Di lapangan:

“Bunda, tolong donk… aq lagi hamil trus mual tapi jarang muntah. Diresepin ondansetron. Stlh q cari di internet, dikatakan obat anti mual yang sangat kuat, yang biasa digunakan pada pasien kanker. Trus jadi serem. Gimana ya bun?”

“Aq juga minum itu bun… katanya aman aman aj koq. Kalo ga mual bgt sih ga usah, tapi kalo spt aq yang seharian bisa muntah, itu jadi andalan aq…”

De Rhetorica:

ü  Mual dan muntah pada awal kehamilan adalah hal yang umum terjadi. Sering dikenal dengan istilah morning sickness, meskipun istilah ini kurang tepat karena mual dan muntah biasanya berlangsung sepanjang hari. Mual dan muntah tersebut biasanya mulai terjadi antara usia kehamilan minggu ke-4 – 7 dan berakhir pada minggu ke-12 – 20. Sekitar 0,3-1% ibu hamil mengalami hiperemesis gravidarum yang ditandai mual dan muntah yang menetap, kekurangan cairan (dehidrasi), penurunan berat badan 5%, penurunan kadar kalium darah, dan terdapat keton di urin (yang menandakan dehidrasi berat).

ü  Ondansetron adalah antagonis serotonin 5-hidroksitriptamin (5HT3), yang berarti menghambat serotonin 5HT3 secara selektif di saluran cerna dan pusat muntah chemoreceptor trigger zone (CTZ) di otak.

ü  Efek samping: konstipasi (umum terjadi), perut kembung, rasa lelah, sakit kepala, dan mengantuk.

ü  Dosis: 4-8 mg per kali, 3x/hari (tiap 8 jam).

ü  Colvin L dkk: terdapat 251 ibu hamil yang mendapat ondansetron dari 96.968 ibu hamil selama tahun 2002-2005 di Australia Barat. Ada sedikit peningkatan risiko pada ibu hamil yang mendapat ondansetron yaitu kelainan kongenital mayor (1,2x), kelahiran prematur (1,4x), panjang bayi pendek (≤50 cm) (1,4x), dan infeksi saluran kemih pada ibu (1,6x). Akan tetapi, peningkatan risiko tersebut tidak bermakna secara statistik. Penelitian ini tidak dapat menyimpulkan keamanan ondansetron pada ibu hamil.

ü  Pasternak B dkk: studi pengamatan dilakukan pada 608.385 ibu hamil di Denmark. Tidak ada perbedaan risiko secara statistik:

  • aborsi spontan antara ibu hamil yang mengonsumsi ondansetron dan yang tidak pada usia kehamilan 7-12 minggu (1,1% vs 3,7%) maupun pada usia kehamilan 13-22 minggu (1% vs 2,1%).
  • lahir mati (0,3% vs 0,4%).
  • Kelainan kongenital mayor (2,9% vs 2,9%).
  • Kelahiran prematur (6,2% vs 5,2%).
  • Berat lahir rendah (4,1% vs 3,7%).
  • Pertumbuhan janin terhambat (10,4% vs 9,2%).

ü  Anderka M dkk: studi perbandingan dilakukan pada 4524 bayi yang lahir dengan cacat bawaan dan 5859 bayi normal/sehat. Ibu dari bayi tersebut ditanyakan mengenai kejadian mual dan muntah selama kehamilan dan obat anti mual muntah yang pernah dikonsumsinya. Didapatkan hasil bahwa risiko sumbing langit-langit (cleft palate) meningkat 2,37x pada ibu yang mengonsumsi ondansetron.

ü  Selain risiko cacat bawaan pada janin, ondansetron juga disinyalir berisiko pada pasien yang mengonsumsinya. Pada September 2011, Food and Drug Administration(FDA) mengeluarkan pernyataan bahwa ondansetron harus diberikan hati-hati dan diperlukan pemantauan karena berisiko menyebabkan gangguan irama jantung seperti pemanjangan interval QT dan torsade de pointes.

ü  Sampai saat ini belum ada anti mual-muntah pada kehamilan yang disetujui oleh FDA. Semua anti mual-muntah dikategorikan B atau C. Kategori B adalah obat yang tidak menunjukkan risiko terhadap janin pada hewan percobaan; belum ada studi kontrol pada wanita hamil. Sedangkan kategori C adalah obat yang menunjukkan risiko terhadap janin pada hewan percobaan; belum ada studi kontrol pada wanita hamil. Ondansetron termasuk golongan B.

ü  Informasi mengenai keamanan ondansetron masih terbatas. Ondansetron sebaiknya diberikan sebagai pilihan terakhir setelah anti mual-muntah lain seperti piridoksin, difenhidramin, proklorperazin, prometazin, dan metoklopramid tidak memberi perbaikan.

Referensi:

  • Koren G. Can Fam Physician. 2012;58:1092-3.
  • Anderka M, dkk. Birth Defects Res A Clin Mol Teratol. 2012;94:22-30.
  • Badell ML, dkk. Pharmacotherapy. 2006;26:1273-87.
  • Colvin L, dkk. Biomed Res Int. 2013;2013:909680.
  • Pasternak B, dkk. N Engl J Med. 2013;368:814-23.
  • http://www.fda.gov/drugs/drugsafety/ucm271913.htm
Share artikel ini: