Memberikan beberapa vaksinasi dalam waktu yang bersamaan dapat meningkatkan risiko efek samping dan membebani sistem imun anak.

Fakta :

Setiap hari  anak (termasuk kita)  terpapar dengan berbagai macam kuman (mikroorganisme) dengan berbagai cara seperti makanan, udara yang kita hirup. Anak yang batuk pilek terserang lebih dari 4-10 macam virus pada saat yang sama, dan pada kasus “strep throat”  (radang tenggorokan karena bakteri sterptrokokus),  25-50 jenis bakteri ikut menginfeksi.

Berbagai macam penelitian ilmiah tidak dapat membuktikan bahwa paparan beberapa antigen pada saat yang bersamaan membebani sistem imun ataupun menekan sistem imunitas tubuh anak. Dan data ilmiah seputar imunisasi simultan yang dilakukan oleh Institute of  Medicine di Amerika Serikat menunjukkan :

  • Tidak ditemukan efek samping yang berarti dalam pemberian imunisasi simultan pada anak-anak dengan status imunitas yang normal.
  • Pemberian lebih dari satu macam vaksinasi pada waktu yang sama tidak menambahkan efek samping setelah vaksinasi.

Beberapa jenis vaksinasi memang diberikan dalam satu kali suntikan (combo) seperti pada MMR (vaksin campak, gondongan dan Rubella) dan DPT (Diphteri , Pertussis, Tetanus). Vaksin combo tersebut memberikan keuntungan dengan satu kali suntikan. Sedangkan vaksinasi simultan adalah pemberian beberapa suntikan dalam satu kali kunjungan. Tentu saja dengan melihat amannya vaksinasi combo, maka bukanlah alasan bahwa beberapa antigen tidak mungkin diberikan bersamaan.

Terdapat dua faktor penting yang menjadi alasan pemberian vaksinasi simultan yaitu :

ü  Anak mendapatkan kekebalan lebih dini, menunda pemberian imunisasi berarti menunda kekebalan tubuh anak terhadap penyakit yang berarti meningkatkan risiko tertular penyakit yang justru sangat berbahaya.

ü  Menurunkan jumlah kunjungan ke dokter yang berarti menurunnya biaya, mengurangi traumatik anak ke dokter, lebih praktis jika orang tua sulit meluangkan waktu untuk membawa anak untuk vaksinasi (saat ini lebih banyak ibu bekerja). (WK)

SUMBER : http://www.who.int/immunization_safety/aefi/immunization_misconceptions/en/index6.html

Share artikel ini: