan cara yang baik untuk berlatih perpisahan secara menyenangkan.

Jangan menghukum

Orang tua sebaiknya jangan menghukum atau melecehkan anak saat anak mengekspresikan perasaannya saat perpisahan terjadi.  Orang tua harus memahami bahwa perasaan ketakutan akan perpisahan merupakan perasaan normal dari anak. Orang tua sebaiknya menunjukkan bahwa mereka akan kembali sesuai ucapan mereka.

Pergi dengan baik

Saat orang tua akan pergi, mereka sebaiknya mengatakan selamat tinggal dan pergi tanpa menoleh kembali. Hindari ucapan selamat tinggal yang lama dan emosional, gunakan selamat tinggal yang sederhan lalu tinggalkan anak. Jika orang tua membuat pergi sebagai masalah besar maka anak juga akan menganggap hal demikian.

Sumber:

Separation anxiety. Center for effective parenting.

http://www.parenting-ed.org/handouts/separation%20anxiety.pdf

Share artikel ini: